Home / Internasional

Senin, 2 Agustus 2021 - 07:58 WIB

Jutaan Warga AS Terancam Diusir dari Rumah

Kerumunan orang di Times Square, AS, pada 13 Juli 2021 di New York City. (Foto: AFP)

VOA – Larangan pengusiran dari rumah yang diberlakukan oleh pemerintah karena pandemi akan habis masa berlakunya Sabtu (31/7) tengah malam. Akibatnya jutaan warga AS berisiko diusir dari rumah mereka.

Pada Jumat (30/7), DPR AS melakukan reses tanpa meninjau isu perlindungan pengontrak setelah seorang anggota Kongres dari Partai Republik memblok upaya untuk memperpanjangnya hingga 18 Oktober. Para pemimpin Demokrat mengatakan mereka kekurangan dukungan yang cukup untuk menggulirkan usulan menjadi pemungutan suara resmi.

Senat AS mengadakan sesi Sabtu (31/7), tapi para pemimpin tidak memberi indikasi mereka akan mempertimbangkan untuk memperpanjang larangan pengusiran itu. Gedung Putih telah mengambil sikap bahwa pihaknya tidak akan memperpanjang perlindungan itu secara sepihak, karena tak punya otoritas hukum untuk melakukannya.

Lebih dari 15 juta orang dalam 6.5 juta rumah tangga AS menunggak biaya kontrakan, menurut sebuah studi oleh Aspen Institute dan COVID-19 Eviction Defense Project. Secara kolektif, mereka mengutang lebih 20 milyar dolar kepada pemilik kontrakan.

Kelompok-kelompok pemilik kontrakan menentang moratorium itu. Dan sebagian pemilik kesulitan membayar KPR, pajak dan premi asuransi terkait properti tanpa pendapatan dari sewa. [vm/ft]

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Internasional

Rencanakan Bunuh Dubes Myanmar untuk PBB, 2 Pria Myanmar Ditangkap di AS

Internasional

China Laporkan Kematian akibat Covid Pertama dalam 8 Bulan CNN Indonesia

Internasional

Indonesia Godok Peraturan Pemerintah untuk Fasilitasi Diaspora Eks-WNI di Luar Negeri

Internasional

Jokowi akan Bertemu Biden di Gedung Putih Hari Senin

Internasional

Akankah Angkatan Udara China Melampaui Superioritas AS di Udara?

Internasional

105 Negara Miskin akan Peroleh Pil COVID Merck Dengan Harga Terjangkau

Internasional

Tiga Warga Indonesia Cedera dalam Gempa di Turki

Internasional

Taliban Tunjuk Tokoh yang Dikenai Sanksi PBB sebagai Pemimpin Pemerintahan Baru
error: Content is protected !!