Home / Internasional

Minggu, 17 Juli 2022 - 09:55 WIB

Biden Akhiri Lawatan untuk Tegaskan Pengaruh AS di Timteng

Presiden AS Joe Biden (tengah kiri) dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (tengah) bersiap untuk foto bersama di sela pertemuan Dewan Kerja Sama Teluk di Jeddah, Arab Saudi, Sabtu, 16 Juli 2022. (Foto: AP)

Presiden AS Joe Biden (tengah kiri) dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (tengah) bersiap untuk foto bersama di sela pertemuan Dewan Kerja Sama Teluk di Jeddah, Arab Saudi, Sabtu, 16 Juli 2022. (Foto: AP)

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bertolak ke Washington DC pada Sabtu (16/7) setelah bertemu dengan para pemimpin Arab di Jeddah, Arab Saudi. Dalam lawatan itu, ia memaparkan visinya tentang keterlibatan AS di Timur Tengah untuk melawan Iran dan menegaskan pengaruhnya dalam kompetisi strategis dengan China dan Rusia.

“AS berkomitmen untuk membangun masa depan yang positif di kawasan ini, kemitraan dengan kalian semua,” kata Biden dalam sambutan di KTT GCC+3, pertemuan para pemimpin dari Dewan Kerja Sama Teluk – Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab – plus Mesir, Irak dan Yordania.

“Kami tidak akan menjauh dan meninggalkan kevakuman untuk diisi China, Rusia atau Iran,” katanya. “Kami akan berusaha mengembangkan momen ini dengan kepemimpinan yang aktif dan berprinsip.”

Biden memaparkan prinsip-prinsip keterlibatan AS di kawasan itu, termasuk mempererat kemitraan dan mendukung kapabilitas pertahanan negara-negara yang “berbasis pada aturan tatanan internasional,” dan menghalangi kekuatan asing dan regional yang berusaha mendominasi lewat aksi militer dan membahayakan kebebasan navigasi.

Biden juga mengumumkan bantuan keamanan pangan sebesar $1 miliar atau sekitar Rp 15 triliun untuk Timur Tengah dan Afrika Utara. Ia menyambut baik janji bantuan $3 miliar atau

Rp 45 triliun dari para pemimpin Arab untuk infrastruktur global dan inisiatif investasi yang diluncurkan Washington untuk melawan program Sabuk dan Jalan China. [vm/ft]

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Internasional

Dikucilkan, Qatar Minta Warganya Tinggalkan UEA

Internasional

Puluhan Ribu Warga AS Tewas Overdosis Fentanyl China, Senat Usulkan Sanksi baru

Internasional

Indonesia Ketua ASEAN, PBB Lontarkan Kritik Pedas Terkait Myanmar

Internasional

Dokumen Bocor Tunjukkan Keraguan Facebook Membatasi Konten Perpecahan di India

Internasional

AS Jatuhkan Sanksi kepada Uganda karena Sahkan UU Anti-LGBT

Internasional

Pertegas Komitmen AS kepada Indonesia, 3 Juta Dosis Vaksin Moderna Tiba

Internasional

Akankah Angkatan Udara China Melampaui Superioritas AS di Udara?

Internasional

Trump Didakwa: Mantan Presiden AS Pertama yang Dijerat Kasus Kriminal
error: Content is protected !!