Home / Nasional

Minggu, 7 Mei 2023 - 09:10 WIB

Penyebab, Gejala, dan Cara Menurunkan Kadar Trigliserida

JAKARTA, LANDAKNEWS.ID – Trigliserida termasuk sejenis lemak yang beredar dalam darah dan digunakan untuk energi. Memiliki kadar trigliserida yang tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko kondisi kronis seperti penyakit jantung, stroke, sindrom metabolik, dan diabetes.

Dilansir dari laman ucfhealth.com, trigliserida merupakan jenis lemak yang berasal dari makanan yang kita makan serta kalori ekstra. Kalori yang tertelan disimpan dan digunakan sebagai sumber energi. Saat membutuhkan sumber ini, tubuh memecah trigliserida yang disimpan dalam hati dan darah.

Kelebihan trigliserida akhirnya disimpan dalam hati dan sel-sel lemak tubuh. Apabila Anda tidak membakar energi yang cukup untuk memanfaatkan trigliserida yang disimpan, lemak ini tidak memiliki tempat untuk pergi. Trigliserida dengan kadar tinggi yang tidak segera diobati dapat meningkatkan risiko serangan jantung stroke dan penyakit jantung.

Penyebab Trigliserida Berlebihan

Kadar trigliserida cenderung tinggi pada seseorang yang makan lebih banyak kalori daripada yang mereka bakar. Hipertrigliseridemia atau kadar trigliserida tinggi merupakan hasil dari diet yang tinggi lemak, gula, tepung putih, dan fruktosa. Obat-obatan tertentu juga meningkatkan kadar trigliserida, seperti pengendalian kelahiran, obat tekanan darah, dan steroid.

Baca juga  BOR di Atas 90 Persen, Yogya Didesak Tarik Rem Darurat

Faktor gaya hidup lain yang menyebabkan peningkatan kadar trigliserida meliputi, obesitas, diabetes yang tidak terkontrol, penyalahgunaan alkohol, merokok, dan menjalani gaya hidup yang tidak banyak gerak. Banyak dari faktor risiko ini berjalan seiring dengan, kebanyakan orang yang kelebihan berat badan juga berjuang dengan kontrol diet yang buruk.

Gejala Trigliserida Tinggi

Trigliserida tinggi cenderung terkait dengan sindrom metabolik seperti diabetes dan hipotiroidisme. Trigliserida mulai menumpuk saat lemak-lemak ini tidak dipecah cukup cepat, yang dapat terjadi karena metabolisme rendah atau melambat.

Jika seseorang mulai mengalami nyeri dada, mati rasa, pusing, atau sering kebingungan, maka kadar trigliserida mereka sangat tinggi. Akibatnya, suplai darah tersumbat ke jantung, otak, dan juga menyebabkan timbunan lemak berkembang di bawah kulit dan pankreatitis.

Baca juga  Amnesty Internasional Kirim Surat Terbuka ke Kapolri soal Kasus "Klitih" Gedongkuning

Cara Menurunkan Trigliserida

Melansir laman Eatingwell, pengobatan untuk trigliserida tinggi dimulai dengan modifikasi perilaku. Membuat perubahan pada kebiasaan makan, bergerak secara teratur, tidur yang cukup, mengelola stres dan berhenti merokok adalah semua faktor yang dapat membantu menurunkan kadar trigliserida.

Makanan kaya serat yang membantu menurunkan kadar trigliserida meliputi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan tawar, dan biji-bijian. Selain itu, asam lemak omega-3 membantu mengurangi trigliserida, seperti ikan teri, mackerel, salmon, sarden, bandeng, atau edamame dan rumput laut.

Sumber: TEMPO

Share :

Baca Juga

Nasional

Komisi Kode Etik Polri Rekomendasi Pemberhentian Tidak Hormat Oknum Polisi di Parigi Moutong

Nasional

Kasus Brigadir J: Anggota DPR Usul Penonaktifan Kapolri

Nasional

Pengobatan alternatif Ida Dayak, mengapa diminati masyarakat?

Nasional

Pilpres Makin Panas, Banyak Warga Amerika Pengin Pindah Negara

Nasional

Formasi CPNS 2023 untuk Lulusan SMA-S1 Semua Jurusan,Jadwal Seleksi Dibuka 17 September

Nasional

Baku Tembak di Intan Jaya Papua, KKB Bakar Bangunan dan Ambulans

Nasional

Ini Susunan Kabinet Indonesia Maju

Nasional

Komnas Perempuan: Jangan Lupakan Sejarah Kelam Masa Lalu
error: Content is protected !!