Home / Internasional

Rabu, 23 Oktober 2024 - 06:49 WIB

Freeport-McMoRan: Pusat Data Tingkatkan Permintaan Tembaga

FILE: Logo perusahaan tambang tembaga Freeport-McMoRan Inc di kantor mereka di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat, 30 Juni 2022. (Ernest Scheyder/REUTERS)

FILE: Logo perusahaan tambang tembaga Freeport-McMoRan Inc di kantor mereka di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat, 30 Juni 2022. (Ernest Scheyder/REUTERS)

Harga realisasi rata-rata kuartalan Freeport untuk tembaga naik 13,2 persen menjadi $4,30 per pon, sementara produksi logam tersebut turun 3,1 persen menjadi 1,05 miliar pon yang dapat dipulihkan pada kuartal tersebut.

VOA – Freeport-McMoRan, Selasa (22/10) mengatakan permintaan tembaga diperkirakan akan meningkat seiring dengan lebih banyak pusat data yang dibangun, dan perusahaan tambang tersebut melaporkan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan, karena harga logam merah ini, yang lebih tinggi, mengimbangi penurunan produksi.

Harga tembaga rata-rata naik pada kuartal ketiga karena tanda-tanda permintaan yang lebih baik di konsumen utama China, persediaan yang menurun, dan karena negara tersebut mengeluarkan berbagai langkah stimulus untuk meningkatkan ekonominya yang sedang lesu.

Harga realisasi rata-rata kuartalan Freeport untuk tembaga naik 13,2 persen menjadi $4,30 per pon, sementara produksi logam tersebut turun 3,1 persen menjadi 1,05 miliar pon yang dapat dipulihkan pada kuartal tersebut. Perusahaan itu mengatakan bahwa mereka melihat permintaan yang kuat untuk kabel listrik dan kawat bangunan yang terkait dengan infrastruktur listrik dan pusat data di Amerika Serikat.

“Kedua sektor yang sedang berkembang itu lebih dari sekadar mengimbangi kelemahan di sektor permintaan tradisional,” kata CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk dalam keterangannya.

Smelter Freeport Indonesia. (Facebook/IDFreeport)
Smelter Freeport Indonesia. (Facebook/IDFreeport)

Pekan lalu, Freeport menghentikan produksi katode tembaga di smelter Manyar, Jawa Timur, setelah kebakaran terjadi di unit asam sulfat di lokasi tersebut, yang kemudian berhasil dipadamkan.

Reuters melaporkan pekan lalu bahwa Freeport akan menunda penjualan tembaga olahan dari Indonesia hingga kuartal kedua 2025 karena kebakaran tersebut, menyebabkan penundaan produksi lebih lanjut, menurut dua sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Perusahaan itu mengatakan pada Selasa bahwa mereka mengharapkan biaya perbaikan untuk smelter Manyar akan ditanggung oleh asuransi.

Berdasarkan perhitungan biaya yang disesuaikan, Freeport memperoleh laba 38 sen per saham pada kuartal ketiga, dibandingkan dengan estimasi analis rata-rata sebesar 35 sen per saham, menurut data yang dikumpulkan oleh LSEG.

Saham perusahaan ini naik 1,1 persen pada $48,45. [ns/ab]

Sumber: VOAI

Share :

Baca Juga

Internasional

Lima Polisi Tewas dalam Serangan Pemberontak Maois di India

Internasional

Sekjen NATO Peringatkan Putin Konsekuensi Penggunaan Nuklir di Ukraina

Internasional

Kehadiran Pasukan AS Jadi Fokus Pertemuan Biden dan PM Irak

Internasional

Laporan Partai Republik AS Sebut Virus Corona Bocor dari Laboratorium China

Internasional

Divonis Bersalah, Trump Jadi Mantan Presiden AS Pertama yang Dihukum

Internasional

Khawatir Potensi Perang Berskala Besar, Indonesia Desak Semua Pihak untuk Menahan Diri

Internasional

Tersangka Penikam Salman Rushdie Didakwa Percobaan Pembunuhan

Internasional

Para Pejabat AS Perdebatkan Mandat Masker, Vaksinasi, dan Lonjakan Varian Delta
error: Content is protected !!