MANDOR, Landak News – Suasana Jumat (10/10/2025) di salah satu warung kopi di Kecamatan Mandor tampak berbeda dari biasanya. Tak hanya aroma kopi yang semerbak, tapi juga tawa renyah yang terdengar dari sudut meja tempat polisi dan warga duduk bersama.
Kegiatan bertajuk “Ngopi Kamtibmas” itu menjadi ajang santai Personel Polsek Mandor untuk mendengarkan langsung keluh kesah dan aspirasi masyarakat — namun dengan gaya yang tak kaku dan penuh canda.
“Kalau bapak-bapak takut lihat polisi, berarti belum pernah lihat polisi yang lagi ngopi tanpa topi,” ujarnya sambil disambut gelak tawa warga. Gaya komunikasinya yang humoris membuat suasana semakin cair, hingga warga dengan mudah menyampaikan berbagai persoalan di lingkungan mereka.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K. melalui Kapolsek Mandor Ipda Bernadus Didy Kusnadi secara terpisah menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bentuk nyata kedekatan polisi dengan masyarakat. “Kami ingin masyarakat tahu bahwa polisi bukan hanya hadir saat ada masalah. Kami juga hadir untuk mendengarkan, bercanda, dan tertawa bersama warga. Karena menjaga keamanan itu bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab kita bersama,” ujar Kapolsek dengan senyum khasnya.
Tak hanya menyampaikan pesan kamtibmas, Kapolsek juga mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap isu-isu hoaks dan gangguan keamanan menjelang akhir tahun. Namun, pesan tersebut dibalut dengan guyonan ringan yang membuat warga tertawa, namun tetap mengena.“Kalau ada berita aneh di medsos, jangan langsung percaya. Cek dulu, jangan sampai nanti yang disalahkan malah tetangga sendiri,” ucapnya yang disambut tawa warga.
Di akhir kegiatan, warga mengapresiasi langkah Polsek Mandor yang dinilai mampu mendekatkan diri dengan masyarakat lewat cara yang sederhana namun berkesan. “Kami senang polisi datang bukan cuma saat ada masalah, tapi juga mau duduk bareng, ngobrol santai seperti ini,” kata salah satu warga sambil tersenyum.
Lanjut Kapolsek menambahkan, kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara rutin agar komunikasi antara polisi dan masyarakat tetap terjalin erat.“Semakin sering kita duduk bersama, semakin kecil peluang munculnya salah paham. Polisi dan masyarakat itu sahabat,” tutupnya penuh semangat. (R)












