BAGIAN III- MASA DEPAN PENDIDIKAN LANDAK DAN HARAPAN UNTUK GENERASI MUDA
LANDAK NEWS — Pendidikan tidak hanya berbicara tentang ruang kelas, buku pelajaran dan nilai akademik. Lebih dari itu, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia sekaligus arah pembangunan Kabupaten Landak di masa depan.
Perubahan teknologi yang berlangsung cepat, termasuk perkembangan digitalisasi dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru bagi dunia pendidikan. Generasi muda dituntut tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, beradaptasi, berkomunikasi, berkolaborasi serta memiliki karakter dan integritas.
Bagi Kabupaten Landak, tantangan tersebut semakin kompleks karena kondisi geografis dan sebaran wilayah yang beragam. Pemerataan akses pendidikan, peningkatan kompetensi guru, pengembangan bakat dan minat siswa, keterlibatan orang tua serta kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Di tengah derasnya perkembangan teknologi, pendidikan juga dituntut tetap menempatkan manusia sebagai pusat pembelajaran. Teknologi diharapkan menjadi sarana untuk memperluas kesempatan belajar dan memperkecil kesenjangan, bukan justru menciptakan jarak baru antara peserta didik di perkotaan dan mereka yang berada di wilayah pelosok.
Pada bagian ketiga sekaligus penutup rangkaian wawancara “Lebih Dekat Mengenal Pendidikan Kabupaten Landak”, Pimpinan Redaksi Landak News, Heri Irawan, berbincang langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Landak, Samsul Bahri, S.Pd., M.Si. Wawancara membahas masa depan pendidikan Landak, kesiapan generasi muda menghadapi dunia kerja, pengembangan talenta, peran guru dan orang tua hingga komitmen mewujudkan pendidikan yang maju, berkualitas dan merata.
Pendidikan Landak di Tengah Transformasi Digital
Heri Irawan — Landak News:
Melihat perkembangan zaman yang semakin cepat, seperti digitalisasi dan kecerdasan buatan, seperti apa Bapak melihat wajah pendidikan Kabupaten Landak dalam beberapa tahun ke depan?
Samsul Bahri — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Landak:
Saya melihat wajah pendidikan Kabupaten Landak beberapa tahun ke depan akan semakin digital, terbuka dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial.
Namun, digitalisasi bukan berarti menggantikan guru dengan teknologi. Justru teknologi harus digunakan untuk memperkuat peran guru.
Kami ingin anak-anak Landak mampu menggunakan teknologi untuk belajar, berpikir kritis, berkreasi dan memecahkan masalah.
Guru juga harus dipersiapkan agar memiliki kompetensi digital yang memadai sehingga tidak gagap menghadapi perubahan zaman.
Yang paling penting, transformasi digital ini harus merata. Jangan sampai anak di kota mendapatkan teknologi dan sumber belajar yang lengkap, sementara anak di pelosok tertinggal.
Justru teknologi harus dijadikan jembatan untuk memperkecil kesenjangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Namun, di tengah kemajuan teknologi dan AI, kita tidak boleh kehilangan sisi kemanusiaan. Anak-anak tetap harus memiliki karakter, integritas, semangat gotong royong, kecintaan terhadap budaya dan lingkungan serta kemampuan berkomunikasi dengan orang lain.
Menyiapkan Generasi Menghadapi Dunia Kerja
Heri Irawan — Landak News:
Apa yang sedang dipersiapkan Dinas Pendidikan agar para siswa di Kabupaten Landak mampu menghadapi tuntutan dunia kerja dan perkembangan teknologi?
Samsul Bahri:
Yang sedang kami persiapkan adalah bagaimana anak-anak Landak tidak hanya menjadi lulusan yang memiliki ijazah, tetapi benar-benar memiliki kompetensi untuk menghadapi dunia kerja dan perubahan zaman.
Kami memperkuat fondasi literasi dan numerasi, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi dan kolaborasi.
Di sisi lain, kami juga mulai mempersiapkan anak dan guru menghadapi transformasi digital, termasuk pemanfaatan coding dan kecerdasan artifisial secara bijak, aman dan produktif.
