Home / Politik

Selasa, 1 November 2022 - 09:32 WIB

Usul NasDem Deklarasi Koalisi 10 November Ditolak PKS

Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS belum menyetujui usulan Partai NasDem untuk mendeklarasikan koalisi mereka bersama Demokrat pada 10 November mendatang.
Juru Bicara PKS, Muhammad Kholid mengatakan partainya belum menyetujui usulan deklarasi tersebut karena pembahasan di tim kecil belum tuntas. Menurut dia, deklarasi baru akan diumumkan jika tim kecil dari masing-masing partai telah tuntas.

“Pembahasan di tim kecil belum tuntas. Kita tuntaskan dulu,” kata Kholid kepada CNNIndonesia.com, Senin (31/10).
Kholid enggan menjelaskan lebih jauh soal beberapa hal yang masih dibahas dan belum disepakati tim kecil rencana koalisi NasDem, PKS, dan Demokrat.

Terlebih, dia menerangkan PKS juga harus melaporkan hasil kesepakatan di tim kecil ke Majelis Syuro. Hasil kesepakatan tersebut nantinya tetap akan diputuskan oleh Majelis Syuro pimpinan Salim Segaf Al-Jufri.

Baca juga  Pangdam XII/Tpr Ikuti Panen Raya Jagung dan Peresmian Seratus Titik Sumber Air oleh Kasad Secara Virtual

“Tim yang tergabung di tim kecil tersebut akan melaporkan hasil pembahasan ke Majelis Syuro untuk kemudian diambil keputusan,” katanya.

NasDem sebelumnya mengusulkan agar rencana koalisi mereka bersama PKS dan Demokrat dapat dideklarasikan pada 10 November mendatang.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali berharap waktu tersebut akan menjadi hadiah bagi partainya karena tepat sehari sebelum ulang tahun partai. Dia juga menyebut deklarasi nantinya sekaligus akan mengumumkan cawapres pendamping Anies Baswedan.

Sementara itu Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat mengaku masih mempertimbangkan usulan Partai NasDem soal tanggal deklarasi koalisi.

Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Putra Mahendra menyebut, selain di internal partai, pembahasan juga masih dilakukan oleh tim kecil koalisi mereka bersama NasDem dan PKS.

“Untuk rencana deklarasi di tanggal 10 November, merupakan usulan dari teman-teman Nasdem. Masih kami diskusikan di tim kecil dan di internal partai kami,” kata Herzaky dalam keterangannya.

Baca juga  Kedapatan Bawa 1 Gram Sabu, Dua Orang PMI Non Prosedural Diamankan Satgas Yonarmed 16/TK

Dia menyebut rencana membentuk Koalisi Perubahan bersama NasDem dan PKS dibentuk dengan prinsip kesetaraan. Sehingga, dia menghormati setiap usulan yang masuk dari masing-masing partai.

Menurut Herzaky, PKS dan Demokrat bebas untuk menyampaikan usulan terkait rencana koalisi ketiga partai. Namun, dia menegaskan semua keputusan tetap harus disepakati bersama.

“Setiap anggota bisa bebas berpendapat dan mengambil sikap masing-masing. Hanya, untuk apapun yang berkaitan dengan rencana koalisi, kami sepakati bersama,” katanya. (thr/wis)

Sumber: CNNI

Share :

Baca Juga

Politik

FIT And  PROPER TEST Calon Anggota OMBUDSMAN RI Periode 2021-2026

Politik

Bakal Cagub Lulus Tes Kesehatan

Politik

Karolin-Erani Resmi Ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Landak 2025-2030

Politik

Karolin-Gidot Komitmen Antisipasi Korupsi Dilingkungan Birokrasi

Politik

849 Fungsionaris Partai Gelora Telah Diberi Pemahaman ‘Arah Baru Indonesia

Politik

Demi Kepentingan Nasional, Partai Gelora Usulkan Koalisi Besar Diberi Nama Koalisi Bersatu

Politik

Demokrat Sebut Anies Baswedan Banyak Janji Tapi Nol Realisasi Soal Cawapres,Surya Paloh Masuk Bursa

Politik

Di Depan Ratusan Kadernya, AHY Perkenalkan Menteri PU Sebagai Anggota Baru Demokrat
error: Content is protected !!