Home / Internasional / Nasional

Kamis, 22 Juni 2017 - 07:37 WIB

Atasi Isis, Meliter Tiga Negara Bentuk Operasi Indomalphi

JAKARTA, LANDAK NEWS – Patroli yang diberi sandi ‘Indomalphi’ (Indonesia , Malaysia, dan Phililina) dimulai untuk mengatasi ancaman ISIS .

Patroli bersama angkatan laut trilateral ini menunjukkan tanda konkret pertama kerjasama melawan kelompok teror sayap ISIS yang beroperasi di wilayah tersebut.

Untuk itu, patroli gabungan ini di mulai dengan pembagian informasi untuk mengekang pengaruh kelompok teror Islam lokal, dan hal itu adalah sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh ketiga pemerintah tersebut.

Sel teror Asia Tenggara selaras dengan kelompok berbasis Irak dan Suriah telah berani dalam beberapa tahun terakhir, hal ini berpuncak pada pertempuran sebulan penuh di kota Marawi pulau Mindanao, Filipina selatan.

Patroli Maritim Trilateral Indomalphi yang namanya terdiri dari unsur masing-masing nama tiga negara, telah diprakarsai dan dilaksanakan oleh pemerintah untuk menghadapi tantangan keamanan yang terkait dengan perairan perbatasan masing-masing negara.

Kometmen perang terhadap ISIS ditandai dengan sebuah upacara disalah satu kapal angkatan laut Indonesia , provinsi Jawa Utara, Kalimantan Utara, Senin (19/6) pada acara tersebut dihadiri langsung ketiga Menteri Pertahanan Negara, didampingi komandan angkatan bersenjata masing-masing negara.

Baca juga  Saudi Cabut Syarat Kesehatan Umrah RI, Termasuk Vaksin Meningitis

Patroli Maritim Trilateral Indomalphi adalah langkah nyata yang diambil oleh ketiga negara. Dalam menjaga stabilitas di wilayah tersebut untuk menghadapi ancaman nyata seperti pembajakan, penculikan, terorisme dan kejahatan transnasional lainnya di perairan regional.

Dalam patroli ini dilaksanakan peningkatan pembagian intelijen dan patroli bersama, akan ada Pusat Komando Pusat Maritim (Maritime Command Centre / MCC) di setiap negara – Tarakan di Indonesia, Tawau di Malaysia dan Bongao di Filipina.Patroli maritim juga akan mencakup elemen udara dan darat.

Penculikan, terutama oleh militan berbasis Mindanao terhadap warga negara Indonesia, juga menjadi isu utama dalam menggerakkan inisiatif ini ke depan.

Selain puluhan orang Indonesia, terutama nelayan dan pelaut, yang diculik dalam beberapa tahun terakhir, faksi Abu Sayyaf Group (ASG) berbasis di Sulu baru-baru ini menculik dua orang Kanada, seorang Norwegia dan seorang Filipina nasional dari sebuah marina di Filipina selatan.

Baca juga  Trump Sebut Perlucutan Nuklir Korut Sudah Dimulai

Ancaman ISIS baru-baru ini oleh aliansi kelompok selaras ISIS di Mindanao berencana untuk menyapu kota Maraadi Mindanao, yang memiliki penduduk sekitar 200.000 orang selama sebulan.Ini adalah contoh pertama dari kelompok-kelompok Filipina yang bersekutu dengan ISIS.

Operasi Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) terus bergerak namun belum mampu mengatasi kelompok inti militan, yakni kelompok Maute yang terkenal dan dipimpin oleh pemimpin ASG Isnilon Hapilon, yang telah dinyatakan sebagai Emir Asia Tenggara oleh Pemimpin ISIS, Abu Bakir al-Baghdadi.

“Ini adalah peringatan agar kita bisa siap untuk mengatasi hal ini bersama karena ada sel-sel tidur yang ada di masing-masing negara kita,” ungkap Panglima Militer Indonesia, Jenderal Gatot Murmatyo pada upacara gabungan tiga negara tersebut. (RM)

Share :

Baca Juga

Internasional

Konflik Qatar-Negara Arab, Jokowi Belum Putuskan Peran Indonesia

Nasional

Penerimaan CPNS 2018, Khusus Tenaga Kesehatan dan Pengajar

Nasional

Bocoran Agenda Prabowo Saat ke Luar Negeri Pekan Depan, Ada Minum Teh dan Kunjungi Tembok China

Nasional

Ancaman Reklamasi Pesisir Surabaya Bagi Nelayan dan Lingkungan

Nasional

Pintu Umrah Belum Terbuka untuk Jemaah Indonesia

Nasional

Jokowi Minta ASEAN-Australia Terus Bangun Rasa Saling Percaya

Nasional

IPW : TNI Diperlukan Untuk Membantu Polri Dalam Mengatasi Terorisme

Nasional

Pengurus IWO Landak Hadiri Pengukuhan Pengurus IWO Pusat
error: Content is protected !!