Kami juga mendorong pembelajaran yang memberikan lebih banyak pengalaman nyata kepada siswa, pengembangan talenta dan keterampilan digital.
Pada prinsipnya, kami tidak sedang menyiapkan anak-anak hanya untuk pekerjaan yang ada hari ini. Kita harus menyiapkan mereka untuk pekerjaan yang mungkin belum ada sekarang.
Karena itu, kemampuan belajar, beradaptasi, memecahkan masalah dan memiliki karakter menjadi sangat penting.
Kemajuan teknologi harus kita jadikan alat untuk membuka peluang bagi anak-anak Landak, bukan menjadi sumber kesenjangan baru.
Anak di kota maupun di pelosok harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengenal teknologi dan mengembangkan potensinya.
Mendorong Generasi Muda Berprestasi
Heri Irawan — Landak News:
Bagaimana Dinas Pendidikan mendorong munculnya generasi muda Landak yang memiliki prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik?
Samsul Bahri:
Kami ingin membangun generasi muda Landak yang berprestasi secara utuh.
Prestasi tidak hanya diukur dari nilai rapor atau olimpiade akademik, tetapi juga dari olahraga, seni, teknologi, kreativitas, kepemimpinan dan berbagai bidang lainnya.
Karena itu, yang pertama kita lakukan adalah menemukan potensi anak sejak dini.
Sekolah harus mampu mengenali bahwa setiap anak memiliki keunggulan yang berbeda.
Ada anak yang kuat di matematika, ada yang berbakat dalam olahraga, seni, teknologi, kepemimpinan dan sebagainya. Tugas kita adalah memberikan ruang agar potensi tersebut berkembang.
Kami juga mendorong kompetisi dan pembinaan secara berjenjang, mulai dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten hingga provinsi dan nasional.
Anak yang memiliki potensi tidak boleh berhenti hanya karena keterbatasan kesempatan.
Tentu semua itu membutuhkan dukungan guru, kepala sekolah, orang tua dan pemerintah.
Guru kita dorong menjadi pembimbing dan mentor, sementara siswa yang berprestasi diberikan apresiasi dan dukungan agar terus berkembang.
Namun yang paling penting, kita tidak hanya mengejar piala.
Kita ingin prestasi berjalan bersama karakter.
Anak-anak Landak harus menjadi generasi yang cerdas, terampil, percaya diri, sportif, memiliki integritas dan bangga dengan daerahnya.
Bakat, Seni dan Budaya Menjadi Bagian Pendidikan
Heri Irawan — Landak News:
Sejauh mana perhatian pemerintah terhadap pengembangan bakat dan minat siswa di bidang olahraga, seni, budaya dan keterampilan lainnya?
Samsul Bahri:
Pemerintah Kabupaten Landak memberikan perhatian terhadap pengembangan bakat dan minat siswa karena kami menyadari bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda.
Ada yang unggul secara akademik, ada yang berbakat di bidang olahraga, seni, teknologi, kepemimpinan maupun keterampilan lainnya.
Karena itu, tugas kita bukan menyeragamkan anak, tetapi menemukan keunggulan masing-masing anak dan memberikan ruang untuk berkembang.
Di sekolah, kita mendorong kegiatan ekstrakurikuler, kompetisi, pembinaan talenta serta kegiatan seni dan olahraga.
Kami juga ingin pembinaan dilakukan secara berjenjang. Anak yang memiliki potensi di tingkat sekolah harus diberikan kesempatan untuk berkembang ke tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi bahkan nasional.
Tentu ini membutuhkan dukungan guru, pelatih, orang tua dan pemerintah.
Khusus bidang seni, ini juga menjadi bagian penting dari pembangunan karakter dan pelestarian identitas daerah.
Anak-anak Landak harus mengenal dan mencintai budayanya sendiri, tetapi pada saat yang sama mampu berprestasi dan bersaing di tingkat yang lebih luas.
Jadi, perhatian kita bukan hanya bagaimana anak-anak mendapatkan nilai yang baik, tetapi bagaimana mereka menemukan bakatnya, percaya diri mengembangkannya, memiliki karakter yang baik dan suatu saat mampu menjadikan bakat tersebut sebagai prestasi bahkan sebagai bekal kehidupan.
