Home / Internasional

Selasa, 20 Juni 2023 - 08:55 WIB

Abaikan Sikap Indonesia, Pemerintah Thailand Dinilai Mengkhianati ASEAN

Abaikan Sikap Indonesia, Pemerintah Thailand Dinilai Mengkhianati ASEAN

Abaikan Sikap Indonesia, Pemerintah Thailand Dinilai Mengkhianati ASEAN

JAKARTA, LANDAKNEWS.ID  – Anggota Parlemen ASEAN untuk HAM (APHR) menyebut keputusan Wakil Perdana Menteri Thailand Don Pramudwinai untuk melanjutkan pertemuan informal dengan junta militer Myanmar adalah pengkhianatan terhadap rakyat Myanmar dan penghinaan terhadap persatuan ASEAN.

“Keputusan pemerintah Thailand untuk mengadakan pertemuan ini, meskipun mendapat penolakan dari ketua ASEAN, Indonesia, serta Singapura dan Malaysia, menunjukkan arogansi mengabaikan persatuan ASEAN, HAM rakyat Myanmar, dan bahkan kehendak warga negaranya sendiri,” kata Wakil Ketua APHR Charles Santiago dalam pernyataan tertulis, Senin.

Menurut dokumen yang bocor, Pramudwinai mengirim surat tertanggal 14 Juni 2023 untuk mengundang para menteri luar negeri ASEAN dalam diskusi informal yang direncakan pada 18-19 Juni 2023 untuk melibatkan kembali Myanmar dalam pertemuan di tingkat kepala negara/pemerintahan.

Menlu Indonesia Retno Marsudi dikabarkan membalas undangan itu dengan surat penolakan pada 15 Juni, sementara Kementerian Luar Negeri Malaysia merilis pernyataan serupa pada 18 Juni.

Baca juga  Segini Modal Asing yang Keluar dari RI Setelah Trump Menang Pilpres AS

Menlu Singapura Vivian Balakrishnan mengatakan dalam konferensi pers selama kunjungannya ke AS pada 17 Juni bahwa “terlalu dini untuk terlibat kembali dengan junta di tingkat puncak atau bahkan di tingkat menteri luar negeri.”

Sementara itu, Filipina belum merilis pernyataan resmi tetapi kabarnya tidak akan hadir.

Meskipun demikian, Pramudiwinai bersikeras bahwa pembicaraan akan dilanjutkan pada 19 Juni dan Kementerian Luar Negeri Thailand mengatakan bahwa perwakilan tingkat tinggi dari Laos, Myanmar, Kamboja, India, China, Brunei Darussalam, dan Vietnam telah mengonfirmasi kehadiran mereka.

Pertemuan tersebut mengikuti pertemuan track 1,5 sebelumnya yang diadakan di Thailand pada Maret lalu dan dihadiri oleh pejabat tinggi dari Kamboja, Laos, dan Vietnam bersama dengan China, India, Bangladesh, dan Jepang.

“Kami kecewa bahwa Thailand dan negara-negara lain masih bersedia terlibat dengan junta pembunuh Myanmar tanpa ada upaya untuk meminta pertanggungjawabannya, meskipun kekejaman militer terus berlanjut yang telah mengakibatkan kematian ribuan rakyatnya sendiri,” kata Santiago.

Baca juga  Kanit Provost Polsek Menyuke Saat Melaksanakan Piket Mensosialisasikan Protokol Kesehatan Covid-19 Kepada Warga Pada Malam Hari

Dia pun mengatakan bahwa pertemuan track 1,5 melemahkan kredibilitas ASEAN atas kemampuan mereka untuk menyelesaikan banyak krisis yang terjadi di Myanmar.

“Indonesia sebagai ketua ASEAN, serta negara-negara anggota ASEAN lainnya, tidak boleh membiarkan pertemuan ini tidak terjawab: harus ada penyelidikan atas pengabaian dan ketidakhormatan Thailand terhadap ketua saat ini,” ujar Santiago.

“Meskipun kami menghargai penolakan mereka terhadap pertemuan yang disalahpahami ini, itu tidak bisa berhenti di situ. ASEAN harus bekerja sama untuk meminta pertanggungjawaban junta militer, termasuk dengan mereformasi Konsensus Lima Poin yang gagal yang belum membuahkan hasil sejak diadopsi pada April 2021,” kata dia, menambahkan. (ant/dil/jpnn)

Sumber: JPNN

Share :

Baca Juga

Internasional

2 Anggota Pasukan Perdamaian asal Indonesia di Lebanon Terluka akibat Serangan Israel

Internasional

Pemimpin Azerbaijan dan Uzbekistan Ucapkan Selamat kepada Erdogan atas Hasil Pemilu Turki

Internasional

Amerika Serikat Masukkan Nikel Indonesia ke “Daftar Pekerja Paksa”

Internasional

China Laporkan Kematian akibat Covid Pertama dalam 8 Bulan CNN Indonesia

Internasional

Terlihat Dari Gambar Google Earth NASA: Penuh Lubang Peluru, Peneliti Kecelakaan Klaim Temukan Pesawat MH370

Internasional

Dilema Negara Terkait Efek Pembekuan Darah Vaksin AstraZeneca

Internasional

Mengapa Erdogan Selalu Menang dalam Pemilu Turki?

Internasional

Khawatir Potensi Perang Berskala Besar, Indonesia Desak Semua Pihak untuk Menahan Diri
error: Content is protected !!