Bergotong royong warga RT.2 Dusun Sekaro Desa Paloan Kecamatan Sengah Temila menambal jalan yang berlubang. (Foto: Istimewa)
SENGAH TEMILA, LANDAKNEWS –
Berkat kepedulian yang tinggi, warga RT 2 Dusun Sekaro, Desa Paloan, Kecamatan Sengah Temila bergotong royong menambal jalan raya yang berlubang.
“Lubang di jalan itu sudah hampir memutus jalan raya. Kedalamannya sekitar 20 Centimeter,” ungkap Beben, Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD) dan Koordinator Timanggong Binua,Kecamatan Sengah Temila, ditemui di sela gotong royong di Desa Paloan, Minggu (19/11).
Lubang di jalan raya tersebut jelas sangat membahayakan para pengendara. Terutama bagi mereka yang tidak mengetahui dan memacu kendaraannya dalam kecepatan tinggi. “Apalagi pada malam hari,” kata Beben.
Dia mengungkapkan, cukup sering para pengendara sepeda motor yang jatuh di lubang tersebut. Lantaran memang tidak kelihatan dari jauh. Sementara mereka tidak hapal jalan tersebut.
Lantaran kondisi membahayakan itulah, warga setempat bergotong royong mengecor lubang tersebut.
“Mereka menambal ini pakai semen, batu. Tidak begitu kuat, hanya untuk sementara. Kalau digilas mobil berat, tidak lama rusak lagi,” kata Beben.
Warga sangat berharap instansi terkait segera memperbaiki jalan tersebut. Jangan menunggu jatuh korban jiwa. “Kita kasihan pengendara yang kecelakaan akibat lubang di jalan itu,” lirih Beben.
Sebelumnya memang sudah cukup banyak pengendara sepeda motor yang menabrak lubang tersebut dan terjatuh. Mereka tidak bisa menghindari lubang yang sudah separuh dari lebar badan jalan tersebut.
Camat Sengah Temila, Ursus sudah
mengimbau para pengendara agar lebih berhati-hati. Lantaran terdapat dua titik kerusakan di jalan raya, yakni di Dusun Sekaro Desa Paloan dan Dusun Angkaman Desa Senakin.
Lubangnya memandang, tambah
dia, sehingga nampak memotong
badan jalan raya. Posisi tepatnya, turunan dari arah Pahauman. Lubangnya kelihatan pada siang hari dari jarak sekitar lima meter bagi pengendara kendaraan bermotor.
“Kalau dari arah bukit Seha, ada tikungan. Maka pengendara yang belum tahu bisa kecelakaan,” kata Ursus.
Ia berharap, pihak terkait memasang rambu-rambu, supaya para pengendara mengetahui sedari jauh keberadaan lubang di jalan raya tersebut.
“Jangan sampai jatuh korban jiwa akibat menabrak lubang itu,” harap Ursus.
Oleh: One








