Home / Politik

Sabtu, 20 Januari 2024 - 08:17 WIB

Para Capres Janjikan Tata Kelola Sektor Kelapa Sawit yang Lebih Baik

Jakarta – Dua calon presiden Indonesia berjanji untuk memperkuat kewenangan pemerintah atas sektor kelapa sawit untuk mengatasi masalah seputar penggunaan lahan dan menurunnya produktivitas ekspor terbesar kedua Indonesia.

Indonesia, produsen minyak sawit terbesar di dunia, akan mengadakan pemilihan umum pada tanggal 14 Februari dan semua kandidat telah berjanji akan memperbaiki tata kelola, menghilangkan birokrasi, dan melawan kampanye seperti di Eropa, yang menyerang dampak lingkungan hidup dari minyak sayur.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang memimpin dalam berbagai jajak pendapat sebelum pemilihan presiden, berencana untuk membentuk badan kelapa sawit yang akan memiliki wewenang untuk menyinkronkan peraturan dari berbagai kementerian yang mengawasi sektor ini, kata anggota tim kampanyenya Panji Irawan di sebuah forum industri sawit pada hari Rabu.

Prabowo, kata Panji, juga akan membantu petani kecil mendapatkan sertifikasi atas lahan yang sebelumnya mereka garap meskipun lahan tersebut disengketakan sebagai kawasan hutan yang seharusnya dilarang untuk ditanami.

Baca juga  Mendengar Aspirasi Umat, Partai Gelora Apresiasi Keputusan Presiden Batalkan Perpres Miras

Produksi minyak sawit Indonesia telah melambat dalam beberapa tahun terakhir karena penuaan pohon, namun para petani mengeluh bahwa mereka tidak dapat mengikuti program penanaman kembali yang disubsidi pemerintah karena masalah seputar penggunaan lahan.

Ganjar Pranowo, kandidat dari partai Presiden Joko Widodo saat ini, bermaksud membentuk kementerian khusus untuk sektor kelapa sawit jika terpilih, kata anggota tim kampanyenya, Danang Girindrawardana, dalam forum tersebut.

“Untuk yang rumit seperti industri sawit, kenapa kita tidak membentuk kementerian? Satu kementerian yang mengawasi sawit dari hulu hingga hilir,” kata Danang.

Saat ini, budidaya kelapa sawit diawasi oleh Kementerian Pertanian, sedangkan pemurniannya diawasi oleh Kementerian Perindustrian.

Baca juga  Pemerintah Harus Ambil Pelajaran Besar dari Aksi Massal Tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja

Mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan, yang dalam jajak-jajak pendapat prapemilu secara praktis setimbang dengan Ganjar, berjanji akan menjaga konsistensi peraturan untuk sektor ini, kata anggota tim kampanyenya, Achmad Nur Hidayat, merujuk pada dampak perubahan kebijakan ekspor Indonesia pada tahun 2022.

Indonesia pada tahun 2022 melarang semua ekspor minyak sawit selama tiga minggu untuk mengendalikan melonjaknya harga minyak goreng dalam negeri, sehingga menciptakan gejolak di pasar minyak nabati global.

Jika terpilih, Anies juga akan menggenjot industri penyulingan minyak sawit dalam negeri baik untuk pangan maupun energi, tambah Achmad. [ab/uh]

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Politik

Dorong Kyai Zul – Rohmi, Pendukung Ramai Ramai Cetak Baju

Politik

Hadapi Covid-19, Anis Matta: Agama sebagai Sumber Optimisme, bukan Fatalisme

Politik

DPD. PSI Kabupaten Landak Rekrutmen Terbuka Bakal Calon Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Landak Secara Online

Politik

Cornelis Hadiri HUT PDI Perjuangan Ke – 48, Ajak Kader Bergotong Royong Bersama Pemerintah

Politik

Karolin-Erani Resmi Ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Landak 2025-2030

Politik

DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat Resmi Menutup Peringatan Bulan Bung Karno Tahun 2020

Politik

YES Preneur Kolaborasi dengan HR Academy dan Kemenkop UKM Resmikan Program ‘GEBER UMKM’

Politik

Saat Petinggi Koalisi Jokowi Bukber Tanpa Golkar-Nasdem
error: Content is protected !!