JAKARTA, LANDAKNEWS.ID – Budaya minum kopi semakin digemari masyarakat, dari usia muda sampai tua. Bukan hanya kopi yang dibuat dengan mesin khusus, tapi juga kopi saset.
Berkaitan dengan hal ini, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dr. Rahma Sabila Rindardi buka suara.
Menurut dia, konsumsi kopi saset yang berlebihan dapat berpotensi menimbulkan beberapa gangguan dan penyakit. Mulai dari yang ringan hingga serius.
“Meminum kopi pada dasarnya sah-sah saja, tapi varian kopi saat ini sangat beragam. Tak jarang banyak kopi yang kandungan kopinya sedikit, namun bahan penyedap tambahannya lebih banyak,” kata dia mengutip laman UMM, Senin (10/7/2023).
Dia menuturkan, kopi saset biasanya memiliki berbagai varian. Salah satunya yang sering dijumpai adalah kopi instan yang berasal dari ekstrak biji kopi yang telah disangrai.
Kopi saset ini, kata dia, mengandung setidaknya 2-8 persen kafein.
Sedangkan jenis kedua adalah kopi serbuk yang mengandung susu, gula, perasa tambahan ataupun krimer.
“Yang bahaya dari kopi instan salah satunya adalah penambahan gula atau krimmer yang dapat meningkatkan kadar gula dalam tubuh. Zat lain yang berbahaya pada kopi instan yaitu pengawet, bahan antikempal, pengatur keasaman dan perisa,” jelas dia.
Di lain sisi, bilang dia, perbedaan mendasar kopi murni dan kopi saset dapat dilihat dari proses produksinya.
Proses produksi kopi saset harus melewati serangkaian proses, yaitu proses ekstraksi, pengeringan, aromatisasi, dan pengemasan.
Sedangkan pada kopi murni, proses yang dilewati lebih sederhana yaitu proses roasting dan penggilingan.
“Jika kopi instan saset dikonsumsi secara berlebihan, maka dapat berpotensi menimbulkan berbagai penyakit yang merugikan bagi tubuh. Mulai dari efek diuretic yang dapat menimbulkan dehidrasi karena terlalu sering buang air kecil, gangguan tidur atau insomnia hingga peningkatan denyut nadi atau palpitasi,” tutur dia.
Bela menambahkan, kandungan gula atau krimer pada kopi saset dapat meningkatkan kadar gula dalam tubuh.
Jika hal ini berlangsung terus menerus, maka dapat meningkatkan risiko penyakit berat yakni diabetes mellitus.
Selain itu, kandungan kaffein menyebabkan relaksasi otot sfingter esofagus yang mengakibatkan kembalinya (reflux) asam lambung ke dalam kerongkongan atau yang dikenal dengan GERD.
“Untuk masyarakat yang gemar meminum kopi, Sebaiknya konsumsi kopi tidak melebihi 100 miligram (mg) per hari. Yakni setara dengan satu hingga dua cangkir kopi per hari saja,” tukas Bella.
Sumber: Kompas










