Home / Pemda Landak

Kamis, 28 Maret 2024 - 22:27 WIB

Pj. Bupati Landak Hadiri Rakor TPPS Kabupaten Landak Tahun 2024 di

LANDAK – Pj. Bupati Landak Samuel, SE, M.Si menghadiri Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Landak Tahun 2024. Bertempat di Desa Bilayuk, Kec. Mempawah Hulu. Kamis (28/03/2024).

Dihadiri oleh Kepala Badan dan Kepala Dinas Terkait di lingkungan Pemkab Landak atau yang mewakili, Pj. Ketua TP-PKK Kabupaten Landak, Camat Mempawah Hulu, Kepala Puskesmas Kec. Mempawah Hulu, Ketua TP-PKK Kec. Mempawah Hulu, Sekretaris TPPS Kec. Mempawah Hulu, Kepala Desa se-Kecamatan Mempawah Hulu, Ketua TP-PKK Desa se-Kecamatan Mempawah Hulu, serta undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Pj. Bupati Landak Samuel memberikan apresiasi kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) atas kerjasama yangtelah dibangun dan dirinya juga menyambut baik penyelenggaraan rakor tersebut.

“Saya memandang agenda hari ini sebagai penegasan dan keseriusan bersama sekaligus upaya konkrit untuk menjaga komitmen kolaborasi dan sinergi. Baik dalam hal program kegiatan maupun dalam hal kesamaan persepsi serta tujuan, sehingga akselerasi mewujudkan prevalensi stunting Kabupaten Landak dapat berjalan seefektif dan seefisien mungkin,” ujar Samuel.

Baca juga  Bertemu Ormas Islam, Bupati Landak Siap Datangkan Penceramah Skala Nasional

Lebih lanjut Samuel menyampaikan perlu adanya sinergitas dari pihak-pihak terkait untuk mencegah terjadinya penambahan kasus stunting baru, yang dimulai dari keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, dunia usaha, lembaga masyarakat serta lembaga pemerintah baik itu di tingkat desa, kecamatan hingga di tingkat kabupaten.

“Pada kesempatan ini saya mengingatkan bahwa target kita pada tahun 2024 menurunkan prevalensi stunting hingga 14% yang saat ini prevalensi stunting sebanyak 32,5% menurut data SSGI Tahun 2022. Sinergitas kebijakan, program dan kegiatan di semua lini juga diperlukan untuk mengurangi faktor penyebab stunting yang sangat kompleks ini. Saat terjadinya kasus stunting, penanganan tidak hanya pada satu pihak saja, tetapi diperlukan juga kolaborasi, koordinasi dan aksi nyata bersama untuk dapat meningkatkan intervensi gizi spesifik dan sensitif,” jelas Samuel.

Baca juga  Pemkab Landak Raih Penghargaan Pengembangan Fasilitas Kesehatan Desa di Ajang Tribun Pontianak Awards 2023

Samuel berpendapat bahwa penguatan koordinasi inilah yang menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menghadirkan peran Pemerintah Daerah untuk menjawab tantangan dan permasalahan stunting.

“Membangun komitmen dan memperkuat koordinasi antar stakeholder tentu juga menjadi hal yang penting dalam proses pencegahan dan penanganan kasus stunting. Selain itu, diperlukan juga pendampingan keluarga, salah satunya juga telah dibuktikan dengan terbentuknya Tim Pendamping Keluarga atau TPK yang diharapkan mampu melakukan pendampingan/penyuluhan kepada keluarga berisiko stunting yang ada di Kabupaten Landak,” tukas Samuel.

(Diskominfo Kab. Landak)

Share :

Baca Juga

Pemda Landak

Pj Bupati Landak Hadiri Karnaval dan Perayaan Pesta HUT Ke-6 Nama Pelindung Paroki Santo Yusuf Karangan

Pemda Landak

Pj Bupati Landak Lepas Keberangkatan Jemaah Haji: Menunaikan  Kewajiban Sebagai Hamba Allah Yang Telah Mampu

Pemda Landak

Bupati Karolin Buka Turnamen Ankar Bahana Karimawatn 103 Cup 2026, Tekankan Sportivitas dan Keamanan

Pemda Landak

Bupati Landak Berikan Motivasi Kepada Posko Penanganan Covid-19 Kecamatan

Pemda Landak

Ayo Club Motor, Komitmen Sebagai Pelopor Lalu Lintas

Pemda Landak

DPRD dan Pemkab Landak Sepakati KUA dan PPAS P-APBD 2019

Pemda Landak

Pemkab Landak Menyelenggarakan Acara Ramah Tamah Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-77

Pemda Landak

Pertama di Kalbar, Bupati Karolin Minta Program Peremajaan Sawit Rakyat Digarap Serius
error: Content is protected !!