Home / Nasional

Selasa, 13 Agustus 2024 - 07:43 WIB

Dua Menteri Tak Hadir Sidang Kabinet Perdana di IKN, Stafsus Jokowi Beri Penjelasan

JAKARTA – Dua menteri Kabinet Indonesia Maju tidak hadir di sidang kabinet yang digelar di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Senin (12/8/2024).
Keduanya yakni Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Makarim dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga.

Menurut Staf Khusus Presiden, Grace Natalie, kedua menteri tersebut telah menyampaikan izin.

“Mas Menteri Nadiem saat ini sedang cuti karena ada urusan keluarga,” kata Grace Natalie saat dikonfirmasi wartawan pada Senin.

“Sementara Bu Bintang semalam (Minggu, 10 Agustus) hadir di makan malam bersama, namun pagi ini izin untuk tidak hadir, (izin disampaikan) ke Sekretaris Kabinet,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi menggelar sidang kabinet paripurna yang dihadiri para menteri Indonesia Maju dan pejabat terkait pada Senin pagi.
Sidang kali ini digelar di Istana Garuda IKN dimulai pukul 09.30 WITA.

Baca juga  Setelah Diresmikan, akankah Istana Negara di IKN Jadi Simbol Semata?

Dalam pengantar sidang, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa Nusantara dibangun dengan konsep forest city yang dipenuhi dengan tumbuhan hijau.
Selain itu juga merupakan smart city, kota yang ditopang dengan teknologi dalam setiap aktivitas kotanya. “Juga liveable city, kota yang nyaman ditinggali,” ungkap Presiden.

Presiden menekankan betapa sehatnya lingkungan di IKN, merujuk pada indeks kualitas udara yang sangat baik.
Presiden Jokowi juga menyoroti pentingnya perubahan pola pikir dalam rangka pindah ke IKN.

“Kepindahan ke Ibu Kota Nusantara ini juga sudah sering saya sampaikan, bukan pindah fisiknya yang penting, tetapi pindah pola pikir kita, pindah mindset kita, pindah pola kerja kita bisa bekerja dari mana saja juga pindah mobilitasnya,” tegas Kepala Negara.

Selain membahas IKN, sidang paripurna ini juga membahas beberapa isu penting lainnya.
Presiden menyoroti penurunan purchasing manager index (PMI) Indonesia yang telah masuk ke level kontraksi setelah sebelumnya 34 bulan ekspansi berturut-turut.

Baca juga  RI Dalam Bahaya, PBB Kasih Peringatan Tanda Kiamat

Sehingga, Presiden Jokowi menginstruksikan para menteri untuk mengantisipasi penurunan PMI tersebut.

“Saya ingin dicari betul penyebab utamanya dan segera diantisipasi karena penurunan PMI ini saya lihat sudah terjadi sejak 4 bulan terakhir,” ucap Presiden.
Presiden juga menekankan pentingnya belanja produk lokal, kemudahan bahan baku lokal, dan perlindungan terhadap industri dalam negeri.

Selain itu, ia mendorong pencarian pasar ekspor baru untuk mengatasi perlambatan ekonomi dari mitra dagang utama Indonesia.
“Kita harus bisa mencari pasar nontradisional dan mencari potensi pasar baru ekspor kita,” tutur Presiden.

Sumber: Kompas

Share :

Baca Juga

Nasional

Dapat Gelar Doktor Honoris Causa, Erick Thohir Orasi Ilmiah Soal Transformasi BUMN

Nasional

Aturan Baru, PNS Kini Dilarang Sakit

Nasional

Makam Tentara Sekutu di Pulau Morotai jadi Aset Wisata

Nasional

Terbaru Terjawab Sudah Kapan Musim Kemarau 2023 dan Cuaca Panas Sampai Kapan Terjadi, Ini Kata BMKG

Nasional

Kantor KUA Sidareja Di Bom Teroris

Nasional

Respons AHY Soal Mobil Dinas Menteri Bakal Pakai Maung Pindad

Nasional

Reaksi Eksil 1965 dan Kerabat pasca Mahfud MD Tegaskan Mereka Tak Bersalah

Nasional

Jokowi Bakal Jalani Puasa Pertama Bareng Keluarga di Istana Bogor
error: Content is protected !!