Dandim 1210/Landak Letkol Doni Prasetyo, S.Hub, Int,M.I.P (LANDAK NEWS.ID/HERI IRAWAN)
BAGIAN I — PEMBANGUNAN DAN KARYA BHAKTI TNI
NGABANG, LANDAK NEWS — Peran TNI di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga hadir melalui berbagai program pembangunan dan kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Di Kabupaten Landak, Kodim 1210/Landak turut mengambil bagian dalam mendukung berbagai program pembangunan, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses infrastruktur dan kebutuhan dasar. Mulai dari pembangunan Jembatan Garuda atau jembatan perintis, program TNI AD Manunggal Air, hingga Karya Bhakti TNI Skala Besar, berbagai kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu membuka akses dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam wawancara eksklusif Landak News bersama Dandim 1210/Landak Letkol Doni Prasetyo, dibahas secara mendalam bagaimana TNI menjalankan perannya dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat. Tidak hanya mengenai pembangunan fisik, wawancara ini juga mengulas pola kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat melalui semangat gotong royong.
Lantas, apa sebenarnya latar belakang pembangunan Jembatan Garuda? Sejauh mana progres dan manfaatnya bagi masyarakat? Bagaimana program TNI AD Manunggal Air menjawab kebutuhan air bersih di wilayah yang sulit dijangkau? Serta, persoalan apa saja yang menjadi sasaran Karya Bhakti TNI Skala Besar?
Berikut penjelasan Letkol Doni Prasetyo, S.Hub, Int,M.I.P, Dandim 1210/Landak, kepada Pimpinan Redaksi Landak News, Heri Irawan, dalam wawancara eksklusif berikut ini.
LANDAK NEWS:
Bapak Dandim, salah satu program yang menjadi perhatian masyarakat adalah pembangunan Jembatan Garuda. Bisa dijelaskan kepada masyarakat Kabupaten Landak, apa latar belakang pembangunan jembatan tersebut dan bagaimana peran Kodim 1210/Landak dalam pelaksanaannya?
Letkol Doni Prasetyo:
Sebelumnya saya memperkenalkan diri. Saya Letkol Inf. Doni Prasetyo, Dandim 1210/Landak.
Program pembangunan Jembatan Garuda atau yang disebut juga jembatan perintis merupakan salah satu program yang diarahkan untuk membantu masyarakat, khususnya dalam membuka akses di wilayah yang sulit dijangkau.
Secara kronologis, program ini berawal dari adanya bencana di Aceh. Saat itu muncul berbagai video di media sosial yang memperlihatkan anak-anak harus menghadapi kesulitan akses ketika berangkat ke sekolah. Kondisi tersebut terutama terjadi di wilayah yang tergolong daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur.
Dari kondisi tersebut, Presiden kemudian menginstruksikan kepada TNI Angkatan Darat untuk ikut melaksanakan program pembangunan jembatan perintis atau Jembatan Garuda.
Sebenarnya sasaran utama program ini adalah masyarakat. Setiap pembangunan infrastruktur diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, termasuk masyarakat yang berada di wilayah paling kecil maupun wilayah terluar.
Mengapa TNI Angkatan Darat dilibatkan? Karena TNI memiliki kemampuan mobilisasi dan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang aksesnya sangat terbatas. Dengan kemampuan tersebut, TNI mendapat tugas untuk membantu menyukseskan pembangunan.
Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Anak-anak sekolah, penduduk desa maupun masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan akses transportasi diharapkan tidak lagi mengalami hambatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Untuk pembangunan infrastrukturnya sendiri, domain utama tetap berada pada pemerintah daerah melalui instansi teknis terkait. Data lokasi dan kebutuhan pembangunan juga sudah tersedia melalui pemerintah daerah. Jadi, tugas TNI dalam hal ini adalah membantu pelaksanaan sesuai kemampuan yang dimiliki.
—
LANDAK NEWS:
Sejauh mana progres pembangunan Jembatan Garuda saat ini, dan apa manfaat strategis yang diharapkan setelah jembatan tersebut selesai bagi masyarakat, terutama dalam mendukung akses transportasi, perekonomian, pendidikan dan pelayanan masyarakat?
Letkol Doni Prasetyo:
Progres pembangunan sampai saat ini terus berjalan. Yang paling penting adalah spesifikasi pembangunan jangan sampai terlalu rendah. Kita harus menyesuaikannya dengan desain dan perencanaan teknis yang telah diberikan oleh tim ahli.
Hal tersebut penting agar jembatan yang dibangun memiliki kualitas dan masa manfaat yang lebih panjang.
Dari aspek manfaat, kami berharap masyarakat dan anak-anak yang selama ini berada di wilayah yang relatif terisolasi akibat keterbatasan akses dapat kembali terhubung.
Dengan adanya jembatan, masyarakat dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah. Aktivitas ekonomi diharapkan semakin tumbuh, akses menuju sekolah menjadi lebih mudah, dan berbagai pelayanan masyarakat tidak lagi terhambat.
Pada akhirnya, sasaran utama pembangunan ini adalah masyarakat. Kami berharap kesejahteraan masyarakat meningkat dan wilayah yang selama ini menghadapi hambatan akses dapat terhubung secara lebih normal.
—
LANDAK NEWS:
Untuk masyarakat pedesaan, ketersediaan air bersih dan air untuk pertanian sangat penting. Apa target Kodim 1210/Landak dalam program TNI AD Manunggal Air, dan bagaimana memastikan fasilitas yang dibangun dapat terus dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang?
Letkol Doni Prasetyo:
Program TNI AD Manunggal Air sudah dicanangkan dan menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Presiden juga telah menyampaikan bahwa air merupakan kebutuhan dasar yang harus dapat diakses masyarakat.
Sasarannya terutama adalah wilayah-wilayah yang sulit terjangkau. Dalam pelaksanaannya, kami berkolaborasi dengan pemerintah daerah, mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga pemerintah kabupaten.
Dari jajaran Koramil dan Babinsa, kami juga melakukan pemetaan untuk melihat wilayah mana yang benar-benar membutuhkan bantuan akses air.
Bantuan yang diberikan antara lain berupa sumur bor yang ditempatkan di fasilitas umum sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas.
Untuk wilayah jajaran Kodim 1210/Landak, khususnya daerah yang menjadi prioritas dan memiliki keterbatasan akses air, kami sudah mendapatkan beberapa titik yang nantinya akan dibangun berdasarkan skala prioritas dan tingkat kebutuhan masyarakat.
Sebelumnya, dalam pelaksanaan TMMD, kami juga sudah membangun beberapa titik fasilitas air di sekitar lokasi kegiatan.
Sekali lagi, tugas kami adalah membantu pemerintah daerah dan masyarakat. TNI memiliki kemampuan mobilisasi serta bidang teritorial yang memungkinkan kami berkolaborasi langsung dengan masyarakat.
Intinya, kami ingin membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok yang sulit mereka akses. Harapannya, dengan terpenuhinya kebutuhan dasar tersebut, kesejahteraan masyarakat juga dapat meningkat.
—
LANDAK NEWS:
Kodim 1210/Landak juga melaksanakan Karya Bhakti TNI Skala Besar. Apa saja bentuk kegiatan yang dilakukan dan persoalan masyarakat seperti apa yang menjadi sasaran utama program tersebut?
Letkol Doni Prasetyo:
Program Karya Bhakti Skala Besar merupakan program yang direncanakan oleh pimpinan TNI Angkatan Darat dan dilaksanakan di beberapa provinsi.
Khusus di Kalimantan Barat, sasarannya berada di wilayah perbatasan. Ada tiga kabupaten yang menjadi bagian dari program tersebut, yaitu Kabupaten Sanggau, Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sintang.
Ketiga wilayah tersebut memiliki kawasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Bentuk kegiatannya antara lain pembangunan jembatan, termasuk jembatan darurat, rehabilitasi sekolah, pembangunan sumur bor serta pembangunan atau perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).
Sekali lagi, TNI membantu pemerintah daerah untuk menyukseskan program pembangunan. Kami memiliki kemampuan mobilisasi sehingga dapat menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses.
Selain kegiatan fisik, terdapat pula kegiatan nonfisik dan sosial. Di antaranya sosialisasi bahaya narkoba, operasi katarak, operasi bibir sumbing serta pengobatan massal.
Harapannya, masyarakat di wilayah 3T dapat merasakan manfaat pembangunan dan pelayanan tersebut. Pada akhirnya, tujuan yang ingin dicapai adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat.
—
LANDAK NEWS:
Bagaimana pola kerja sama antara TNI dengan pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat dalam pelaksanaan Karya Bhakti TNI Skala Besar agar hasil pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat?
Letkol Doni Prasetyo:
Dalam pelaksanaannya, kita harus mengutamakan program yang bersifat padat karya dan melibatkan masyarakat.
TNI bersama masyarakat melaksanakan kegiatan melalui semangat gotong royong dan kerja sama. Masyarakat juga ikut terlibat dalam proses pelaksanaan program sehingga hasil pembangunan nantinya benar-benar dapat kembali dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Penentuan titik pembangunan juga tidak dilakukan secara sembarangan. Kami berkoordinasi dengan aparat desa untuk menentukan lokasi dan kebutuhan yang menjadi prioritas utama.
Intinya, TNI harus mampu berkolaborasi dengan masyarakat. Dengan kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat, program pembangunan diharapkan dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat yang nyata. (Bersambung ke Bagian II)