Program Pendidikan Harus Memberikan Dampak Nyata
Heri Irawan — Landak News:
Bagaimana Dinas Pendidikan memastikan program-program pendidikan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat langsung kepada siswa, guru dan masyarakat?
Samsul Bahri:
Kami ingin memastikan setiap program pendidikan tidak berhenti pada kegiatan dan penyerapan anggaran, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan.
Karena itu, program Dinas Pendidikan harus dimulai dari masalah yang nyata, menggunakan data, memiliki indikator keberhasilan yang jelas, kemudian dievaluasi dampaknya.
Misalnya dalam GERBANG ASA, kami tidak hanya ingin menurunkan angka Anak Tidak Sekolah. Kami ingin memastikan anak yang telah diidentifikasi benar-benar kembali mendapatkan layanan pendidikan dan mampu bertahan dalam pendidikan.
Begitu juga dengan pelatihan guru. Kami tidak hanya menghitung berapa guru yang mengikuti pelatihan, tetapi melihat apakah setelah pelatihan kualitas pembelajarannya meningkat.
Kami juga ingin mendengar suara siswa, guru, orang tua dan masyarakat karena mereka yang menerima langsung layanan pendidikan.
Masukan, pengaduan dan hasil survei kepuasan masyarakat menjadi bahan bagi kami untuk melakukan perbaikan.
Prinsip kami adalah setiap rupiah yang dialokasikan untuk pendidikan harus memberikan manfaat nyata.
Setiap program harus bisa kita jawab: apa masalahnya, siapa yang mendapatkan manfaat, apa perubahan yang dihasilkan dan bagaimana kita mengukur keberhasilannya.
Membangun Ekosistem Pendidikan
Heri Irawan — Landak News:
Apa bentuk sinergi yang dibangun Dinas Pendidikan dengan Pemerintah Kabupaten Landak, pemerintah desa, orang tua, dunia usaha dan masyarakat dalam memajukan pendidikan?
Samsul Bahri:
Kami menyadari bahwa Dinas Pendidikan tidak mungkin bekerja sendiri.
Pendidikan adalah tanggung jawab bersama.
Karena itu, kami membangun sinergi mulai dari pemerintah daerah, camat, kepala desa, sekolah, orang tua, dunia usaha, tokoh masyarakat, organisasi profesi hingga masyarakat luas.
Contoh konkretnya adalah GERBANG ASA dalam penanganan Anak Tidak Sekolah.
Dinas Pendidikan tidak mungkin mengetahui kondisi setiap anak sampai ke pelosok desa. Karena itu, kami melibatkan camat dan kepala desa untuk memvalidasi data, mencari anak yang tidak sekolah, mengetahui penyebabnya dan bersama-sama mencarikan solusi.
Dengan orang tua, kami ingin membangun kesadaran bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah.
Dengan dunia usaha, kami ingin membangun kemitraan agar anak-anak memperoleh keterampilan dan wawasan tentang dunia kerja.
Sementara masyarakat kita dorong menjadi lingkungan yang ikut menjaga dan mendukung pendidikan anak.
Konsep kita adalah membangun ekosistem pendidikan.
Pemerintah membuat kebijakan dan menyediakan dukungan, sekolah melaksanakan pembelajaran, guru mendidik, orang tua mendampingi, desa dan masyarakat menjaga lingkungan pendidikan, sementara dunia usaha dapat memberikan dukungan dan membuka ruang pengalaman bagi anak.
Pesan untuk Guru dan Tenaga Kependidikan
Heri Irawan — Landak News:
Apa pesan Bapak kepada para guru dan tenaga kependidikan yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan di Kabupaten Landak?
Samsul Bahri:
Pesan saya kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan di Kabupaten Landak, pertama-tama saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengabdian Bapak dan Ibu semua.
Saya menyadari bahwa tugas guru tidak ringan.
Guru bukan hanya mengajar anak membaca, menulis dan berhitung. Guru membentuk karakter, menanamkan nilai, memberikan motivasi, bahkan terkadang menjadi orang tua kedua bagi anak-anak kita.
