Ngabang, Landak News – Pemerintah Kabupaten Landak kembali menggelar Operasi Pasar Murah dan Operasi Penyaluran Gas Elpiji 3 kilogram pada Senin (16/03/2026) di halaman depan Mapolres Landak.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa, Kapolres Landak, Wakapolres Landak, jajaran pejabat utama Polres Landak, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Landak, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Ngabang, serta Bhayangkari Polres Landak.
Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan operasi pasar murah merupakan agenda rutin pemerintah daerah, khususnya menjelang hari besar keagamaan, guna meringankan beban masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, pemerintah berupaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Idulfitri,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menjelaskan, secara ekonomi peningkatan permintaan barang menjelang hari raya berpotensi mendorong kenaikan harga. Oleh karena itu, pemerintah daerah sebagai pengendali inflasi memiliki tanggung jawab menjaga ketersediaan stok dan kestabilan harga bahan pokok.
Pemerintah Kabupaten Landak juga terus melakukan pemantauan harga sembako di pasaran, meliputi beras, gula, telur, minyak goreng, LPG, bawang, cabai, daging ayam, hingga daging sapi.
Karolin mengungkapkan harga daging sapi saat ini mengalami kenaikan dari Rp160 ribu per kilogram menjadi Rp180 ribu per kilogram.
Ia berharap pemerintah provinsi dapat membantu koordinasi pasokan di wilayah Kalimantan Barat agar harga tetap terkendali.
“Kami berharap jika tersedia daging beku di Bulog, dapat dilakukan operasi pasar untuk menekan kenaikan harga,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti harga ayam di tingkat konsumen yang mencapai Rp45 ribu per kilogram, sementara harga dari peternak berkisar Rp25 ribu per kilogram. Pemerintah daerah berencana memanggil pedagang, peternak, dan perusahaan terkait untuk mencari solusi bersama.
“Jika harga terlalu tinggi, baik peternak maupun masyarakat sebagai pembeli akan sama-sama terbebani,” tambahnya.
Dalam operasi pasar murah tersebut, pemerintah menyediakan berbagai kebutuhan pokok, antara lain beras premium kemasan 5 kilogram serta paket sembako seharga Rp90 ribu berisi beras, gula 1 kilogram, dan minyak goreng 1 kilogram dengan total sebanyak 700 paket.
Selain paket sembako, masyarakat juga dapat membeli bahan pokok secara satuan seperti bawang putih, bawang merah, mentega, tepung terigu, dan susu kental manis.
Pemerintah turut menyalurkan LPG 3 kilogram dengan harga Rp20 ribu per tabung. Setiap warga dibatasi maksimal dua tabung dengan syarat membawa tabung kosong serta kartu tanda penduduk (KTP).
Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan menjelang Idulfitri sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok di Kabupaten Landak. (LN)









