JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan peran krusial Indonesia sebagai produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia dalam menopang pasar minyak nabati global. Dalam acara pembukaan Indonesian Palm Oil Conference and 2025 Price Outlook (IPOC 2024), Sudaryono menyatakan bahwa sektor kelapa sawit adalah salah satu pilar utama ekonomi Indonesia, berkontribusi besar terhadap energi terbarukan, pangan, dan industri oleokimia.
Wamentan menyampaikan bahwa minyak kelapa sawit Indonesia menyumbang sekitar 25% dari produksi minyak nabati global dan 59% dari total produksi minyak kelapa sawit dunia. Pada 2023, produksi minyak sawit Indonesia mencapai 47,08 juta ton, dengan 10,2 juta ton untuk kebutuhan pangan domestik, 2,3 juta ton untuk industri oleokimia, 10,6 juta ton untuk biodiesel, dan 23,98 juta ton untuk ekspor.
Industri sawit tidak hanya memberikan kontribusi signifikan pada pendapatan nasional, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi lebih dari 16 juta orang, termasuk petani kecil di seluruh Indonesia. “Industri kelapa sawit adalah tulang punggung ekonomi kita, terutama bagi daerah-daerah yang sedang kita kembangkan,” ujar Sudaryono, Kamis (7/11/2024).
Sudaryono menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan, efisiensi, dan daya saing industri ini. “Ini adalah tanggung jawab kita bersama agar industri sawit terus memberikan manfaat bagi ekonomi dan lingkungan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Sumber: Sawit Indonesia







