Home / Internasional

Minggu, 13 Oktober 2024 - 06:07 WIB

Lindungi Pedagang Kecil, Pemerintah Minta Apple, Google Blokir Dua Aplikasi China

Halaman situs web Temu pada 23 Juni 2023 di New York. (Foto: AP)

Halaman situs web Temu pada 23 Juni 2023 di New York. (Foto: AP)

Model bisnis Temu, yang menghubungkan konsumen secara langsung dengan pabrik-pabrik di China untuk mengurangi harga secara signifikan, merupakan “persaingan yang tidak sehat.”

JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, Jumat (11/10), meminta Google, dan Apple untuk memblokir aplikasi e-commerce mode cepat asal China, Temu, dari toko aplikasi mereka agar tidak dapat diunduh.

Pemerintah menegaskan bahwa langkah tersebut sebagai upaya antisipasi dalam melindungi usaha kecil dan menengah dari gempuran produk murah yang ditawarkan oleh PDD Holdings, perusahaan pemilik Temu. Hingga kini pemerintah belum menemukan adanya sebuah transaksi apa pun dari platform tersebut.

Pertumbuhan Temu yang cepat telah memicu pengawasan ketat atas model bisnis berbiaya rendahnya dalam mengirim paket ke pelanggan dari China oleh beberapa negara.

Model bisnis Temu, yang menghubungkan konsumen secara langsung dengan pabrik-pabrik di China untuk mengurangi harga secara signifikan, merupakan “persaingan yang tidak sehat,” tegas Budi.

“Kami di sini bukan untuk melindungi e-commerce, tetapi kami melindungi usaha kecil dan menengah. Ada jutaan yang harus kami lindungi,” katanya.

Budi menegaskan bahwa pemerintah akan memblokir semua investasi yang dilakukan Temu di e-commerce lokal jika tindakan tersebut dilakukan. Namun, ia belum mendapatkan informasi terkait rencana tersebut.

Budi juga mengatakan pemerintah berencana untuk meminta pemblokiran serupa untuk layanan belanja asal China, Shein.

Temu, Shein, Apple, dan Google tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar. Temu masih dapat diunduh di toko aplikasi di Tanah Air.

Indonesia memaksa platform media sosial asal China, ByteDance, untuk menutup layanan e-commerce TikTok pada tahun lalu demi melindungi pedagang lokal dan data pengguna.

Beberapa bulan setelahnya, TikTok sepakat mengakusisi saham mayoritas di unit e-commerce milik konglomerat teknologi, GoTo, untuk tetap bersaing di pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara.

E-commerce Bukalapak.com pada Selasa menepis laporan mengenai rencana akuisisi oleh Temu.

Menurut laporan dari Google, investor Singapura Temasek Holdings, dan konsultan Bain & Co., industri e-commerce Indonesia diperkirakan akan tumbuh menjadi sekitar $160 miliar pada 2030, naik dari $62 miliar pada 2023. [ah/ft]

Sumber: VOAI

Share :

Baca Juga

Internasional

Setelah Bertelepon dengan Jokowi, Presiden Iran Bertelepon dengan Erdogan Bahas Serangan Israel ke Palestina

Internasional

Hari Ini, Turki Gelar Pemilu Presiden dan Parlemen

Internasional

Bertemu Xi, Biden Tegaskan Kebijakan ‘Satu China’ AS

Internasional

Laporan: Pesawat China dengan 133 Penumpang Jatuh

Internasional

Kemlu Diserukan Tunjuk Utusan Khusus soal Isu Palestina

Internasional

Jutaan Warga AS Terancam Diusir dari Rumah

Internasional

Duterte: Saya Ingin Seluruh Teroris Mati

Internasional

Kemlu: Pemerintah Indonesia Belum Berniat Lakukan Normalisasi dengan Israel
error: Content is protected !!