Home / Nasional

Minggu, 10 November 2024 - 07:55 WIB

Ini Pengganti Ujian Nasional, Sudah Ada Sejak Era Mendikbud Nadiem Makarim

Ilustrasi Asesmen Nasional, jadwal Asesmen Nasional 2023.

Ilustrasi Asesmen Nasional, jadwal Asesmen Nasional 2023.

JAKARTA  – Diadakan lagi atau tidaknya ujian nasional (UN) menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

Beberapa masyarakat menilai UN tidak diperlukan karena mencerminkan ketidakadilan dan cenderung membuat siswa menjadi stres.

Sementara beberapa masyarakat menilai UN masih diperlukan untuk mengasah mental, jiwa kompetitif siswa, hingga memicu minat belajar yang tinggi.

Namun mungkin banyak yang belum mengetahui bahwa pemerintah sebenarnya sudah menyediakan pengganti UN yakni melalui Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Pengganti ujian nasional

Lantas apakah ANBK itu?

ANBK atau AN adalah program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) era Mendikbud Ristek Nadiem Makarim untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses dan output pembelajaran di sekolah.

Baca juga  Hampir Sebulan Pilot Susi Air Disandera, Jenderal Kopassus Siap Selamatkan Sang Pilot dari KKB

Ketua Dewan Pakar Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti menjelaskan, AN menguji juga kemampuan literasi, numerasi, dan karakter anak.

Sehingga kemampuan siswa tidak hanya terlihat dari aspek akademik, tetapi juga karakternya. Bahkan AN bisa mendeteksi apakah telah terjadi kekerasan fisik ataupun seksual serta bullying di sekolah.

“AN upaya pemerintah memberi layanan lebih baik pada peserta didik,” kata Retno saat berbincang dengan Kompas.com, Jumat (8/11/2024).

Retno mengatakan, di AN siswa bisa jujur dengan kondisi kemampuan belajarnya, demikian juga dengan jujur tentang apapun yang terjadi di sekolah.

Karena pihak sekolah hanya akan diberikan hasil keseluruhan dan semua hasil berupa rambu berwarna merah, kuning dan, hijau.

Baca juga  PRT dan Pengusaha Apresiasi Putusan Bamus DPR Soal RUU PPRT

“Akhirnya sekolah membuat sistem pengaduan dan kedua, mencegah. Jadi ada intervensi,” ujarnya.

Meski demikian, Retno menjelaskan AN tidak diikuti oleh semua anak. Peserta AN dipilih langsung secara acak oleh pemerintah agar tergambar secara rill kondisi yang terjadi di sekolah.

Kemudian hasil AN berupa rapor pendidikan hanya akan diberikan pada pihak sekolah dan pemerintah daerah untuk dijadikan bahan evaluasi.

“Yang milih pemerintah bukan sekolah. Kalau sekolah nanti yang dipilih yang pintar-pintar aja,” jelas Retno.

Sumber: Kompas

Share :

Baca Juga

Nasional

Polisi Duga Putri Pj Gubernur Papua Pegunungan Diperkosa Sebelum Meninggal

Nasional

Ibu dan Dua Anak Kembar di Deliserdang Tewas Diduga Bunuh Diri

Nasional

KPK Tahan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

Nasional

Cegah Masuknya Varian Baru COVID-19, Pemerintah Tingkatkan Pendeteksian di Pintu Masuk

Nasional

Bersama Berantas Narkoba,BNN & IRAN Pererat Kerjasama

Nasional

Ingin Daftar SPPI Kopdes Merah Putih 2026? Ini Syarat, Jadwal, dan Cara Mengikutinya

Nasional

Tujuh Orang Kaya Indonesia: Low Tuck Kwong Terkaya Mengalahkan Hartono Bersaudara

Nasional

Petugas Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Sabu dengan Modus Back Door
error: Content is protected !!