NGABANG, LANDAKNEWS– Dua siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Ngabang, Adrianus Juan Sebastio dan Zepanya Abraisya Viklous terpilih untuk mengikuti Asia Youth International Model
United Nations (AYIMUN) di Kuala
Lumpur, Malaysia.
“Kegiatannya selama empat hari,
sesuai jadwal. Setelah itu, kem-
bali belajar di sekolah seperti biasa,”
kata Thomas Edison, Kepala SMA
Negeri 1 Ngabang ketika melepas
keberangkatan kedua siswanya itu,
Kamis (2/11).
Ketua MKKS SMA Kabupaten Landak ini menerangkan AYIMUN merupakan pendidikan simulasi atau kegiatan akademik, peserta belajar tentang diplomasi, hubungan internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Selama mengikuti kegiatan terse-
but, peserta se-Asia akan dilibatkan
dalam penelitian, public speking,
debat dan diberikan keterampilan
menulis. Mereka juga diajarkan untuk berpikir kritis, bekerja sama secara tim dan meningkatkan kemampuan dalam hal kepemimpinan, ” katanya.
Edison menjelaskan, kegiatan ini
melibatkan pemuda, mahasiswa dan pelajar seluruh Asia. Menggunakan
dana secara mandiri.
“Oleh sebab itu, kedua siswa kita ini mencoba mencari dana sendiri. Ternyata banyak yang mendukung mereka untuk berangkat,” ungkapnya.
Supaya bisa ikut AYIMUN, Adrianus Juan Sebastio dan Zepanya Abraisya Viklous membuat proposal untuk meminta bantuan kepada beberapa donatur, terutama kepada Bupati Landak, dr Karolin Margret Natasa.
Ketika kedua siswa ini bertemu Bupati Karolin, mereka langsung mendapatkan bantuan untuk berangkat ke Kuala Lumpur. Ada juga donatur lainnya yang membantu.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih, atas bantuan dari semua donatur terutama kepada Bupati Landak Karolin Margret Natasa yang betul-betul sangat mendukung kegiatan dua siswa yang mau berangkat mengikuti Model United Nations di Kuala Lumpur Malaysia ini,” ucap Edison.
Sementara itu, Adrianus Juan Sebastio dan Zepanya Abraisya Viklous sama-sama mengaku bangga bisa mengikuti seleksi untuk ikut dalam kegiatan tersebut. Sebab kegiatan ini tingkat internasional dalam
lingkup Asia.
“Awalnya kami mendapat informasi dari internet. Kemudian mencoba untuk ikut seleksi. Pendaftarnya mencapai 5.000 orang. Diseleksi menjadi 1.000 orang, diseleksi lagi menjadi 500 orang,” kata Adrianus diamini Zepanya.
Adrianus menjelaskan, kegiatan ini untuk meningkatkan pengalaman dalam simulasi konferensi PBB dan dapat berpikir kritis ter-
hadap isu-isu internasional di masa sekarang.
“Selain itu, untuk mengembangkan pengetahuan anak muda tentang PBB itu sendiri dan menguji ke-mampuan siswa dalam menghadapi isu internasional dan berdiplomasi,” jelas Adrianus.
Oleh: One









