Home / Uncategorized

Rabu, 7 Juni 2017 - 13:56 WIB

Pengalaman Mengesankan di Homestay Bagan Datuk, Malaysia

Program Homestay tengah digalakkan Tourism Malaysia khususnya di Provinsi Perak. Foto : Yaomi

KERAMAHAN penduduk dan objek wisata lokal yang potensial. Dua hal inilah yang menjadi andalan utama homestay sebuah program pariwisata yang kini sedang gencar-gencarnya dikembangkan oleh Tourism Malaysia, khususnya di Provinsi Perak.

Di provinsi ini terdapat sekitar 15 wilayah yang menjadi lokasi homestay yang tersebar di berbagai wilayah, diantaranya adalah Homestay Bagan Datuk yang bertarif RM100 atau setara sekitar Rp 300.000-an per malam. Tarif ini sudah termasuk dengan sarapan pagi, makan siang, dan malam hari serta aktivitas serta mengunjungi lokasi wisata di kawasan ini.

Bagan Datuk terletak di pinggir pantai. Sebagian besar wilayahnya merupakan perkebunan kelapa. Saya, Avy, travel blogger dari Kamboja, dan Ping Pitchaya, travel blogger dari Thailand, menginap di rumah penduduk setempat yakni Encik Ahmad dan Makcik Solehah.

Keluarga ini sangat ramah. Makcik Solehah, wanita berusia 50 tahun yang masih terlihat cantik, sangat pandai memasak. Dan saya memanggilnya Ibu, karena keramahan dan caranya bersikap mengingatkan saya kepada ibu saya di tanah air.

Baca juga  Ini Dia, Resep Minuman Mangga Hits yang Segar dan Sehat

Rumah mereka dilengkapi dengan tiga kamar mandi, air conditioner dan televisi dengan LCD 68 inch lengkap dengan audio sekelas home theater.  Di luar, rumah ini memang tak terlihat istimewa, hampir sama dengan kebanyakan rumah di kawasan ini, tetapi begitu masuk ke dalam, rasanya seperti masuk ke rumah Barby lengkap dengan kipas angin dan air conditioner AC.

Meski terkendala masalah bahasa, karena dua teman saya berasal dari Kambodja dan Thailand, namun  kami sangat akrab, Ibu begitu ramah melayani kami, bahkan seperti layaknya ibu kami sendiri. “Saya seperti mendapatkan keluarga baru, bukan orang lain, senang rasanya kalian datang kemari,” tutur wanita berusia 50 tahun yang masih terlihat cantik.

Makcik Solehah juga menyiapkan sendiri masakan untuk kami makan saat pagi maupun malam hari. Mak Cik Solehah jago masak, rasanya bahkan masih selalu terasa di lidah dan membuat kangen, “They cook so weel for us,” kata Ping dan Avy, dua rekan saya, terkenang masakan Makcik Solehah.

Baca juga  Ikhtiar Bersama di Tengah Kemarau, Anggota Polsek Mandor dan Koramil Serta Warga Mandor Gelar Sholat Istisqa

Keakraban kami dengan orang tua angkat di homestay dan warga setempat semakin terasa ketika sore hari digelar beragam perlombaan tradisional khas Bagan Datuk. Pada malam harinya, digelar Bagan Culture Night. Masing-masing kami mendapatkan hadiah. Malam tersebut juga sekaligus menjadi ajang perpisahan bagi para wisatawan seperti saya dan para orang tua angkat kami. “Oh, ibu!” saya pun memeluk erat ketika kami harus pamitan.

Teman-teman saya dari Social Media Influencer Fest 2017 merasakan pengalaman yang sama, mengaku senang tinggal di Homestay Bagan Datuk karena keramahan penduduknya. (Yaomi)

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Lakukan Sidak Pasar, Gutmen Pastikan Kebutuhan Pokok Tersedia

Uncategorized

Turut Serta Dalam Kegiatan, Kapolsek Menyuke Bersama Anggota Dukung Satgas TMMD

Uncategorized

Terkait PPKM Level 3, Bupati Landak Laksanakan Rakor Linsek

Uncategorized

Kapolsek Berikan Pesan Kamtibmas Saat Menjadi Pembina Upacara di SMAN 01 Ngabang

Uncategorized

Pfizer-BioNTech Sepakat Produksi Vaksin COVID-19 untuk Afrika

Uncategorized

50 SIM Sementara Telah Diterbitkan Lantas Polres Landak

Uncategorized

Anis Matta: Nabi Muhammad SAW Sudah Mengajarkan Cara Mengatasi Krisis Saat ini

Uncategorized

Kapolsek Mandor Hadiri Pelantikan Timanggong Binua Karohok Panampeant
error: Content is protected !!