Bagian III: Polres Landak dan Masyarakat, Membangun Keamanan Bersama melalui Edukasi dan Kemitraan
Ngabang, Landak News — Keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Peran warga, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, sekolah, serta orang tua menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Dalam rangkaian wawancara eksekutif Pimpinan Redaksi www.landaknews.id, Heri Irawan, bersama Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., dibahas berbagai upaya Polres Landak dalam membangun kemitraan dengan masyarakat, mencegah kejahatan, membina generasi muda, hingga menghadapi tantangan di ruang digital.
Berikut wawancara selengkapnya:
1. Seberapa penting peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan?
Jawaban:
Peran masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan lingkungan bersama kepolisian. Masyarakat dapat menjadi mata dan telinga kepolisian, menghidupkan kembali kegiatan ronda malam, serta memberikan informasi apabila menemukan situasi atau aktivitas yang mencurigakan.
Keterlibatan masyarakat juga penting karena luas wilayah Kabupaten Landak membutuhkan partisipasi seluruh warga. Dengan kepedulian bersama, potensi gangguan keamanan dapat diketahui dan dicegah lebih dini.
Salah satu bentuk nyata partisipasi masyarakat adalah mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) di tingkat dusun maupun RT.
Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kepada kepolisian apabila terjadi gangguan keamanan atau tindak pidana, serta bersama-sama menjaga ketertiban dan menciptakan suasana yang damai di lingkungan masing-masing.
2. Program apa saja yang dilakukan Bhabinkamtibmas di desa-desa?
Jawaban:
Bhabinkamtibmas merupakan bagian penting dari kehadiran Polri di tengah masyarakat. Program yang dilakukan antara lain sambang warga, penyelesaian permasalahan secara musyawarah, serta membantu menjaga keamanan dan ketertiban di desa.
Melalui kegiatan sambang, Bhabinkamtibmas dapat mendengarkan secara langsung keluhan dan persoalan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.
Selain itu, Bhabinkamtibmas berperan dalam membantu penyelesaian perselisihan antarwarga melalui pendekatan yang mengedepankan komunikasi dan musyawarah.
Bhabinkamtibmas juga dapat berkoordinasi dengan masyarakat dalam kegiatan siskamling serta membantu pengamanan kegiatan adat, keagamaan, maupun kegiatan masyarakat lainnya.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Bhabinkamtibmas juga mendukung program pemerintah di desa, termasuk memberikan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial dan ketahanan pangan.
3. Bagaimana Polres Landak membina generasi muda agar terhindar dari kenakalan remaja, narkoba, dan kriminalitas?
Jawaban:
Polres Landak melakukan pembinaan generasi muda melalui pendekatan preventif dan edukatif. Salah satunya melalui kegiatan Police Goes to School yang dilaksanakan oleh fungsi pembinaan masyarakat maupun satuan terkait.
Dalam kegiatan tersebut, kepolisian memberikan edukasi mengenai hukum, bahaya narkoba, kenakalan remaja, bullying, serta berbagai perilaku yang dapat merugikan masa depan generasi muda.
Polisi juga mengajak para pelajar untuk mampu menolak ajakan negatif dan menjadi bagian dari lingkungan yang positif.
Selain edukasi di sekolah, Polres Landak juga meningkatkan kegiatan patroli melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), khususnya pada waktu dan lokasi yang dinilai rawan terjadi gangguan keamanan.
Patroli tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas, termasuk balap liar dan tawuran.
Pembinaan generasi muda tentunya tidak dapat dilakukan oleh kepolisian sendiri. Diperlukan sinergi antara polisi, pihak sekolah, orang tua, dan lingkungan masyarakat.
Di sisi lain, Satresnarkoba Polres Landak tetap melakukan upaya penegakan hukum terhadap peredaran narkotika sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
4. Apa upaya Polres Landak dalam mencegah penyebaran hoaks dan kejahatan siber?
Jawaban:
Dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memilah dan memeriksa setiap informasi yang diterima.
Polres Landak mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya, terutama melalui media sosial.
Edukasi mengenai literasi digital juga penting agar masyarakat memahami risiko penyebaran hoaks, penipuan daring, maupun bentuk kejahatan siber lainnya.
