Suasana kegiatan dialog Pembinaan Kerukunan Umat Beragama, Selasa (14/11), di Aula Pertemuan Hotel Hanura. (Foto: One)
NGABANG, LANDAKNEWS – Kementerian Agama Kabupaten Landak (Kemenag) menggelar dialog Pembinaan Kerukunan Umat Beragama, Selasa (14/11), di Aula Hotel Hanura Ngabang.
Hadir Kepala Kemenag Kabupaten Landak H. M Natsir M. Ag, dan dua nara sumber Drs. H. Syahrul Yadi, M.Si, dan H. Romawi Martin, SE, MM, serta pejabat Kemeng Landak.
Sementara, tema kegiatan Peranan Tokoh Agama Dalam Mewujudkan Kerukunan Umat Beragama yang Berkwalitas dan Berkesinambungan
Kepada media, Syahrul Yadi mengatakan pembinaan kerukunan umat beragama paling berperan penting disetiap daerah adalah Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Dimana didalam FKUB, ada dari berbagai tokoh masyarakat, dan lintas agama. “Tokoh masyarat ini menyatu dalam FKUB, tapi tidak semua tokoh masyarakat tergabung dalam FKUB, ” kata Syahrul
Untuk menwujudkan kerukunan antar umat beragama, lanjut Syahrul FKUB harus melakuan pendekatan 4 T.
“Istilah saya pinjam dari Nahdatul Ulama (NU). T pertama adalah Ta’aruf artinya saling kenal mengenal antar sektoral. Budayanya, ajarannya, sesuatu yang dianggap sensitifitas sehingga mengetahui. Setalah mengetahui sama-sama tidak melanggar. Apa bila ada ajaran-ajaran yang subtansi asensial. “Mungkin selama ini terjadi karena kita tidak mengenal, ” kata Kabiro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan IAIN Pontianak.
T kedua, Ta’ awun artinya saling kerjasama. Dimana kita boleh beda suku, beda agama, beda apa saja. Tapi kalau kita masuk dalam suatu komunitas atau tempat kita harus menyatu. “Perbedaan itu jadikan kekuatan. Jangan menjadi sebuah kelemahan. Misal dikampung kita harus kerjasama , hablumminannas kita harus kerjasama. Tapi sebaliknuab urusan aqidah dan ibadah jangan disamakan karena itu bersifat subtansi esensi, ” jelas pria kelahiran Suka Maju Kabupaten Kapuas Hulu.
T ketiga, lanjutnya, Ta’ dahamun yang artinya saling menghargai. Jangan kelompok atau agama lain diserang. Sementara kita diam saja.
“Itu tidak boleh terjadi.Sesungguhnya bila diserang kita ikut merasakan. Bila salah satu tubuh misal tangan, kaki, kepala dan perut. Maka ada bagian tubuh diserang maka bagian tubuh lain bergerak. Itulah sebenar nama.kerukunan, ” paparnya.
T keempat terakhir, Tasamuh artinya adanya toleransi antar sesama kita. Jika ada perbedaan antara kita dengan lainnya. Perbedaan ini dijadikan khasanah kekayaan bangsa kita. “Toleransi harus menghargai sesama kita,” tukasnya.
Syahrul berharap dari kegiatan ini sebagai momen bagaimana Kabupaten Landak berbeda-beda tetap satu. Dan bagai mana Kabupaten Landak membumikan 4 tekat bangsa ini, yaitu pertama Pancasilan harga sakral, kedua UUD 1945 harga skaral, ketiga Bhineka Tunggal Ika harga mahal dan keempat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga final.
Ditemui usai pembukaan, Kepala Kantor Kemenag Landak, H. Muhammad Natsir mengharapkan kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat di Landak untuk mengajak masyarakatnya masing-masing guna menjaga keharmonisan antar umat beragama.
“Melalui tokoh agama inilah kita meminta mereka terus menerus memberikan himbauan kepada masyarakat melalui sentuhan-sentuhan keagamaan, sehingga ada kesejukan antar kerukunan hidup beragama di Landak ini, ” ujar Natsir.
Dengan demikian katanya, ketika masyarakat menghadapi momen apapun, masyarakat tidak ribut. “Sebab, kerukunan umat beragama di Landak ini terus dilakukan pembinaan secara terus menerus,” katanya.
Kepada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Landak yang terdiri dari semua agama di Landak, ia meminta bisa membantu pemerintah untuk terus mewujudkan kerukunan hidup antar agama yang ada di Landak.
“Terus beri himbauan kepada masyarakat untuk tetap memelihara kerukunan hidup beragama di Landak ini,” harapnya.
Dikatakannya, pembinaan kerukunan beragama yang dilaksanakan tersebut memang rutin dilakukan Kantor Kemenag Landak setahun sekali. “Ini sudah menjadi agenda rutin di Kantor Kemenag Landak,” pungkas Natsir.
Oleh: One








