Pontianak – Puncak Pemilu telah berakhir tadi malam. KPU mengumumkan pasangan Prabowo-Gibran (Pragib) pemenangnya. Hanya delapan partai dinyatakan lolos ke Senayan. Sisanya, gagal. Walau dinyatakan selesai, masih menunggu lawan, apakah menggugat ke MK atau tidak. Bila ada menggugat, kemenangan Pragib ditunda dulu. Bila tidak ada, Pragib sah sebagai pengganti Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden RI.
Usai keputusan KPU tadi malam, baru Partai Nasdem mengucapkan selamat dan sukses pada Pragib. Sementara partai lawan lainnya, PDIP, PKB, PKS, PPP belum terdengar. Mungkin belum kali, atau masih menunggu rapat pleno partai dulu. Nasdem walaupun ngucapkan selamat, tidak memungkiri akan melakukan gugatan ke MK dan mendukung hak angket. Inti konferensi pers Surya Paloh, lebih mengedepankan kepentingan nasional dari pada Pemilu itu sendiri.
Di sisi lain, pasangan Anies dan Muhaimin juga muncul. Cuma, tidak mengucapkan selamat pada Pragib. Keduanya masih menyoroti soal ketidakadilan Pemilu. Sementara pasangan Ganjar-Mahfud tidak muncul sama sekali. Karena tak muncul, jadi belum tahu apakah mengakui kemenangan Pragib atau tidak.
Di tingkat dunia, Presiden AS, Joe Biden juga sudah mengakui kemenangan Pragib. Begitu juga presiden Rusia, Vladimir Putin. Ketika sudah banyak ngucapkan selamat atas kemenangan, tiba-tiba dinyatakan tidak sah, gimana rasanya?
Pasti tidak mengenakkan dan menimbulkan ankara murka pendukung Pragib. Emang bisa dibatalkan? Bisalah bila MK menyatakan Pragib terbukti dan menyakinkan melakukan pelanggaran Pemilu secara Terstruktur Sistematis dan Massif (TSM). Walaupun belum ada bukti empiris ada kemenangan dibatalkan gara-gara TSM, tapi UU menyediakan dasar hukumnya. MK satu-satunya lembaga hukum bisa membatalkan kemenangan Pragib.
Cuma, sangat berat membuktikan TSM itu. Walau berat, bukan berarti tak bisa. Tim AMIN paling bernafsu menggugat ke MK. Sebab, kalau bisa dibuktikan TSM, kemenangan Pragib dibatalkan, pasangan AMIN yang dinyatakan menang. Ibarat ada atlet sudah dikalungi medali emas, tiba-tiba dibatalkan karena terbukti melakulan doping. Atlet peraih perak dinyatakan pemenangnya.
Pasangan Ganjar-Mahfud infonya juga melakukan gugatan ke MK. Sampai ada Kapolda aktif mau dijadilan saksi dalam persidangan. Tak hanya ke MK, pasangan ini juga bernafsu mendukung hak angket di DPR RI. Begitu wak.
Sejauh ini, kita tunggu esok atau lusa, apakah pasangan AMIN dan GM layangan gugatan atau tidak. Bila ada, kemenangan Pragib tunda dulu ya, sabar. Para pendukungnya pasti berharap tak ada gugatan agar bisa merayakan secara penuh.
Hal menyedihkan, terlemparnya partai Islam dan tertua lagi, PPP dari Senayan. Partai berlambang Ka’bah ini gagal mencapai 4% ambang batas parlemen. Ironis, terlempar di tengah mayoritas umat Islam. Padahal, ada Sandiaga Uno politisi paling tajir. Nasib berkata lain.
Cukup mengejutkan lagi PSI, partainya anak Presiden Jokowi juga gagal masuk Senayan. Kurang apa lagi partai ini dalam hal logistik. Paling tajir di bawah PDIP, didukung presiden lagi. Hasilnya tetap gagal.
Selamat buat PDIP, Golkar, Gerindra, PKB, Nasdem, PKS, Demokrat, dan PAN lolos ke Senayan. Hanya delapan partai saja. Partai inilah ke depan yang membuat aturan di negeri ini. Delapan partai inilah yang banyak mempengaruhi dan mewarnai negeri bernama nusantara.
Suara saya dan suara ente juga, itulah hasilnya. Pemenangnya adalah yang mendapatkan suara terbanyak. Mereka jadi pemenang bukan karena musyawarah dan mufakat, melainkan karena pilihan terbanyak. Walaupun Pancasila mengamanatkan musyawarah dan mufakat, tetap suara terbanyak sebagai pemenang. Lho merasa kalah, karena suara sedikit. Mau tak mau harus merelakan kemenangan pada peraih suara terbanyak sebagai pemenang. Begitulah demokrasi berjalan.
#camanewak
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar













