BAGIAN IV – Penghijauan dan Pelestarian Lingkungan, Investasi untuk Generasi Mendatang
LANDAK NEWS — Upaya menjaga kelestarian lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Di Kabupaten Landak, yang sebagian besar wilayahnya masih didominasi vegetasi dan kawasan hijau, menjaga keseimbangan lingkungan menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan kehidupan masyarakat.
Komando Distrik Militer (Kodim) 1210/Landak turut mengambil peran melalui berbagai kegiatan penghijauan dan pelestarian lingkungan. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menggandeng pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat, mulai dari penanaman pohon hingga pendampingan dan pemeliharaan tanaman.
Bagi TNI, penghijauan bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, keberhasilan program ditentukan oleh bagaimana tanaman yang telah ditanam dapat dirawat dan tumbuh dalam jangka panjang, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Dalam wawancara eksklusif Landak News, Pimpinan Redaksi Heri Irawan berbincang bersama Dandim 1210/Landak Letkol Doni Prasetyo, S.Hub, Int., M.A.P., mengenai perhatian TNI terhadap penghijauan, pelestarian lingkungan, serta kaitannya dengan pencegahan bencana dan keberlangsungan kehidupan masyarakat Kabupaten Landak.
Menjaga Lingkungan untuk Generasi Mendatang
Heri Irawan — Landak News:
Kabupaten Landak memiliki kondisi geografis dengan wilayah yang cukup banyak didominasi vegetasi. Kodim 1210/Landak juga ikut mendorong penghijauan dan pelestarian lingkungan. Apa yang menjadi perhatian utama TNI terhadap kondisi lingkungan di Kabupaten Landak?
Letkol Doni Prasetyo — Dandim 1210/Landak:
Kalau melihat kondisi geografis Kabupaten Landak, sebagian besar wilayahnya masih didominasi oleh vegetasi atau tumbuhan. Kalimantan juga merupakan salah satu kawasan yang memiliki peran penting sebagai penyangga ekosistem dunia.
Karena itu, kami terus berupaya membantu dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah maupun instansi terkait dalam menjaga penghijauan dan kelestarian lingkungan.
Salah satunya melalui berbagai program penanaman pohon. Untuk daerah-daerah yang kondisinya sudah mengalami kerusakan atau gundul, kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mendapatkan bibit dan melaksanakan penanaman kembali.
Harapannya, kawasan yang sebelumnya gundul dapat kembali hijau. Dampaknya tentu bukan hanya dirasakan oleh masyarakat saat ini, tetapi juga oleh generasi yang akan datang, termasuk anak cucu kita.
Karena itu, kegiatan penghijauan tidak cukup hanya dengan menanam pohon.
Penanaman Harus Diikuti Perawatan dan Pengawasan
Heri Irawan — Landak News:
Kegiatan penghijauan sering kali tidak cukup hanya dengan menanam pohon. Bagaimana strategi Kodim agar pohon yang ditanam dapat dirawat dan tumbuh sehingga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat?
Letkol Doni Prasetyo — Dandim 1210/Landak:
Setiap program tentu tidak berhenti pada saat kegiatan dilaksanakan. Setelah penanaman, masih diperlukan perawatan, pemeliharaan dan pengawasan.
Kami tetap akan berkolaborasi dengan instansi terkait dan pemerintah daerah. Dalam setiap pelaksanaan program penghijauan, kami juga mengarahkan jajaran untuk berkoordinasi dengan masyarakat di sekitar lokasi.
Mari kita rawat dan kita jaga bersama. Jangan sampai pohon yang sudah ditanam kemudian mati atau bahkan sengaja dirusak.
Tugas kita setelah melaksanakan program adalah tetap melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap lokasi, bersama masyarakat dan instansi terkait.
Dengan demikian, program penghijauan yang telah dicanangkan dapat memberikan hasil maksimal. Bukan hanya untuk jangka pendek, tetapi juga untuk jangka panjang.
Jangan sampai apa yang sudah kita lakukan menjadi sia-sia atau mubazir. Sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan oleh pimpinan maupun negara harus dapat tercapai.
Pada akhirnya, semua itu kembali kepada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.
Kelestarian Lingkungan Berkaitan Erat dengan Pencegahan Bencana
Heri Irawan — Landak News:
Bagaimana Bapak melihat hubungan antara pelestarian lingkungan dengan ketahanan pangan, ketersediaan air serta pencegahan bencana seperti banjir dan longsor di Kabupaten Landak?
Letkol Doni Prasetyo — Dandim 1210/Landak:
Hubungannya sangat erat. Kelestarian lingkungan merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga kehidupan masyarakat.
Kalau kita melihat berbagai persoalan seperti bencana maupun kesulitan air, salah satu hal yang menjadi kunci adalah bagaimana kita menjaga kelestarian lingkungan.
Terutama di daerah pegunungan dan kawasan hulu. Ketika pohon-pohon ditebang dan tidak dilakukan reboisasi atau penanaman kembali, dampaknya pada akhirnya akan dirasakan oleh manusia dan masyarakat secara luas.
Karena itu, dengan adanya pelestarian lingkungan, kita berharap berbagai risiko bencana maupun dampak akibat kerusakan lingkungan dapat diminimalkan.
Mari kita jaga hutan dan lingkungan kita agar tetap asri sehingga seluruh masyarakat dapat merasakan manfaatnya.
Korelasinya sangat kuat. Kalau kita tidak mampu menjaga dan merawat lingkungan, maka dampaknya bisa berupa bencana yang kita rasakan bersama.
Pada musim hujan, misalnya, kita dapat menghadapi ancaman banjir dan longsor. Sementara pada musim kemarau, persoalan kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan juga menjadi ancaman yang harus diwaspadai.
Hal-hal seperti ini harus benar-benar kita jaga agar masyarakat dapat hidup dengan nyaman, aman dan tenteram serta dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik.
Karena itu, kami mengharapkan seluruh instansi pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama berkolaborasi dan bekerja sama dalam menjaga serta melestarikan lingkungan. (Bersambung ke Bagian V)















