Home / Internasional

Minggu, 18 Maret 2018 - 09:18 WIB

Terlihat Dari Gambar Google Earth NASA: Penuh Lubang Peluru, Peneliti Kecelakaan Klaim Temukan Pesawat MH370

Peneliti mengklaim telah menemukan titik tempat jatuhnya pesawat MH370 dengan menggunakan Google Earth, pesawat naas itu dipenuhi lubang. Ilustrasi / Dailystar

RODRIGUES, LANDAKNEWS – Peneliti kecelakaan transfortasi Australia mengklaim telah menemukan titik tempat jatuhnya pesawat MH370 dengan menggunakan Google Earth. Parahnya badan pesawat naas itu dipenuhi lubang peluru. Pesawat yang membawa 239 orang tersebut – lenyap dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing pada tanggal 8 Maret 2014 lalu, di atas Samudera Hindia. Australia, China dan Malaysia mengakhiri pencarian £ 115 juta yang gagal pada bulan Januari 2017, dan Awal tahun ini, Malaysia setuju untuk membayar perusahaan AS Ocean Infinity hingga £ 50 juta jika menemukan pesawat sebelum Juni.

Peter McMahon, seorang insinyur mekanik Australia yang mengklaim telah melakukan penyelidikan kecelakaan selama lebih dari 25 tahun, menegaskan bahwa dia telah menemukan pesawat tersebut. Peter McMahon telah bertahun-tahun meneliti gambar Google Maps. McMahon, 64, tmenagaku telah meneliti gambar NASA dan Google Maps sejak pesawat tersebut menghilang dan mengarah ke Pulau Bulat, sebelah utara Mauritius.

Baca juga  China Pakai Vaksin Sinopharm dan CanSino untuk Lawan Covid

Dia yakin bangkai pesawat terbang berjarak 10 mil di selatan pulau kecil, yang belum dijelajahi oleh penyelidik. Pasalnya Dalam satu jepret, garis besar dari apa yang tampak seperti pesawat terbang terlihat di bawah permukaan air.

McMahon mengatakan bahwa dia mengirimkan temuannya ke Biro Transportasi dan Keselamatan Australia, yang memastikan bahwa itu bisa menjadi MH370 yang hilang. Sepotong puing yang ditemukan di Mozambik “hampir pasti” dari MH370 “Mereka telah memastikan bahwa semua informasi yang diterima telah disembunyikan dari masyarakat” ujar Peter McMahon seperi dilansir dari Dailystar.

Namun pejabat AS dilaporkan menginstruksikan mereka untuk tetap menggunakan wilayah mereka yang ditugaskan di Samudera Hindia. McMahon mengatakan kepada Daily Star “Empat orang Amerika dikirim ke Australia untuk mengawasi temuan MH370.

“Mereka telah memastikan bahwa semua informasi yang diterima telah disembunyikan dari publik, bahkan pemerintah kita – tapi mengapa?” McMahon mengatakan pihak berwenang “tidak menginginkannya ditemukan karena penuh dengan lubang peluru, karena hanya akan membuka penyelidikan lain”.

Baca juga  Jokowi Ingin ASEAN Jadi Pusat Ekonomi Dunia

Dia mengklaim juga telah menemukan bagian dari kabin depan di selatan Pulau Rodrigues Seiring dengan bagian utama, bahkan ia mengklaim telah menemukan bagian dari kabin depan di selatan Pulau Rodrigues, juga dekat Mauritius. Sementara itu, Ghyslain Wattrelos, yang kehilangan istri dan dua anaknya dalam tragedi tersebut, juga yakin pesawat tersebut ditembak jatuh. Dia yakin Vietnam, Malayia dan Thailand merahasiakan informasi penting. Ghyslain mengatakan:

“Semua militer dari negara-negara ini telah melihat pesawat itu, jika kita percaya versi itu. Saya tidak tahu, tapi ada juga negara lain yang memiliki informasi seperti Inggris dengan Inmarsat, bersama Rolls-Royce, dan seperti Amerika Serikat dengan Boeing dan menyukai FBI yang pergi keesokan harinya dan mengikuti simulator penerbangan pilot dan tidak pernah mengatakan apapun. kepada para peneliti,’ “Ada sesuatu yang tidak ingin kita katakan dalam cerita ini. ” tutur Ghyslain.

Sumber: SINDO

Share :

Baca Juga

Internasional

Pasca Insiden Penembakan, Biden dan Trump Sama-Sama Serukan Persatuan Bangsa

Internasional

Bicara di PBB, RI Tawarkan Tatanan Dunia Berbasis “Win-Win” Bukan “Zero-Sum”

Internasional

Teroris di Marawi Memprovokasi Militer Filipina agar Mengebom Masjid

Internasional

Rusia Kerahkan Pasukan pasca Permintaan Bantuan Presiden Kazakhstan

Internasional

Putri Sumut Jadi Duta Pariwisata di AS

Internasional

Erdogan Geram Masjid Al-Aqsa Diserang: Turki Tidak Akan Tinggal Diam!

Internasional

Akankah Angkatan Udara China Melampaui Superioritas AS di Udara?

Internasional

Diperkaos di India
error: Content is protected !!