Home / Nasional

Jumat, 23 September 2022 - 17:32 WIB

Dalam Sosialisasi Kebangsaan, Kemenag Sukoharjo Sampaikan ‘Jangan Pernah Salah Menafsirkan Pemahaman’

Foto bersama jajaran Pengurus Ponpes PPTQ Ulul Albab

Foto bersama jajaran Pengurus Ponpes PPTQ Ulul Albab

SUKOHARJO – Indonesia adalah negara persatuan dengan kepulauan, adat istiadat, budaya dan agama yang begitu beragam. Hal tersebut patut disyukuri, karena sejauh ini Indonesia masuk dalam negara dengan tingkat toleransi yang tinggi.

Seperti yang disampaikan Ka Kemenag Kab. Sukoharjo, Drs. H. Muh. Mulai, M. PdI pada saat menyampaikan materi Wawasan Kebangsaan di Ponpes PPTQ Ulul Albab, Glodog, Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Menurutnya, kita wajib bersyukur dimana Indonesia adalah Negara persatuan meskipun banyak pulau, adat istiadat, budaya dan agama serta ada hanya ada 6 agama yang diakui di Indonesia salah satunya adalah agama Islam.

Dijelasnya, belajar tentang Islam harus dilakukan secara menyeluruh, artinya jangan hanya bagian tertentu saja atau sepotong-sepotong serta tidak salah menafsirkan pemahaman dan tidak menyalahkan orang lain termasuk bagi umat agama yang berbeda.

“Alqur’an harus dipedomani dan diamalkan dengan baik dalam setiap sendi kehidupan, dengan adanya kecintaan maka akan timbul sikap saling menghormati,” ucap Muh. Mulai, pada Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dengan tema ‘Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Berlandaskan Nilai-Nilai Pancasila dan Toleransi Untuk Menciptakan Wasathiyah Menuju Ridho Allah Ta’alaTa’ala,’ Jum’at, 23 Sep 2022, di Ponpes PPTQ Ulul Albab, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Sehingga, lanjutnya, cukup prihatin dengan adanya beberapa informasi yang saat ini viral, dimana faktanya ada kasus kekerasan/penganiayaan di Ponpes santri yang dilakukan oleh senior dan yunior hingga mengakibatkan meninggal dunia.

Baca juga  Bupati Landak Hadiri Pembukaan MTQ Ke-33 Tingkat Kalbar di Kapuas Hulu

Menurutnya, Ponpes seharusnya mengadopsi Ponpes ramah anak, perlu komitmen bersama bahwa kekerasan di Pondok yang pernah ada, maka kasus kekerasan ini jangan sampai terulang. Jangan sampai senior memperkusi yunior, contohnya senior memperkusi/bulying ke santri yunior.

“Kita harus membangun budaya santri patuh kepada Kyai, santri selama didalam harus mentaati tata tertib Ponpes begitu juga setelah keluar agar bisa mentaati peraturan masyarakat, bagian dari upaya agar bisa mewujudkan Program Pesantren Ramah Anak,”

Selain itu, Muh Mulai juga berharap agar kegiatan dan silaturahmi tetap terjaga sebagai perwujudan dari pengamalan nilai -nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, dari perbedaan yang ada bisa berkolaborasi melalui komunikasi aktif untuk menciptakan sebuah kekuatan dalam bingkai NKRI.

Ditempat yang sama, Direktur Ponpes PPTQ Ulul Albab Ustadz Abdurrahman menegaskan agar dalam menjalankan perintah Allah SWT, meninggalkan perbuatan dosa, maksiat dan berhati-hati dalam menjalankan kehidupan dengan menjadikan ketaqwaan sebagai pondasi dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat dan bernegara.

“Ponpes Ulul Albab Tahfizul Quran program utama orientasinya adalah santri menghafal Alquran 30 jus, Ponpes lama sejak 1996 yang terus isriqomah di Sukoharjo kemudian menjamur Ponpes sejenis sampai hari ini. Untuk santri Putra dan Putri jumlah 678, lokasinya di pisah saat ini terus sedang pengembangan asrama baru,” ucap Ustadz Abdurahman.

Baca juga  Akademisi Hingga Wapres Soroti Putusan PN Jakarta Pusat untuk Tunda Pemilu

Aipda Afandi Sat Bimmas Polres Sukoharjo yang juga hadir dalam kegiatan tersebut berharap agar silaturahmi ini bisa saling mengenal dan bersatu.

“Melalui Moderasi Beragama antara Aparat Keamanan, Pemerintah dan para Kyai serta kedepan bisa terus berkolaborasi dan bermitra sehingga tidak ada timbul kecurigaan,” pungkas Aipda Afandi.

Ia berharap para santri di Ponpes Ulul Albab Ds. Godog Kec Polokarto, Sukoharjo Jawa Tengah di Ponpes, fokus belajar, mengaji, membaca Quran.

“Jangan ada perbuatan perkusi, kekerasan yang dilakukan senior kepada juniornya,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, pelaksanaan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dengan tema ‘Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Berlandaskan Nilai-Nilai Pancasila dan Toleransi Untuk Menciptakan Wasathiyah Menuju Ridho Allah Ta’alaTa’ala,’ pada Jum’at, 23 September 2022, pukul 04.30 WIB sampai dengan 07.00 WIB, bertempat di Halaman tengah Ponpes PPTQ Ulul Albab, Dk. Glodog Kec. Polokarto Kab. Sukoharjo, Jawa Tengah, dengan menghadirkan peserta 500 orang santri putra Ponpes Ulul Albab Ds. Godog Kec Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah. (r)

Share :

Baca Juga

Nasional

PBNU dan PP Muhammadiyah Angkat Bicara Soal Jokowi Larang Buka Puasa Bersama

Nasional

PKL Makanan dan Minuman Wajib Bersertifikat Halal Mulai 17 Oktober 2024, Bisa Diurus Gratis Mulai Sekarang

Nasional

Banjir Dahsyat, Lanskap Yellowstone Berubah Drastis

Nasional

Terbongkar Dalang di Balik Pelecehan Miss Universe Indonesia,Sosok Ini Diduga Paksa Finalis Bugil

Nasional

Profil Joko Sutopo Bupati Wonogiri Disorot Usai Seluruh Kades Dapat Yamaha NMax dengan Dana 9 Miliar

Nasional

Komnas Perempuan Sambut Baik Penghapusan “Tes Keperawanan” di TNI AD

Nasional

Masa Tugas Berakhir, Berikut Perasaaan Wapres Yusuf Kalla

Nasional

Pembatasan Ekspor Sejumlah Komoditas Indonesia Menggemparkan Pasar Dunia
error: Content is protected !!