Lagi, produk kecantikan berbahan dasar turunan sawit dikembangkan untuk keperluan kosmetik. Bahkan, tidak hanya satu produk melainkan ada beragam produk yang dibuat dr. Irdawati Novita.
JAKARTA – Kali ini, ada tiga produk yang sudah dikembangkan oleh salah satu dokter spesialis Medical Aesthetician. Adalah dr. Irdawati Novita C.M.C, C.H.M. yang sudah mengembangkan produk kecantikan dan kesehatan kulit berbahan dasar sawit yang sukses dipasarkan yaitu Sentani UV Shield, Sentani Savior Oil/Face Oil, dan Duxe Multipurpose Balm.
dr.Irdawati Novita mengungkapkan perjalanan dalam mengembangkan tiga produk berbahan dasar sawit (palm etrienol) menjadi produk perawatan kulit dan luka.
“Perawatan kulit dari formula turunan berbahan dasar sawit sebenarnya sudah ada sejak dulu. Sabun mandi, shampo hingga body lotion dan skincare. Karena keunggulan sawit ini di bidang perawatan kulit tidak hanya sebagai bahan baku dasar bahkan bahan baku pendamping dan substitusi tertentu karena mengambil vitamin E jenis tocotrienol,” ungkapnya saat diwawancarai via telepon pada pertengahan September 2024.
“Menariknya sawit ini memiliki komponen (kandungan) yang baik untuk perawatan luka dan kulit memberikan manfaat seperti anti inflamasi, melembutkan kulit, anti oksidan, dan perbaikan jaringan dengan baik,” imbuh dr. Irdawati Novita yang akrab dipanggil dr.Irda.
Berikut tiga produk berbahan dasar sawit beserta keunggulannya yang dikembangkan dr. Irdawati Novita:
- Sentani Uv Shield
Dengan menggunakan kandungan tocotrienol dan tocoferol sawit dibuat dengan berbahan dasar gel water base yang nyaman dan tidak lengket di kulit dan aloevera juice. Memberikan kenyamanan dan tidak meninggalkan panas walaupun sinar matahari sangat terik. Produk ini sudah digunakan oleh pemain golf, pesepeda, pelari dan petenis. Produk ini mengatasi anti inflamasi penyebab kulit gelap hingga flek.
- Sentani Sevior Oil/Face Oil
Dengan kandungan tocotrienol 2% sudah dibuktikan dapat menaikkan pipi yang kendur juga sebagai pereda luka basah pada penderita diabetes. Bersama Sweet Almond Oil & Virgin Coconut Oil sudah mewakili perbaikan jaringan kulit dalam 1 sediaan.
- Duxe Multipurposebalm
Bersama virgin coconut oil, dan kakao butter multipurposebalm terinsipirasi dari petani sawit yang menceritakan pengalamannya peristiwa luka saat panen sawit memakai kulit sawit yang dicungkil permukaannya dan dioleskan pada permukaan luka dan hanya beberapa jam sudah mengering. Oleh karena itu, dibuatkan jenis pada berbentuk balm agar dapat dirasakan oleh masyarakat perkotaan manfaat dari extract sawit ini.
Dijelaskan dr. Irda bahwa awal mula pengembangan produk – produk kecantikan dan kesehatan kulit. Bermula ditahun 2015, dirinya mendalami formulasi perawatan kulit untuk pasien sendiri hingga belajar sampai Thailand, Singapura, dan Korea Selatan.
“Hingga akhirnya mengembangkan produk berbahan dasar sawit untuk kecantikan dan kesehatan kulit. Awalnya, sejak dua tahun lalu saya dikenalkan oleh teman yang sedang mengembangkan produk untuk bahan batik dari sawit. Sejak itulah, saya mulai mendapat informasi banyak kandungan sawit yang berpotensi bisa dikembangkan untuk beberapa produk salah satunya untuk kosmetik,”jelasnya.
“Awalnya, saya diberi produk turunan sawit (minyak merah sawit), kemudian saya ulik kandungan yang ada pada minyak tersebut. Ternyata kandungan (ingredient) cukup banyak. Dan, beberapa literasi juga menyebutkan kandungan sawit sudah banyak digunakan untuk beberapa produk skin care diluar negeri,”imbuh dr. Irda.
Hingga akhirnya mampu mengembangkan produk (Sunscreen), salah satu dari tiga produk yang telah dikembangkan berbahan dasar sawit dengan beberapa trial (ujicoba). Uji coba produk telah dilakukan kepada 120 orang secara random diberbagai daerah seperti Tuban, Surabaya, Jakarta dan Medan.
“Saya pertama kali berinteraksi dengan orang sawit, berkenalan dengan salah satu pembatik dari Gresik. Kebetulan, beliau salah satu pasien saya. Dari situlah berkembang dan mencari tahu kandungan yang ada pada sawit untuk dikembangkan menjadi produk skin care,” ungkap dr. Irda.
Lebih lanjut, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Taruma negara ini menceritakan ada seorang teman yang mengenalkannya dengan Dr. Darmono Taniwiryono, Ketua Umum MAKSI. Setelah itu mulai berinteraksi dengan orang – orang sawit. Beberapa pihak mengatakan produk turunan sawit di Indonesia belum banyak dikembangkan menjadi produk jadi dalam bentuk kosmetik. Disinilah terdapat peluang untuk membuat produk kecantikan dan kesehatan kulit.
(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 155)
Sumber: Sawit Indonesia









