Home / Pemda Landak

Selasa, 30 Juli 2024 - 11:15 WIB

Pemkab Landak Gelar Sosialisasi Anti Korupsi Bagi Pelaku Pengadaan Barang/Jasa

LANDAK, KALBAR – Pemerintah Kabupaten Landak melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa mengelar Sosialisasi Anti Korupsi Bagi Pelaku Pengadaan Barang/jasa, Workshop Kaji Ulang Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa dan E-Purchasing dalam rangka optimalisasi indeks tata kelola pengadaan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Landak Tahun 2024.

Sosialisasi ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Landak Vinsensius, S.Sos,.MMA dan di hadiri oleh Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Landak, di aula kecil Kantor Bupati Landak, Selasa, 30-07-2024.

Dalam kesempatan tersebut Vinsensius menyampaikan bahwa pengadaan barang jasa merupakan salah satu alat untuk menggerakkan perekonomian guna mensejahterakan kehidupan masyarakat, yang menjadi titik terpenting adalah urgensi pelaksanaan pengadaan yang efektif dan efisien serta ekonomis untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari penggunaan anggaran.

“Banyaknya permasalahan yang mengemuka dalam proses pengadaan barang jasa pemerintah, mulai dari daya serap anggaran yang rendah yang selalu terkonsentrasi pada akhir tahun sampai pada penyimpangan proses pengadaan yang berakibat pada kerugian negara. banyak pejabat pemerintah kerap merasa takut melihat di televisi dan media sosial banyak pengadaan barang jasa yang menjadi kasus pengusutan polisi, kejaksaan, maupun KPK,” ujar Vinsensius.

Baca juga  Cegah Banjir, Pemkab Landak Bersihkan Drainase Tersumbat Di Kota Ngabang

Lebih lanjut Vinsensius menyampaikan bahwa tindakan korupsi sesungguhnya tidak hanya bentuk pelanggaran hukum dan etika, namun juga bertentangan dengan ham dan keadilan. korupsi merupakan ancaman terhadap kemanusiaan, ancaman terhadap hak publik, dan ancaman terhadap keberlangsungan bangsa dan negara, karena korupsi merusak sendi-sendi kehidupan.

“Perlu diketahui, bahwa sistem pengadaan secara elektronik hanya merupakan alat. yang lebih penting adalah manusia yang berada di belakangnya, yang mengoperasikan alat ini. organisasi pengadaan harus kuat dan independen. orang-orangnya juga harus orang yang bersih dan profesional dengan standar kode etik yang tinggi. dengan model struktur organisasi pengadaan yang seperti itu, diharapkan permasalahan pengadaan yang selama ini terjadi dapat diselesaikan,” ucap Vinsensius.

Baca juga  Kapolsek Mandor Pantau Langsung Pelaksanaan Vaksinasi Massal di Kantor Camat Mandor

Pada kesempatan yang baik ini, Vinsesius mengajak seluruh pelaku pengadaan untuk secara nyata bersatu padu membangun budaya antikorupsi, guna membangun peradaban dan akhlak baru yang bersih dari semua bentuk korupsi.

“Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP) Pemkab Landak merupakan salah satu komponen dalam penilaian pelaksanaan reformasi birokrasi sesuai dengan permenpan Rb nomor 9 tahun 2023 tentang evaluasi reformasi birokrasi. saya minta seluruh opd memperhatikan realisasi seluruh perencanaan pengadaan yang telah disusun pada sistem informasi rencana umum pengadaan,” tutup Vinsensius. (R)

Share :

Baca Juga

Pemda Landak

Pemkab Landak Siap Laksanakan Program Kiat Guru Secara Mandiri

Pemda Landak

Kemendikbud Bantu PGRI Landak Rp. 350 Juta

Pemda Landak

Penduduk Miskin Kabupaten Landak Tahun 2020 Mengalami Penurunan

Pemda Landak

Tinjau Wilayah Pasca Terdampak Banjir di Munggu, Pj. Bupati Landak Berikan Puluhan Paket Bantuan

Pemda Landak

Bupati Landak Serahkan Bantuan Sembako Kepada Korban Banjir

Pemda Landak

Pemkab Landak Adakan Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Kepala Desa

Pemda Landak

Panen Perdana Ikan Nila Dusun Pampang, Bupati Landak Harap Budidaya Terus Berlanjut

Pemda Landak

Pj. Bupati Landak dan Uskup Agung Pontianak Menghadiri Rakerda LP3KD Kalbar Tahun 2022
error: Content is protected !!