Apabila ditemukan dugaan tindak pidana di ruang digital, penanganannya dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga keamanan data pribadi dan tidak sembarangan memberikan informasi pribadi kepada pihak yang tidak dikenal.
5. Bagaimana kerja sama Polres Landak dengan tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat?
Jawaban:
Kerja sama dengan tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Landak.
Kepolisian terus membangun komunikasi dan silaturahmi dengan para tokoh masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai situasi yang berkembang di lingkungan masyarakat.
Dalam penyelesaian persoalan sosial, kepolisian juga dapat mengedepankan musyawarah serta memperhatikan kearifan lokal sepanjang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Tokoh agama dan tokoh adat juga memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan-pesan perdamaian, kerukunan, dan toleransi kepada masyarakat.
Sinergi tersebut semakin penting dalam menghadapi berbagai kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan, adat, maupun agenda demokrasi.
6. Apa imbauan bagi masyarakat menjelang hari besar keagamaan, Pilkada, atau kegiatan yang melibatkan banyak massa?
Jawaban:
Saya mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kerukunan, ketertiban, dan keamanan bersama.
Perbedaan pilihan politik maupun perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat hendaknya tidak menjadi alasan untuk menimbulkan perselisihan.
Masyarakat juga diimbau tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang, masyarakat hendaknya mengikuti arahan panitia maupun petugas keamanan, menjaga ketertiban, serta memperhatikan keselamatan diri dan orang lain.
Dalam momentum politik, masyarakat juga diharapkan menggunakan hak pilih secara bijak dan tidak terlibat dalam politik uang maupun pelanggaran lainnya.
Apabila menemukan dugaan pelanggaran dalam penyelenggaraan pemilu atau kegiatan lainnya, masyarakat dapat menyampaikannya kepada lembaga atau pihak berwenang sesuai dengan kewenangannya.
7. Apa saja program prioritas Polres Landak dalam waktu dekat?
Jawaban:
Dalam waktu dekat, Polres Landak akan terus memperkuat upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui kegiatan patroli serta pencegahan berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Salah satu perhatian adalah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui penguatan koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak.
Selain itu, kegiatan patroli akan terus ditingkatkan, khususnya di wilayah yang dinilai membutuhkan kehadiran polisi untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas.
Polres Landak juga terus mendukung program ketahanan pangan melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat serta mendorong pemanfaatan lahan produktif.
Di bidang pelayanan masyarakat, kegiatan edukasi mengenai tertib berlalu lintas dan berbagai kegiatan sosial juga akan terus dilakukan.
8. Bagaimana harapan Kapolres terhadap sinergi antara masyarakat dan kepolisian?
Jawaban:
Harapan saya sebagai Kapolres Landak, sinergi antara kepolisian dan masyarakat dapat terus diperkuat.
Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab polisi, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis.
Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, serta merawat persatuan dan kebhinekaan.
Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, berbagai persoalan di tengah masyarakat diharapkan dapat dicegah dan diselesaikan secara bersama-sama.
9. Menurut Kapolres Landak, seperti apa sosok polisi yang ideal di mata masyarakat?
Jawaban:
Menurut saya, polisi yang ideal adalah polisi yang mampu menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Polisi harus hadir dengan pendekatan yang humanis, memiliki empati, responsif terhadap persoalan masyarakat, serta memberikan pelayanan secara tulus dan profesional.
Di tengah perkembangan teknologi, kepolisian juga dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Yang tidak kalah penting adalah setiap personel harus menjaga kedisiplinan, integritas, dan nama baik institusi serta menjadikan dirinya sebagai teladan di tengah masyarakat.
10. Sebagai penutup, apa pesan Kapolres Landak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Landak?
Jawaban:
Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Landak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Masyarakat juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi tindak kejahatan, termasuk pencurian dan gangguan keamanan lainnya.
Apabila menemukan aktivitas atau hal yang mencurigakan, segera sampaikan informasi kepada pihak kepolisian terdekat agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mari kita jaga kebersamaan, kerukunan, dan persatuan di Kabupaten Landak. Keamanan dan ketertiban akan lebih mudah diwujudkan apabila kepolisian dan masyarakat saling mendukung dan bekerja sama. (Selesai – Bagian III)
















