Home / Internasional

Senin, 6 Maret 2023 - 09:06 WIB

Api Lalap Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Kobaran api melalap kamp pengungsi Rohingya di Balukhali, distrik Cox's Bazar, Bangladesh, Minggu 5 Maret 2023.

Kobaran api melalap kamp pengungsi Rohingya di Balukhali, distrik Cox's Bazar, Bangladesh, Minggu 5 Maret 2023.

Cox’s Bazar, Bangladesh — Kebakaran besar melanda kamp pengungsi warga Muslim-Rohingya yang penuh sesak di selatan Bangladesh hari Minggu (5/3), membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggal.

Associated Press mengutip keterangan Emdadul Haque, seorang petugas pemadam kebakaran, melaporkan tidak ada korban luka-luka atau meninggal yang dilaporkan akibat kebakaran di kamp Balukhali, di distrik Cox’s Bazar itu.

UNHCR di Bangladesh mencuit bahwa relawan pengungsi Rohingga berupaya memadamkan kebakaran dan memberi dukungan pada para pengungsi. “Sejauh ini 2.000 tenda penampungan rusak atau hancur. Dua belas ribu pengungsi Rohingya kembali kehilangan semua milik mereka. Sembilan puluh fasilitas, termasuk rumah sakit dan tempat belajar, terbakar habis.”

Baca juga  Populer: Rafael Alun Mangkir dari Pencopotan; Irjen Kemenkeu Jadi Komisaris BRI

Hafez Rahim Ullah dan Amena Akhter mengatakan kepada Associated Press bahwa semua barang mereka hancur. “Saya sedang membawa ibu saya ke dokter. Ketika kembali, semuanya sudah terbakar,” ujar Akhter dengan lirih.

Lebih dari satu juta pengungsi Muslim-Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh selama beberapa dekade ini, termasuk sekitar 740.000 orang yang melintasi perbatasan pada Agustus 2017 ketiak militer Myanmar melancarkan tindakan penumpasan.

Kondisi di Myanmar semakin memburuk pasca kudeta militer 1 Februari 2021 dan upaya memulangkan para pengungsi berulangkali gagal.

Baca juga  Menlu AS Blinken Nyatakan Komitmen Kuat AS terhadap Indonesia

Tahun lalu Amerika mengatakan penindasan terhadap warga Rohingya di Myanmar setara dengan genosida. Hal ini disampaikan setelah Amerika mengkonfirmasi laporan tentang kekejaman massal terhadap warga sipil oleh militer Myanmar, yang merupakan kampanye sistematis terhadap etnis minoritas itu.

Warga Muslim-Rohingya menghadapi diskriminasi yang meluas di Myanmar, yang mayoritas beragama Budha. Sebagian besar warga ditolak kewarganegaraannya, demikian pula hak-hak lainnya. [em/jm]

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Internasional

Labubu, Dari Tato Sampai Rela Antri dan Rebutan Boneka Lucu

Internasional

Erdogan Geram Masjid Al-Aqsa Diserang: Turki Tidak Akan Tinggal Diam!

Internasional

Prabowo Utus Menlu Hadiri KTT BRICS, Pengamat: Ini Menunjukkan Ketertarikan Indonesia

Internasional

6.266 Warga Ukraina Baru Dievakuasi, Termasuk dari Mariupol

Internasional

JK: Peredaran Senjata Bebas Persulit Damai di Marawi

Internasional

Indonesia Ketua ASEAN, PBB Lontarkan Kritik Pedas Terkait Myanmar

Internasional

Freeport-McMoRan: Pusat Data Tingkatkan Permintaan Tembaga

Internasional

Serangan Israel terhadap Pasukan UNIFIL Disengaja
error: Content is protected !!