Cerita Pemilu biarlah para elit pusat ngurusnya. Sekarang, cerita Pilkada jauh lebih menarik. Pilkada Landak mulai muncul penantang Karol Margret Natasa. Ada nama Heri Saman, Erani, dan Vinsensius. Emang berani lawan Karol?
Sebuah pertanyaan menantang. Benar, emang berani tiga tokoh Landak itu menantang Karol? Siapa tidak tahu Karol. Pada Pilkada Landak sebelumnya, tak ada satu manusia pun mau melawannya. Akhirnya, yang bisa melawannya, kotak kosong, maaf bukan otak kosong ya. Benda mati yang tak punya otak, tak punya nyawa, tak punya dosa, tak punya agama, selera, nafsu, itulah kotak kosong. Hanya bende ini yang berani melawan Karol. Hasilnya, ya menanglah putri sulung Cornelis.
“Wajarlah, Karol tak ada lawan, Bang. Waktu itu ia masih anak Gubernur Kalbar, Landak basis terkuat PDIP, asli orang sana lagi. Ayahnya Ketua PDIP Kalbar lagi. Siapa yang mau melawannya, mau masok parit namanye, Bang,” kata kawan teman ngopi.
Pada Pilkada serentak November 2024 depan, Karol dipastikan maju lagi. Cuma, situasinya jauh berubah. Ayah beliau, bukan lagi Gubernur. Hanya anggota DPR RI. Sementara Karol sendiri hanya Sekretaris PDIP Kalbar, bukan ketua. Suara PDIP di Landak juga mengalami penyusutan cukup signifikan. Dulu partai merah ini bisa mendudukkan empat wakilnya di DPRD Kalbar. Kali ini tersisa dua kursi saja. Tanda partai lain menguat. Walaupun PDIP masih menjadi terkuat di Landak, posisi pimpinannya juga sudah berubah. Bukan lagi yang pro Cornelis, melainkan pro Lasarus. Wajar juga setiap ketua DPC wajib loyal pada pemimpin di atasnya.
Dengan situasi sudah berubah ini, makanya muncul tiga penantang Karol. Ada Heri Saman, Ketua DPRD Landak. Lihat gerak-geriknya memang berambisi mau menantang Karol. Sudah ada flyer yang dimainkan oleh timnya di medsos. Belum lagi saat sebelum kampanye, beliau aktif membuka even olahraga seperti turnamen sepakbola. Maklum, beliau juga Ketua KONI. Publik membaca, Heri Saman bakal menantang Karol.
Selain itu, Heri Saman juga Ketua Dewan Adat Dayak Landak. Orang Landak sendiri sangat menjunjung tinggi adat. Kepengurusan DAD juga sampai ke desa dan dusun. Posisi Heri menjadi strategis sebagai penantang Karol.
Lalu, ada Ir Erani, Kadis PU Landak. Lho tahu sendiri yang namanya Kadis PU di mana pun berada pasti tebal dompetnya. Namanya juga mulai ramai disebut. Bahkan, ada polling yang memasukkan nama beliau. Beliau putra Landak asli. Dari zaman Cornelis jadi Bupati Landak sampai sekarang, posisinya sebagai Kadis PU tak tergantikan. Pengaruhnya cukup besar terutama di kalangan kontraktor dan pekerja. Sangat wajar bila jadi penantang mantan bosnya itu.
Terakhir, Vinsensius, Sekda Landak. Saat Pilkada dulu, ia sempat mau bertarung dengan Karol. Ntah apa sebabnya, niatnya diurungkan. Inilah kesempatan Vinsensius bisa menantang mantan bosnya itu. Sebagai asli Landak, beliau cukup populer di tanah kelahirannya.
Dari tiga calon itu, siapa paling siap? Saya jawabnya masih ragu-ragu. Nama itu sengaja dimunculkan, paling hanya mengincar wakilnya Karol. Mirip di Mempawah, orang malah sibuk ngincar wakilnya Erlina, tak ada yang berani menantangnya. Kenapa berebut ngincar kursi wakil? Karena, setelah Karol atau Erlina, dia bisa menjadi calon terkuat sebagai bupati. Biase akal pelanduk, hehehe.
Kalau pun serius, Heri Saman paling pas lawan sepadan Karol. Sebagai Ketua DPRD dan DAD Landak sudah cukup baginya bisa beradu dengan Karol. Apalagi dia juga dekat dengan Lasarus, dan sohib nya Herculanus Heriadi, Ketua PDIP Landak. Dari sini, Heri Saman berpeluang dapatkan tiket dari Megawati.
Lalu bagaimana dengan Karol? Beliau juga kader PDIP, Sekretaris lagi. Nah, di sini letak dilematisnya. Bagi Karok untuk dapatkan tiket tidak susah. Partai seperti Golkar, Nasdem, dan Gerindra akan mudah memberikan golden tiket. Syaratnya keluar dari PDIP, dan siap bergabung dengan koalisi tiga partai itu. Apakah Karol mau? Bisa saja mau, apabila partai yang telah membesarkannya itu lebih memilih Heri Saman.
Atau, Karol merelakan Landak, lebih memilih bertarung lagi di Pilgub Kalbar. Bisa saja begitu. Tak bisa sebagai KB1, bisa saja sebagai wakilnya Sutarmidji. Soalnya, ada kisah kedekatan Sutarmidji dengan keluarga Cornelis ini. Itu artinya PDIP akan mengusung Midji-Karol.
Dugaan saya sih, Karol tetap maju di Landak. Kemungkinan besar lawan kotak kosong lagi. Nama-nama tadi hanya mengincar kursi wakil saja.
#camanewak
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalimantan Barat









