Home / Pemda Landak

Rabu, 2 Agustus 2017 - 09:34 WIB

Kasus Rabies Meningkat, Berdayakan Media Lokal, Untuk Pencerahan Masyarakat

Marsalena, Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Privinsi Kalbar . (Foto: One)

NGABANG, LANDAK NEWS –     Pemerintah Kalimantan Barat menetapkan status tanggap darurat rabies, sebab penyebaran virus melalui gigitan anjing ke manusia di provinsi itu sudah semakin meningkat.

“Untuk saat ini status tanggap darurat rabies diperpanjang di Kabupaten Sanggau. Dimana ada 9 kasus kematin akibat gigitan anjing gila,” kata Marsalena, Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Privinsi Kalbar kemarin di Ngabang.

Ia mengatakan, kasus rabies ini harus melihat besaran atau populasi anjing yang ada dimasyarakat. “Kita tahu leding sektor ini ada di Dinas Pertanian dan Perternakan. Sementara kami kena efek ke hilir, karena ada kasus digigit anjing. Teman-teman kita di Dinas Perternakan bagi anjing peliharaan sudah melakukan penyuntikan vaksin,” katanya.

Baca juga  Rayakan Imlek, Karolin Silahturahmi Warga Pasar Jati Ngabang

Marsalena, menghimbau kepada masyarakat melalui media lokal supaya masyarakat yang punya anjing segera mungkin  mengantar atau melapor kedinas setempat untuk mendapat vaksinasi.

“Kasus kematian ini dinas kami merasa kecolongan bersama, baik ditingkat masyarakat. Artinya banyak masyarakat kurang pengetahuan untuk datang ke unit layanan yang sudah disiapkan oleh pemerintah baik rumah sakit, puskemas, postu, polides, bahkan  poswindu. Karena vaksinnya sudah disiapkan , “ kata istri Asuardi Daris ini.

Marsalena, berharap kepada masyarakat bagi yang terkena gigit anjing segera membawa ke tempat unit layanan tersebut. “Jangan khawatir vaksin sudah ada, terhadap manusinya. Kami sudah mendistribusikan vaksin ke seluruh kabupaten/kota. Saat ini Dinas Kesehatan tidak ada lagi alasan menyatakan tidak ada vaksin untuk manusianya,” harapnya.

Baca juga  Pj. Bupati Landak Hadiri Acara Peluncuran Siskeudes Online

Bagi daerah terkena kasus penularan rabies, memberikan edukasi, informasi, sosialisasi melalui media lokal.

“Mungkin bisa pakai bahasa daerah lokal, karena yang banyak jadi korban adalah saudara-saudara kita yang ada dikampung. Mereka kurang informasi, makanya aktifkan radio lokal, koran lokal baik cetak maupun online,” harapnya lagi.  (One)

Share :

Baca Juga

Pemda Landak

Kadis PMPD Landak Hadiri Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus DPC ABPEDNAS Kabupaten Landak

Pemda Landak

Bupati Landak Hadiri 24 Tahun Batalyon Armed 16/Komposit

Pemda Landak

Sekda Landak Hadiri Misa Tahun Baru di Gereja Paroki Salib Suci Ngabang

Pemda Landak

Hadiri Misa Natal, Sekda Landak Meminta Masyarakat Berpikir Positif Dan Mengubah Cara Hidup Sesuai Tema Natal 2022

Pemda Landak

Wagub Kalbar Cristiandy Sanjaya Resmikan Gereja Dayak Borneo

Pemda Landak

Kabupaten Landak Berangkatkan Tiga Jemaah Haji

Pemda Landak

Bupati Landak Ajak Petani Tingkatkan Kualitas Beras Landak

Pemda Landak

HUT ke-25 Pemkab Landak, Pj. Bupati Gutmen : Momen Refleksikan Pembangunan
error: Content is protected !!