Landak, Landak News – Kapolres Landak AKBP. Devi Ariantari menggelar kegiatan tatap muka bersama Podarkamtibmas, tokoh masyarakat (Tomas), tokoh agama (Toga), tokoh adat (Todat), tokoh pemuda (Toda), organisasi masyarakat, wartawan, serta komunitas masyarakat di Aula Pertemuan Mapolres Landak, Rabu (03/09/25).
Dalam sambutannya, Kapolres menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat soliditas serta sinergisitas antara kepolisian dengan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Landak.
“Ini tidak lain agar kita bersama-sama menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban di Kabupaten Landak. Dengan demikian, tercipta Landak yang aman, tertib, kondusif, dan patuh pada hukum,” ujar Kapolres Devi.
Perwira polisi wanita kelahiran Sintang itu juga menegaskan bahwa setiap masukan dari masyarakat menjadi perhatian serius pihaknya, salah satunya terkait maraknya penggunaan knalpot brong. Menurutnya, Polres Landak terus berupaya melakukan penegakan hukum sekaligus edukasi.
“Kami melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan organisasi masyarakat terkait dampak knalpot brong. Selain itu, tindakan hukum seperti penilangan tetap dilakukan bagi pelanggar,” tegasnya.
Terkait persoalan Pertambangan Tanpa Izin (PETI), Kapolres Devi menegaskan pihaknya tidak tinggal diam. Ia menekankan bahwa Polres Landak selalu berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mencari solusi, termasuk menyikapi adanya usulan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).
“Jadi, kami bersama-sama Forkopimda akan membahas secara khusus mengenai hal tersebut,” tambahnya.
Melalui forum tatap muka ini, Kapolres berharap partisipasi aktif masyarakat terus terjalin sehingga tercipta sinergi yang kuat dalam menjaga ketertiban dan keamanan wilayah Landak. (One)







