Home / Kab Landak

Senin, 22 Juli 2024 - 18:39 WIB

Dua Tersangka Baru ditetapkan Sebagai Penyahgunaan Pembangunan 8 Pertades Bermasalah di Kabupaten Landak

Hetty Cahyaningrum, Kepala Kejaksaan Negeri Landak.  (Foto: Kejaksaan Negeri Landak)

Hetty Cahyaningrum, Kepala Kejaksaan Negeri Landak. (Foto: Kejaksaan Negeri Landak)

NGABANG, KALBAR- Dua (dua) tersangka baru belum lama ini telah diamankan oleh pihak  Kejaksaan Negeri Landak inisial  SKA  dan SA.

Kini kedua tersangka sudah mendekam di Rutan Kelas 2 Landak.

Mereka terlibat dalam kasus 8 Stasiun Pengisian Bahan Bakar  (SPBU) Pertades Bermasalah  di wilayah Kabupaten Landak tahun 2020-2021,

Sebelumnya IM Menejer PT. MTI, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus 8 Pertades bermasalah di Kabupaten Landak.

IM ditetapkan sebagai tersangka sejak tanggal 18 September 2023. Hingga saat ini menjadi  Daftar Pencarian Orang (DPO), dimana IM bukan orang Kalbar melainkan orang Semarang Provinsi Jawa Tengah.

Hetty Cahyaningrum, Kepala Kejaksaan Negeri Landak kepada wartawan mengatakan hingga saat ini pihaknya masih dalam pemeriksaan tersangka dan para saksi-saksi lainnya.

Baca juga  Penandatanganan MoU Antara Kejaksaan Negeri Landak Dengan KPU Kabupaten Landak

“Kita berharap kasus ini bisa selesai, mengingat hasil pemeriksaan kerugian negara dari kasus 8 Pertades Bermasalah di Kabupaten Landak ini. Sudah ada keluar dari Inspektorat Kabupaten Landak sebesar Rp.1.5 miliar,” kata
Hetty Cahyaningrum, disela-selan Press Gathering Kejaksaan Negeri Landak, Senin (22/07/24) tadi pagi di Ngabang.

Dikatakannya, mantan Koordinator pada Kejati Aceh ini,  khusus ini harus cepat diproses, mengingat terbatasnya waktu, masa penahananya harus segera dilimpahkan ke Pengadilan untuk segera disidangkan.

Dijelaskan Hetty Cahyaningrum, kedua tersangka ini mempunyai peranan masing-masing.

Dimana tersangka SKA adalah direktur dari PT.MTI wilayah Kalbar.  Sementara itu tersangka SA adakalah pelaksana atau Pendor.

Lebih jauh dikatakan  Hetty Cahyaningrum, adapun  modus tersangka ini adalah tidak selesainya pembangunan Pertades yang ada di Kabupaten Landak. Sentara uang sudah diberikan oleh desa atau pihak Bumdes.

Baca juga  Amnesty Dukung Tuntutan Warga Eksil Agar Pemerintah Minta Maaf

“Diantara Pertades yang bermasalah itu diantaranya ada di Desa Paloan, Desa Pawis Ilir, Desa Keranji Pak Idang, Desa Munggu, Desa Sompak, dari 8 yang ada ada 6 yang bermasalah,” beber Hetty Cahyaningrum.

Tambahkan Hestty Cahyanigrum, pihak desa atau Bumdes dalam hal ini, tidak terlibat atau bermasalah.

“Mereka hanya korban, dimana sudah menyerahkan dana, sementara penyelesaian Pertadesnya tidak selesaikan, ” tukasnya.

Share :

Baca Juga

Kab Landak

PMI Landak Laksanakan Donor Darah, Bantu Pemerintah Dalam Ketersediaan Darah

Kab Landak

Dua Alumni Beri Testimoni di Orientasi Mahasiswa Baru UT SALUT Landak

Kab Landak

Misa Malam Natal 2022, Karolin : Berkat Natal Bagi Kita Semua

Kab Landak

Pandemi Covid-19, Kunjungan Perpustakaan Sepi

Kab Landak

Pemkab Landak dan CU Pancur Kasih Bekerja Sama Membina Penangkaran Benih Padi Unggul

Kab Landak

Taman Distan Agro Techno Park Meriahkan Lomba Hut Pemkab Landak Ke-21

Kab Landak

DPD. Perwacitra Landak Bagikan Takjil di Kota Ngabang

Kab Landak

KPU Kabupaten Landak Gelar Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Suara Mengunakan Aplikasi Sirekap Pada Pemilu 2024
error: Content is protected !!