Terutama bagi guru yang bertugas di daerah terpencil, dengan segala keterbatasan, pengabdiannya sungguh luar biasa.
Saya mengajak seluruh guru untuk tidak pernah berhenti belajar.
Zaman berubah, teknologi berubah dan anak-anak kita berubah. Karena itu, cara kita mendidik juga harus terus berkembang.
Kita harus mau belajar teknologi, memahami perkembangan kecerdasan artifisial, memperkuat literasi dan numerasi, tetapi tetap mengedepankan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.
Jangan takut terhadap perubahan.
Jangan melihat teknologi dan AI sebagai ancaman. Jadikan teknologi sebagai alat untuk membantu kita menjadi guru yang lebih baik.
Karena secanggih apa pun teknologi, tetap tidak dapat menggantikan keteladanan, kasih sayang dan sentuhan kemanusiaan seorang guru.
Kepada para kepala sekolah, saya juga berharap menjadi pemimpin pembelajaran yang mampu menggerakkan guru, membangun budaya sekolah yang positif dan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan bagi anak.
Kepada seluruh tenaga kependidikan, saya juga ingin menyampaikan bahwa Bapak dan Ibu memiliki peran yang sangat penting.
Sekolah yang baik tidak hanya dibangun oleh guru, tetapi oleh seluruh ekosistem sekolah yang bekerja dengan hati dan tanggung jawab.
Orang Tua sebagai Mitra Sekolah
Heri Irawan — Landak News:
Apa pesan Bapak kepada para orang tua agar lebih aktif mendukung pendidikan anak-anak mereka?
Samsul Bahri:
Saya mengajak seluruh orang tua di Kabupaten Landak untuk menjadi mitra sekolah.
Jangan menyerahkan seluruh tanggung jawab pendidikan kepada guru.
Guru mendidik anak di sekolah, tetapi karakter dan kebiasaan anak sangat banyak dibentuk di rumah.
Tidak perlu menjadi orang tua yang sempurna. Yang penting adalah hadir, mendengarkan, memberikan contoh dan memberikan perhatian.
Tanyakan kepada anak apa yang dipelajarinya hari ini, siapa temannya, apa kesulitannya dan apa cita-citanya.
Di era digital dan kecerdasan artifisial seperti sekarang, pendampingan orang tua semakin penting.
Kita harus memastikan teknologi membantu anak belajar, bukan justru membuat anak kehilangan waktu belajar dan interaksi sosial.
Saya juga berharap, kalau ada anak yang mengalami masalah pendidikan, jangan malu dan jangan menyerah.
Datanglah ke sekolah, sampaikan kepada guru, kepala sekolah atau pemerintah desa. Kita cari solusinya bersama.
Jangan sampai ada anak yang berhenti sekolah hanya karena orang tua merasa tidak memiliki jalan keluar.
Pesan untuk Pelajar Landak: Bermimpi Setinggi-tingginya
Heri Irawan — Landak News:
Apa pesan Bapak kepada para pelajar Kabupaten Landak agar memiliki semangat belajar dan mampu meraih cita-cita?
Samsul Bahri:
Pesan saya kepada seluruh pelajar Kabupaten Landak: bermimpilah setinggi-tingginya dan jangan pernah merasa rendah diri karena berasal dari desa atau daerah.
Dunia hari ini sudah terbuka.
Dengan teknologi, ilmu pengetahuan dan kemauan belajar, anak-anak Landak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan.
Belajarlah dengan tekun, manfaatkan teknologi secara bijak, termasuk kecerdasan artifisial. Tetapi jangan pernah kehilangan karakter.
Kami tidak hanya ingin melahirkan anak-anak yang pintar, tetapi generasi Landak yang cerdas, kreatif, berani, berintegritas dan mampu bersaing.
Kalau gagal, bangkit. Kalau jatuh, berdiri lagi. Kalau belum berhasil hari ini, jangan berhenti mencoba.
Jangan biarkan keadaan menentukan masa depan kalian.
Kalianlah yang harus menentukan masa depan melalui kerja keras dan pendidikan.
