Home / Nasional

Rabu, 7 Juni 2023 - 09:13 WIB

BMKG Prediksi El Nino Menguat Setelah Juni 2023, Ini Penjelasannya

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (tengah).

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (tengah).

JAKARTA, LANDAKNEWS.ID  – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengataka,  suhu atau temperatur anomali di samudera pasifik menunjukkan angka 0,8 derajat celcius yang artinya memasuki fase El Nino moderat.

Angka tersebut didapatkan dari pengamatan indeks El Nino Southern Oscillation (ENSO) yang dilihat berdasarkan skala mingguan per 4 Juni 2023 pada suhu muka laut di wilayah Nino3,4 yang terus menghangat.

“Suhu atau temperatur anomali di samudera pasifik ini semakin meningkat, saat ini sudah mencapai angka 0,8 sudah dekat dengan satu (derajat celcius),” ujar Dwikorta saat konferensi pers virtual pada Selasa, (6/6/2023).

Ia mengatakan, jika suhu anomali di samudera pasifik terus meningkat hingga menyentuh angka 1 derajat celcius, maka akan terjadi fenomena naiknya suhu permukaan air laut atau El Nino moderat.

Baca juga  Resmi! Ini Jabatan Baru Retno Marsudi setelah Meninggalkan Kementerian Luar Negeri

Dwikorta mengatakan, peluang terjadinya El Nino moderat pada bulan Juni diprediksi menyentuh angka 80 persen. Angka peluang tersebut meningkat dari prediksi di bulan Maret 2023 lalu yang hanya sebesar 60 persen.

“Sehingga ENSO netral telah beralih menuju fase El Nino sebagaimana diprediksi terjadi di bulan Juni ini,” katanya.

Pihaknya memprediksi El Nino di bulan Juni 2023 masih di tahap lemah, tetapi akan menguat setelah bulan Juni 2023.

“Diprediksi akan berlangsung dengan intensitas awalnya lemah sekitar bulan Juni kemudian setelah Juni diprediksi menguat hingga moderat,” tuturnya.

Baca juga  Gugatan Class Action Gagal Ginjal Akut Anak Diterima Pengadilan

Sementara itu, gangguan iklim lainnya juga diprediksi akan terjadi di bulan Juni 2023, yakni Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

Berdasarkan penuturannya, indeks IOD yang terdeteksi menguat berakibat pada wilayah Indonesia menjadi lebih kering.

“IOD yang dikontrol oleh suhu muka air laut di samudera hindia saat ini berada pada fase positif mulai Juni hingga di bulan Oktober,” terangnya.

Sumber: Kompas

Share :

Baca Juga

Nasional

Pengamat: Mengundang Ukraina dalam KTT G20, Kompromi Terbaik

Nasional

Jokowi Kemungkinan Kembali Calonkan Perry Warjiyo Sebagai Gubernur BI

Nasional

Ingin Hasil Sawit Berlimpah?  Pakai Bibit Kelapa Sawit Sriwijaya

Nasional

KPK Bantah Sajikan Ubi Busuk pada Lukas Enembe

Nasional

JOIN Deklarasikan Diri

Nasional

Jumlah Bank Syariah di Indonesia Meningkat

Nasional

Suami Tusuk Leher Istri di Citayam Usai Dicap Tak Berguna

Nasional

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan Jatuh pada 12 Maret
error: Content is protected !!