Home / Uncategorized

Selasa, 11 Juli 2023 - 09:48 WIB

Sering Minum Kopi Saset? Ini Bahanya Menurut Dosen FK UMM Berita dari Dian Ihsan • Kemarin 18.34

Ilustrasi kopi

Ilustrasi kopi

JAKARTA, LANDAKNEWS.ID – Budaya minum kopi semakin digemari masyarakat, dari usia muda sampai tua. Bukan hanya kopi yang dibuat dengan mesin khusus, tapi juga kopi saset.

Berkaitan dengan hal ini, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dr. Rahma Sabila Rindardi buka suara.

Menurut dia, konsumsi kopi saset yang berlebihan dapat berpotensi menimbulkan beberapa gangguan dan penyakit. Mulai dari yang ringan hingga serius.

“Meminum kopi pada dasarnya sah-sah saja, tapi varian kopi saat ini sangat beragam. Tak jarang banyak kopi yang kandungan kopinya sedikit, namun bahan penyedap tambahannya lebih banyak,” kata dia mengutip laman UMM, Senin (10/7/2023).

Dia menuturkan, kopi saset biasanya memiliki berbagai varian. Salah satunya yang sering dijumpai adalah kopi instan yang berasal dari ekstrak biji kopi yang telah disangrai.

Kopi saset ini, kata dia, mengandung setidaknya 2-8 persen kafein.

Baca juga  Tak Berkutik! Terduga Pemilik Sabu Diamankan Satresnarkoba Polres Landak

Sedangkan jenis kedua adalah kopi serbuk yang mengandung susu, gula, perasa tambahan ataupun krimer.

“Yang bahaya dari kopi instan salah satunya adalah penambahan gula atau krimmer yang dapat meningkatkan kadar gula dalam tubuh. Zat lain yang berbahaya pada kopi instan yaitu pengawet, bahan antikempal, pengatur keasaman dan perisa,” jelas dia.

Di lain sisi, bilang dia, perbedaan mendasar kopi murni dan kopi saset dapat dilihat dari proses produksinya.

Proses produksi kopi saset harus melewati serangkaian proses, yaitu proses ekstraksi, pengeringan, aromatisasi, dan pengemasan.

Sedangkan pada kopi murni, proses yang dilewati lebih sederhana yaitu proses roasting dan penggilingan.

“Jika kopi instan saset dikonsumsi secara berlebihan, maka dapat berpotensi menimbulkan berbagai penyakit yang merugikan bagi tubuh. Mulai dari efek diuretic yang dapat menimbulkan dehidrasi karena terlalu sering buang air kecil, gangguan tidur atau insomnia hingga peningkatan denyut nadi atau palpitasi,” tutur dia.

Baca juga  Polisi Tingkatkan Patroli di Wilayah Rawan Kriminal Menjelang Idul Fitri

Bela menambahkan, kandungan gula atau krimer pada kopi saset dapat meningkatkan kadar gula dalam tubuh.

Jika hal ini berlangsung terus menerus, maka dapat meningkatkan risiko penyakit berat yakni diabetes mellitus.

Selain itu, kandungan kaffein menyebabkan relaksasi otot sfingter esofagus yang mengakibatkan kembalinya (reflux) asam lambung ke dalam kerongkongan atau yang dikenal dengan GERD.

“Untuk masyarakat yang gemar meminum kopi, Sebaiknya konsumsi kopi tidak melebihi 100 miligram (mg) per hari. Yakni setara dengan satu hingga dua cangkir kopi per hari saja,” tukas Bella.

Sumber: Kompas

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Polsek Ngabang Datangi Bengkel Dan Toko Sparepart Untuk Sosialisasikan Larangan Jual Atau Pasang Knalpot Brong

Uncategorized

Antisipasi Karhutla di Kalbar, Kodam XII/Tpr Laksanakan Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan

Uncategorized

Polsek Menjalin Sosialisasikan Himbauan PETI

Uncategorized

Karyawan PKS PTPN XIII Ngabang Di PHK

Uncategorized

Mahfud Bongkar Transaksi Janggal di Kemenkeu, Benny K Harman: Sudah Jadi Oposisi?

Uncategorized

Ganjar Usul Parpol Dapat Bantuan Rp1 Triliun dari APBN

Uncategorized

Apa Sih Manfaat Biodiesel Buat Kita

Uncategorized

Personil Kepolisian Sektor Mandor Berikan Pengamanan Kegiatan Hiburan Rakyat
error: Content is protected !!