Home / Nasional

Senin, 31 Oktober 2022 - 21:59 WIB

Indonesia Cabut Lisensi Produksi Obat Sirup Terkait Gangguan Ginjal Akut

VOA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Senin (31/10), menyatakan telah mencabut izin produksi obat jenis sirop dari dua perusahaan lokal karena melanggar aturan manufaktur, sementara lembaga itu menyelidiki kematian lebih dari 150 anak-anak karena gangguan ginjal akut (GGA).

Keputusan itu diambil setelah pemerintah untuk sementara melarang penjualan beberapa obat berbasis sirup dan mengidentifikasi adanya beberapa produk etilen glikol dan dietilen glikol sebagai faktor yang mungkin menjadi penyebab kematian GGA, yang sebagian besar korbannya adalah anak balita.

Etilen glikol dan dietilen glikol sering digunakan dalam senyawa antibeku dan minyak rem dan aplikasi industri lainnya tetapi juga sering dimanfaatkan sebagai alternatif yang lebih murah di beberapa produk farmasi untuk gliserin, pelarut atau zat pengental dalam banyak sirup obat batuk. Sayangnya, bahan ini bisa menjadi racun dan menyebabkan GGA.

Baca juga  Pangdam XII/Tpr Pimpin Sertijab Enam Pamen Kodam

Kepala BPOM Penny K. Lukito mengatakan kepada wartawan bahwa izin produksi “cairan oral” dari dua perusahaan, PT Yarindo Farmatama dan PT Universal Pharmaceutical Industries, telah dicabut, sambil menambahkan bahwa BPOM sedang mengupayakan gugatan kriminal terhadap mereka.

Kedua perusahaan memproduksi obat dengan bahan baku di bawah standar, tidak melaporkan perubahan bahan dan menggunakan beberapa bahan melebihi pedoman, kata Penny.

Polisi mengunjungi toko obat di Banda Aceh, untuk memeriksa formula sirup untuk anak-anak, menyusul meningkatnya kematian anak akibat cedera ginjal, 24 Oktober 2022. (CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP)
Polisi mengunjungi toko obat di Banda Aceh, untuk memeriksa formula sirup untuk anak-anak, menyusul meningkatnya kematian anak akibat cedera ginjal, 24 Oktober 2022. (CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP)

PT Yarindo Farmatama tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters. Seorang pengacara PT Universal Pharmaceutical Industries menolak berkomentar dengan alasan penyelidikan masih berlangsung.

Indonesia telah mengalami lonjakan kasus gangguan ginjal akut di kalangan anak-anak sejak Agustus, yang menurut menteri kesehatannya kemungkinan besar disebabkan oleh perubahan bahan baku yang digunakan dalam sirup obat batuk dan demam. Indonesia mengimpor bahan baku obat sebagian besar dari China dan India, menurut Kementerian Kesehatan.

Baca juga  Dalam Sosialisasi Kebangsaan, Kemenag Sukoharjo Sampaikan 'Jangan Pernah Salah Menafsirkan Pemahaman'

Pihak berwenang mengatakan pelarut yang digunakan dalam sirup dari kedua perusahaan tersebut tidak murni. BPOM mengatakan pada hari Senin salah satu pelarut ini, propilen glikol, dibuat oleh Dow Chemical Thailand. Perusahaan itu tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters.

BPOM mengatakan akan mencari distributor dari kedua produsen obat tersebut untuk melihat apakah mereka memasok bahan ke perusahaan-perusahaan farmasi lain.

Indonesia menyelidiki kasus gangguan ginjal akut dengan berkonsultasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyusul insiden serupa di Gambia awal tahun ini. Di negara itu, ada 70 kematian terkait dengan obat sirup yang dibuat oleh perusahaan India, Maiden Pharmaceuticals. [ab/uh]

Sumber: VOA

Share :

Baca Juga

Nasional

Prabowo Lantik Menteri Kabinet Merah Putih Senin Pagi

Nasional

Lika-Liku Tuntutan Guru Honorer Diangkat PPPK Tanpa Seleksi

Nasional

Kapolda Jatim: Ledakan Sidoarjo dan Surabaya Berhubungan

Nasional

Peringatan Dini Besok Rabu 3 Mei 2023, Info BMKG 24 Wilayah Patut Waspada Cuaca Ekstrem

Nasional

Komnas HAM Selidiki Demonstran yang Tewas di Sulteng

Nasional

Presiden Ingin Peta Jalan Pencalonan Tuan Rumah Olimpiade 2032 Disiapkan dengan Baik

Nasional

Pimpinan Lintas Agama Desak Pengesahan RUU Perlindungan PRT

Nasional

Cara Dapat Token Listrik Gratis Sampai Maret 2021
error: Content is protected !!