Home / Nasional

Selasa, 12 Maret 2024 - 13:13 WIB

Banjir dan Tanah Longsor di Sumbar, Sedikitnya 26 Tewas

Kawasan pemukiman yang terdampak banjir akibat hujan lebat di Padang, Sumatera Barat, 8 Maret 2024. (Antara Foto/Iggoy el Fitra/ via REUTERS)

Kawasan pemukiman yang terdampak banjir akibat hujan lebat di Padang, Sumatera Barat, 8 Maret 2024. (Antara Foto/Iggoy el Fitra/ via REUTERS)

SUMBAR -Hujan deras selama berhari-hari telah menyebabkan banjir dan tanah longsor di provinsi Sumatera Barat, memaksa lebih dari 70.000 orang dievakuasi. Pihak berwenang melaporkan, hingga hari Senin (11/3), sedikitnya 26 orang tewas, dan enam orang hilang terkait bencana alam itu.

Bencana yang terjadi sejak Kamis lalu di ibu kota provinsi, Padang, dan delapan wilayah lainnya telah merusak hampir 700 rumah, sejumlah jembatan dan sekolah, serta 113 hektare lahan pertanian.

Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) sedang berusaha mencari mereka yang dinyatakan hilang, kata para pejabat, dan 150 anggota tim penyelamat dikerahkan untuk melakukan upaya tersebut, namun terhambat oleh jalan yang diblokir setelah tanah longsor.

Baca juga  IPW : TNI Diperlukan Untuk Membantu Polri Dalam Mengatasi Terorisme

“Pencarian hari ini melibatkan 150 personel dari berbagai lembaga bencana,” kata Abdul Malik, kepala kantor SAR Padang Abdul Malik.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga di kawasan pemukiman yang terkena dampak banjir akibat hujan lebat, di Padang, provinsi Sumatera Barat, 8 Maret 2024. (Antara Foto/Iggoy el Fitra/ via REUTERS)
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga di kawasan pemukiman yang terkena dampak banjir akibat hujan lebat, di Padang, provinsi Sumatera Barat, 8 Maret 2024. (Antara Foto/Iggoy el Fitra/ via REUTERS)

Mereka yang dievakuasi berkumpul di masjid-masjid terdekat, kata Abdul Muhari, juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), namun tidak ada tempat penampungan sementara yang didirikan. Mereka menerima makanan, air dan obat-obatan, sementara yang lain kembali ke rumah setelah air surut.

Baca juga  Jalan Dakwah Ali Jaber, dari Madinah Mengabdi di Indonesia

Sebagian besar wilayah di Padang masih terendam banjir, tambah Abdul, dan jalan-jalan tertutup tanah longsor sepanjang 50 meter di wilayah Padang Pariaman.

Dengan diperkirakan akan terjadi lebih banyak hujan dalam beberapa hari ke depan, badan tersebut memperingatkan akan adanya kerusakan lebih lanjut akibat banjir dan tanah longsor.

Sementara itu juga dilaporkan, kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah tiba Padang pada hari Senin untuk memimpin upaya koordinasi dan evaluasi, serta mendistribusikan dana bantuan darurat.

Musim hujan di Indonesia dimulai pada bulan Januari dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncaknya pada kuartal pertama, khususnya di pulau Jawa dan Sumatera. [ab/uh]

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Nasional

20 Tahun UU Penghapusan KDRT, Komnas Perempuan Soroti Peningkatan Kasus Femisida

Nasional

Survei: 86,6% Masyarakat Indonesia Punya Antibodi COVID-19

Nasional

Gunung Ibu di Halmahera Kembali Meletus, Muntahkan Abu Panas dan Pasir

Nasional

Tingkatkan Tata Kelola Informasi Nasional, Diskominfo Landak Ikuti Kegiatan SAIK Se-Indonesia

Nasional

Kasad Jenderal TNI Mulyono Berikan Penghargaan Kepada Anggota Yang Berprestasi

Nasional

Pendaftaran CPNS Dibuka 17 September 2023, Berikut Batas Usia Pelamar Lulusan SMA dan S1

Nasional

Masih Ada Dua Calon Menteri yang Dipanggil Prabowo Hari Ini, Siapa Mereka?

Nasional

Mengintip Perbandingan Harta Kekayaan 3 Presiden RI: Jokowi, Megawati dan SBY, Siapa Paling Tajir?
error: Content is protected !!