Home / Uncategorized

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 07:49 WIB

Ombudman Dorong Pengaturan Tata Kelola Sawit

Suasana Workshop Penguatan Tata Kelola Sawit Indonesia” yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP APKASINDO) pada Rabu (09/10/2024) di Auditorium Kementerian Pertanian RI.

Suasana Workshop Penguatan Tata Kelola Sawit Indonesia” yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP APKASINDO) pada Rabu (09/10/2024) di Auditorium Kementerian Pertanian RI.

JAKARTA –  Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika menjadi pembicara utama dalam acara “Workshop Penguatan Tata Kelola Sawit Indonesia” yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP APKASINDO) pada Rabu (09/10/2024) di Auditorium Kementerian Pertanian RI. Yeka memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi sektor kelapa sawit dan pentingnya pencegahan maladministrasi dalam tata kelolanya.

Menurutnya, tata kelola yang baik dan bersih sangat penting untuk keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia. Sebab, industri ini memiliki peran strategis dalam ekonomi nasional, tapi tanpa tata kelola yang transparan, keberlangsungan industri ini bisa terganggu. “Tata kelola yang baik dan bersih akan memastikan bahwa industri kelapa sawit Indonesia dapat terus berkembang dengan daya saing tinggi di pasar global,”  ungkapny.

Baca juga  Puan Maharani Ungkap Potensi PDIP Dukung Bobby Nasution di Pilgub Sumut,Ikuti 7 Partai Lain

Selain itu Yeka juga menyoroti masalah maladministrasi yang kerap terjadi dalam layanan publik terkait pengelolaan sawit. Maladministrasi sering muncul dalam proses perizinan dan penegakan aturan. “Maladministrasi dalam tata kelola sawit sering terjadi pada tingkat pelayanan publik, mulai dari perizinan hingga penegakan aturan. Ombudsman akan terus mendorong pemerintah untuk memperbaiki sistem pengawasan dan administrasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yeka mengajak para petani dan masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mengawal kebijakan pemerintah terkait kelapa sawit. Kolaborasi antara pemerintah, petani, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan setiap kebijakan dapat berjalan dengan efektif dan tanpa penyimpangan.

Baca juga  Peduli Infrastruktur di Wilayah, Koramil Nanga Pinoh Karya Bhakti Perbaiki Jalan dan Jembatan

“Peran aktif masyarakat dan petani sangat penting dalam mengawal kebijakan pemerintah terkait kelapa sawit, agar kebijakan yang diterapkan dapat berjalan efektif tanpa penyimpangan,” beber Yeka.

Pemaparan Yeka dalam workshop ini memberikan pandangan mendalam tentang bagaimana tata kelola yang baik, pengawasan yang ketat, serta keterlibatan aktif semua pihak dapat mencegah maladministrasi dan menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia.

Sumber: ombudsman.go.id

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Bripka Ya’ Hendri Menerima Laporan Kehilangan KTP Warga Desa Jelimpo

Uncategorized

Surety Bonds Protect Infrastructure Investment

Pemda Landak

Sekda Landak Membuka Rapat Koordinasi Teknis Digitalisasi Pengelolaan Keuangan Daerah dan Pemanfaatan Aplikasi FMIS

Uncategorized

Kasdam XII/Tpr Hadiri Apel Kesiapan Operasi Bina Karuna Kapuas Tahap II di Mapolda Kalbar

Uncategorized

Temui Warga, Polisi Ajak Jaga Kamtibmas Wilayah

Uncategorized

Automated Containers Make Organic Urban Farming Feasible

Uncategorized

Sambangi Dusun Panga , Aksi Penyemprotan Dilakukan Satgas Pamtas Yonif 642

Uncategorized

Kanit Sabhara Polsek Sengah Temila Jadi Pembina Upacara di SMPN 6, Sampaikan Pesan Disiplin kepada Pelajar
error: Content is protected !!