Home / Pemda Landak

Senin, 23 Februari 2026 - 10:59 WIB

Tahun Pertama Karolin–Erani, Landak Prioritaskan Layanan Dasar di Tengah Keterbatasan Fiskal

Ngabang, Landak News – Tahun pertama kepemimpinan Bupati Landak Karolin Margret Natasa bersama Wakil Bupati Erani diarahkan pada penguatan layanan dasar masyarakat di tengah ruang fiskal daerah yang terbatas dan tingginya ekspektasi pembangunan.

Strategi konsolidasi dipilih Pemerintah Kabupaten Landak dengan memastikan sektor kesehatan, perlindungan sosial, dan stabilitas pangan tetap terjaga, sembari menjalankan pembangunan infrastruktur secara bertahap dan terukur.

Dengan luas wilayah sekitar 9.909 kilometer persegi dan jumlah penduduk lebih dari 400 ribu jiwa, kebutuhan layanan publik di Kabupaten Landak terus meningkat.

Di sisi lain, kapasitas fiskal yang terbatas membuat pemerintah daerah harus menyusun skala prioritas yang ketat.

“Kami menyadari ruang fiskal daerah tidak longgar. Karena itu, kami memilih memastikan layanan dasar masyarakat tetap berjalan optimal sebagai prioritas utama,” ujar Karolin di Ngabang, Minggu (22/2/2026).

Layanan Hemodialisa di RSUD
Salah satu capaian utama pada tahun pertama pemerintahan adalah operasional layanan hemodialisa di RSUD Landak.

Sebelumnya, pasien gagal ginjal kronis harus menjalani terapi rutin ke Pontianak dengan jarak tempuh yang jauh dan biaya transportasi yang tinggi.

Dengan hadirnya layanan tersebut, pasien kini dapat menjalani perawatan lebih dekat dari tempat tinggal. Pemerintah daerah menilai langkah ini sebagai peningkatan kualitas layanan kesehatan rujukan.

“Kehadiran layanan hemodialisa ini adalah komitmen kami agar masyarakat Landak tidak lagi terbebani perjalanan jauh untuk mendapatkan terapi rutin,” kata Karolin.

Baca juga  Bupati Landak Prioritaskan Vaksinasi COVID-19 Bagi Tenaga Kependidikan

Intervensi stunting terintegrasi
Penguatan sektor kesehatan juga dilakukan melalui operasional Rumah Pemulihan Gizi di Ngabang yang difokuskan bagi balita dengan gizi kurang dan gizi buruk.

Fasilitas ini mengintegrasikan pemenuhan nutrisi, pemantauan medis, serta edukasi keluarga sebagai bagian dari strategi konvergensi percepatan penurunan stunting.

“Penanganan stunting tidak bisa parsial. Kita harus hadir dari sisi medis, gizi, dan edukasi keluarga agar hasilnya benar-benar berdampak,” ujarnya.

Digitalisasi Layanan Puskesmas
Di layanan kesehatan primer, digitalisasi mulai diterapkan melalui sistem Infokes di Puskesmas Ngabang.

Langkah ini bertujuan mempercepat pencatatan pasien, memperpendek waktu tunggu, serta meningkatkan akurasi data kesehatan daerah.
Modernisasi puskesmas dinilai menjadi fondasi penting karena sebagian besar masyarakat masih mengandalkan layanan kesehatan tingkat pertama.

Mitigasi Polemik PBI JKN
Tantangan muncul pada awal 2026 ketika terjadi penonaktifan massal peserta PBI JKN secara nasional. Data Pemkab Landak mencatat sebanyak 19.171 warga terdampak kebijakan tersebut.

Pemerintah daerah memastikan layanan kegawatdaruratan tetap berjalan dan menginstruksikan perangkat desa serta puskesmas mendampingi warga dalam proses verifikasi dan pengusulan kembali kepesertaan.

“Kami tidak ingin masyarakat yang membutuhkan justru terputus dari layanan kesehatan. Pemkab Landak akan terus mengawal proses verifikasi agar warga yang berhak bisa kembali terjamin,” tegas Karolin.

Gerakan Pangan Murah jaga daya beli
Di sektor ekonomi rakyat, program Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar di sejumlah kecamatan dengan melibatkan Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Baca juga  Warga Landak Diingatkan, Harus Berhati-Hati Bila Banjir Datang

Komoditas yang dijual meliputi beras SPHP, gula pasir, minyak goreng, telur, hingga gas elpiji 3 kilogram dengan harga di bawah pasar. Program ini membantu menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan.

Kabupaten Landak juga meraih Juara II TPID Kabupaten/Kota Berprestasi kawasan Kalimantan.

Infrastruktur Jalan Bertahap
Di sektor infrastruktur, pembangunan jalan tetap berjalan melalui skema peningkatan, rehabilitasi, dan pemeliharaan berkala. Namun percepatan pembangunan diakui belum maksimal karena keterbatasan fiskal.

“Kami memahami harapan masyarakat terhadap perbaikan jalan. Pemerintah daerah akan terus bekerja secara bertahap sesuai kemampuan fiskal yang tersedia,” kata Karolin.

Fokus Tahun Kedua
Memasuki tahun kedua, Pemkab Landak menyatakan akan tetap memprioritaskan penguatan layanan kesehatan, perluasan Gerakan Pangan Murah, peningkatan tata kelola pemerintahan, serta percepatan pembangunan infrastruktur secara bertahap.

Dengan fondasi layanan dasar yang mulai menguat, pemerintah daerah menargetkan dapat menjaga momentum pembangunan sambil mencari ruang fiskal yang lebih luas untuk percepatan program strategis.

Di wilayah dengan tantangan geografis yang cukup berat seperti Kabupaten Landak, tahun pertama kepemimpinan Karolin–Erani menunjukkan arah pembangunan yang menempatkan layanan paling dekat dengan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas utama. (LN)

Share :

Baca Juga

Pemda Landak

Gandeng Bank Kalbar, Pemkab Landak Segera Terapkan SP2D Online

Pemda Landak

Pj. Bupati Landak Samuel Panen Raya Sayur di Desa Engkadu, Jadikan Kebun “Ketahan Pangan” Sebagai Contoh Desa di Kabupaten Landak  

Pemda Landak

Bupati Landak Minta Gapoktan Benahi Data Individu Petani

Pemda Landak

Bupati Landak Perintahkan Sekda Pantau Langsung Pembuatan SKD dan Pengesahan KK dan KTP

Pemda Landak

Besok TMMD Ke 99, Dibuka Bupati Landak

Pemda Landak

Bupati Landak Lepas Pawai Takbir Idul Fitri Malam Ini

Pemda Landak

SDN 10 Ngabang Gelar PLSB

Pemda Landak

Pj Bupati Landak Buka Kegiatan Lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Se-Kabupaten Landak
error: Content is protected !!