NGABANG, KALBAR – Hartanto ST,MM, Kepala Balai Besar MKG Wilayah II mengatakan, Sekokah Lapang Iklim (SLI) Operasional adalah merupakan upaya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mendukung ketahanan pangan nasional yang menjadi program dari Pemerintah supaya bangsa Indonesia tetap bisa menyediakan pangan.
Demikian dikatakan Hartanto, disela-sela Acara Sekolah Lapang Iklim (SLI) Operasional pendamping di Desa Amboyo Selatan Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak tahun 2024, Senin (20/05/24), Km 20 Ngabang.
Menurutnya, peserta yang ikut dalam kegiatan ini ada 60 orang dari petani dan 30 orang dari petugas,total keseluruhan berjumlah 90 orang.
“Saya mengharapkan kegiatan SLI dapat meningkatkan pemahaman petani terhadap informasi kehidupan yang berkaitan dengan iklim, sehingga dampak negatif berupa gagal panen atau penurunan produktivitas petani dapat dihindari,”kata Hartanto ST,MM ini.
Dijelasnyannya, upaya BMKG meminimalisir dampak iklim ekstrim dalam bidang petanian,salah satunya adalah melaksanakan kegiatan SLI.
“Tujuan SLI BMKG adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan informasi iklim di wilayahnya sehingga mampu melakukan upaya antisipasi menghadapi iklim,” katanya.
Kegiatan Sekolah Lapang Iklim ini di hadiri langsung Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar,PJ Bupati Landak Samuel,SE,M.Si, Kepala Balai Besar BMKG,Hartanto,ST,MM, Kepala Stasiun Klimatologi Kalbar,Luhur Tri Uji Prayitno,SP,M.Ling,Kepala BAPEDA, Asisten II,Kasklim, BMKG Supadio,Kadis Komimpo, Kepala DPPKP Landak, Camat Ngabang,Danramil,Kapolsek,Kades dan Kepala BPS Kabupaten Landak.
Sementara itu Pj. Bupati Landak Samuel M.Si, mengatakan pihaknya menyambut positif kegiatan yang di programkan oleh BMKG,dan dirinya juga menjelaskan pelaksanaan SLI operasional pendamping ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan petani dalam memanfaatkan informasi iklim di wilayah kerja guna melakukan antisipasi dampak fenomena iklim ekstrem.
“SLI Operasional semoga memiliki mampaat bagi warga peserta sekolah lapang iklim ini,dan semoga menunjang kegiatan yang di laksanakan di lapangan nanti,” katanya.
Ditambahkan bupati, ini merupakan mekanisme untuk membantu para petani memahami informasi iklim.Hal ini dilakukan karena perubahan iklim.
“Tantangannya cukup banyak yang dapat berdampak pada sektor pertanian dan ketahanan pangan, khususnya di Kabupatan landak.Peningkatan produktivitas pertanian tidak terlepas dari masalah iklim,” kata bupati. (One)