Anak-anak Landak, mungkin hari ini kalian duduk di bangku sekolah di sebuah desa yang jauh. Tetapi jangan pernah berpikir bahwa masa depan kalian juga harus jauh dari mimpi.
Dari desa kecil bisa lahir dokter, guru, insinyur, pengusaha, atlet, seniman, pemimpin bahkan ilmuwan.
Tidak ada yang tahu siapa di antara kalian yang kelak akan membawa nama Landak ke tingkat nasional bahkan dunia.
Mungkin kalianlah orangnya.
Komitmen Membangun Pendidikan yang Maju dan Merata
Heri Irawan — Landak News:
Terakhir, apa harapan dan komitmen Bapak sebagai Kepala Dinas Pendidikan untuk membawa pendidikan Kabupaten Landak menjadi lebih maju, berkualitas dan merata?
Samsul Bahri:
Sebagai Kepala Dinas Pendidikan, saya menyadari bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan.
Karena itu, saya tidak ingin menjanjikan bahwa semuanya akan selesai dalam waktu singkat.
Tetapi saya berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan berdasarkan data, berdasarkan kebutuhan dan dengan melibatkan semua pihak.
Ukuran keberhasilan kita bukan hanya berapa banyak program yang dilaksanakan atau berapa besar anggaran yang terserap.
Ukuran keberhasilan kita adalah apakah semakin banyak anak yang bersekolah, apakah mereka belajar dengan baik, apakah guru semakin profesional, apakah sekolah semakin berkualitas dan apakah masyarakat semakin merasakan manfaat dari pelayanan pendidikan.
Saya ingin Dinas Pendidikan menjadi dinas yang tidak hanya mengurus sekolah, tetapi benar-benar hadir untuk memastikan hak setiap anak Landak atas pendidikan.
Saya percaya pendidikan adalah investasi terbesar untuk masa depan Kabupaten Landak.
Jalan yang kita bangun hari ini mungkin akan dipakai puluhan tahun. Gedung yang kita bangun hari ini mungkin akan berdiri puluhan tahun.
Tetapi manusia yang kita didik hari ini akan menentukan seperti apa Landak puluhan tahun yang akan datang.
Karena itu, mari kita bangun pendidikan Landak dengan semangat gotong royong.
Kita ingin pendidikan yang maju, bukan hanya di pusat kabupaten; berkualitas, bukan hanya di sekolah tertentu; dan merata, bukan hanya di wilayah yang mudah dijangkau.
Harapan saya, suatu hari nanti tidak ada lagi anak Landak yang mengatakan, “Saya tidak bisa maju karena saya tinggal di pelosok.”
Sebaliknya, mereka akan mengatakan, “Saya anak Landak, saya punya kesempatan, saya punya kemampuan dan saya siap bersaing dengan siapa pun.”
Itulah komitmen kami: membuka jalan pendidikan seluas-luasnya bagi setiap anak Landak.
Dari Landak untuk Indonesia, dan dari Landak untuk dunia.
Penutup Redaksi
Rangkaian wawancara “Lebih Dekat Mengenal Pendidikan Kabupaten Landak” bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Landak, Samsul Bahri, S.Pd., M.Si., akhirnya memasuki bagian penutup.
Dari tiga bagian pembahasan, tergambar bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan ruang kelas dan sarana prasarana. Lebih jauh, pendidikan menyangkut kualitas dan kompetensi guru, pemerataan layanan, pengembangan bakat dan karakter peserta didik, pemanfaatan teknologi, serta keterlibatan keluarga dan masyarakat.
Tantangan pendidikan ke depan tentu akan semakin kompleks seiring perubahan teknologi dan kebutuhan kompetensi generasi muda. Namun, tantangan tersebut juga membuka peluang untuk memperluas akses pengetahuan dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau sekolah. Pendidikan membutuhkan keterlibatan guru, orang tua, pemerintah desa, masyarakat, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan.
Dengan kolaborasi dan komitmen bersama, pendidikan Kabupaten Landak diharapkan terus bergerak menuju layanan yang semakin maju, berkualitas dan merata, sehingga setiap anak memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang dan menentukan masa depannya. (SELESAI)















