Home / Nasional

Kamis, 17 Oktober 2024 - 07:24 WIB

Prabowo Rayu PDI-P untuk Berkoalisi; Temui Para Calon Menteri

Presiden Terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto, di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, 12 Agustus 2024, menegaskan akan melanjutkan pembangunan Mega proyek IKN di masa pemerintahannya. (Biro Setpres)

Presiden Terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto, di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, 12 Agustus 2024, menegaskan akan melanjutkan pembangunan Mega proyek IKN di masa pemerintahannya. (Biro Setpres)

Presiden terpilih Prabowo Subianto masih terus memanggil calon-calon menteri yang akan dipilih untuk menduduki kabinetnya pada Selasa (15/10). Sementara di sisi lain, Prabowo juga tengah berupaya mengajak PDI-P bergabung dalam pemerintahan koalisi.

Jika Prabowo berhasil menggandeng PDI-P, maka untuk pertama kalinya sejak pemilihan presiden langsung dimulai pada 2004, tidak akan ada partai oposisi di DPR.

Prabowo dijadwalkan dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober. Ia memanggil lebih dari 40 orang pada Senin (14/10), termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, untuk bergabung dengan pemerintahannya.

Baca juga  Kapolsek Menyuke Pantau Langsung Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap II Ke Kecamatan Menyuke

Pada Selasa (15/10), Prabowo kembali memanggil puluhan calon wakil menteri, kata Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.

Walaupun tidak ada anggota DPR dari PDI-P yang datang ke rumahnya hingga petang, salah seorang pejabat Gerindra, mengatakan Prabowo berencana menemui Ketua Umum PDI-P Megawati Sukarnoputri untuk menjajaki kemungkinan berkoalisi.

Waktu pertemuan belum diketahui.

Ketidakadaan oposisi di DPR akan memungkinkan aliansi delapan partai untuk mendukung agenda legislatif Prabowo secara lebih lancar. Namun, hal ini juga memunculkan kekhawatiran minimnya pengawasan terhadap kekuasaan Prabowo.

Tujuh dari delapan partai di DPR saat ini bergabung dalam koalisi Prabowo.

Baca juga  MER-C Sesalkan Penembakan Tewas Aktivis Dokter

PDI-P, yang meraih kursi terbanyak dalam Pemilu 2024, mencalonkan Jokowi pada Pilpres 2014, dan berhasil meraih kemenangan. Namun, hubungan keduanya memburuk ketika Jokowi secara diam-diam justru mendukung Prabowo selama masa kampanye.

Selama lima tahun masa jabatan kedua, Jokowi didukung oleh mayoritas partai di parlemen, hanya ada dua partai yang berperan sebagai oposisi. [ah/rs]

Sumber: VPAI

Share :

Baca Juga

Nasional

Komnas HAM: Kerusuhan di Wamena termasuk Pelanggaran HAM

Nasional

Jokowi: Pembangunan IKN Nusantara Selesai dalam 15 Tahun

Nasional

PPATK Sebut Ada Indikasi Dana Mengalir ke Aktivitas Terlarang

Nasional

Prabowo: Saya Beri Wewenang Copot Segera, Suruh Tinggal di Rumah Saja

Nasional

“Saya Emosi, Istri Saya Mau Diperkosa Mertua”

Nasional

Dapatkah Konsep Restorative Justice Dipakai dalam Kasus Korupsi?

Nasional

GR-PRAI Desak Komisi III DPR RI Tegur KPK, Ini Alasannya

Nasional

55 WNA Digerebek Polisi di Rumah Mewah Duren Sawit Terkait Penipuan Jaringan Internasional
error: Content is protected !!