Home / Kalbar

Senin, 5 Februari 2018 - 08:19 WIB

Jenazah 11 Warga Pontianak Akan Dimakamkan di Desa Pandu

Kaka lantas di Sampit (ist)

SAMPIT, LANDAKNEWS – Jenazah 11 warga Pontianak korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Tjilik Riwut km 32 akan dimakamkan di Desa Pundu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng.

“Tadi sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga, seluruh korban rencananya akan dimakamkan di Desa Pundu. Saat ini sedang dipersiapkan,” kata Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Muchtar Supiandi Siregar di lokasi kejadian di Desa Pundu, Sabtu.

Sekitar pukul 06.00 WIB, terjadi tabrakan di Jalan Tjilik Riwut km 32 Desa Pundu antara sebuah dumptruk pengangkut semen dengan mobil pikap bermuatan 14 penumpang. Informasinya, rombongan tersebut merupakan jemaah pengajian dari Pontianak Kalimantan Barat yang hendak menghadiri sebuah tabligh akbar di Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Mobil pikap dengan nomor polisi KB 8629 berasal dari Pontianak Kalimantan Barat menuju arah Palangka Raya dengan muatan 14 penumpang, sedangkan mobil dump truk bermuatan semen dengan nomor polisi DA1983 TN yang dikemudikan Ahmad Rudianur warga Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur, melaju menuju arah Sampit.

Kerasnya tabrakan membuat mobil langsung terbakar dan menyebabkan korban meninggal di tempat kejadian. Sebagian besar korban meninggal akibat terbakar dan luka-luka.

“Mobil pikap itu dinaiki 14 orang. Korban meninggal 11 orang dan tiga lainnya dirujuk ke rumah sakit di Kabupaten Katingan,” ujar Muchtar menegaskan jumlah korban.

Data diperoleh, 11 korban meninggal yaitu Al Huda (30), Iyus (28), Marwan (40), Aulia (25), Jono (55), Agus (50), Hamzah (43), Iwan (35), Mukmin (40), Agus (35) dan Mr X alias sopir pikap yang belum diketahui identitasnya. Sedangkan tiga korban yang dirujuk ke rumah sakit Kasongan Kabupaten Katingan adalah Dedi Mulyadi (45), Hanafi (30) dan Lukman (26).

Baca juga  Pemkab Optimalkan Potensi Perikanan Daerah

Para korban merupakan warga yang berasal dari sejumlah daerah di Kalimantan Barat seperti Pontianak, Singkawang dan Kubu Raya. Kabarnya, mereka berangkat menuju Banjarmasin dengan jumlah rombongan cukup banyak, menggunakan sejumlah mobil.

Muchtar tidak ingin menanggapi dugaan penyebab kecelakaan, termasuk dugaan warga bahwa sopir pikap mengantuk dan tidak menguasai medan sehingga lepas jalur saat di tikungan tajam.

“Seperti saya tegaskan tadi, penyebab kecelakaan masih diselidiki. Kami masih menunggu hasil investigasi. Saat ini kami fokus membantu pemakaman korban,” tegas Muchtar.

Kejadian tragis yang banyak merenggut korban jiwa ini mengundang simpatik masyarakat. Namun yang menjadi sorotan adalah penggunaan mobil pikap untuk mengangkut penumpang, padahal sudah dilarang keras.

Penulis: Antara
Editor: Heri

Kaka lantas di Sampit (ist)

SAMPIT, LANDAKNEWS – Jenazah 11 warga Pontianak korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Tjilik Riwut km 32 akan dimakamkan di Desa Pundu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng.

“Tadi sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga, seluruh korban rencananya akan dimakamkan di Desa Pundu. Saat ini sedang dipersiapkan,” kata Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Muchtar Supiandi Siregar di lokasi kejadian di Desa Pundu, Sabtu.

Sekitar pukul 06.00 WIB, terjadi tabrakan di Jalan Tjilik Riwut km 32 Desa Pundu antara sebuah dumptruk pengangkut semen dengan mobil pikap bermuatan 14 penumpang. Informasinya, rombongan tersebut merupakan jemaah pengajian dari Pontianak Kalimantan Barat yang hendak menghadiri sebuah tabligh akbar di Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Mobil pikap dengan nomor polisi KB 8629 berasal dari Pontianak Kalimantan Barat menuju arah Palangka Raya dengan muatan 14 penumpang, sedangkan mobil dump truk bermuatan semen dengan nomor polisi DA1983 TN yang dikemudikan Ahmad Rudianur warga Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur, melaju menuju arah Sampit.

Baca juga  Syahrul Yadi Sampaikan 7 Program Prioritas Kemenag RI Tahun 2021

Kerasnya tabrakan membuat mobil langsung terbakar dan menyebabkan korban meninggal di tempat kejadian. Sebagian besar korban meninggal akibat terbakar dan luka-luka.

“Mobil pikap itu dinaiki 14 orang. Korban meninggal 11 orang dan tiga lainnya dirujuk ke rumah sakit di Kabupaten Katingan,” ujar Muchtar menegaskan jumlah korban.

Data diperoleh, 11 korban meninggal yaitu Al Huda (30), Iyus (28), Marwan (40), Aulia (25), Jono (55), Agus (50), Hamzah (43), Iwan (35), Mukmin (40), Agus (35) dan Mr X alias sopir pikap yang belum diketahui identitasnya. Sedangkan tiga korban yang dirujuk ke rumah sakit Kasongan Kabupaten Katingan adalah Dedi Mulyadi (45), Hanafi (30) dan Lukman (26).

Para korban merupakan warga yang berasal dari sejumlah daerah di Kalimantan Barat seperti Pontianak, Singkawang dan Kubu Raya. Kabarnya, mereka berangkat menuju Banjarmasin dengan jumlah rombongan cukup banyak, menggunakan sejumlah mobil.

Muchtar tidak ingin menanggapi dugaan penyebab kecelakaan, termasuk dugaan warga bahwa sopir pikap mengantuk dan tidak menguasai medan sehingga lepas jalur saat di tikungan tajam.

“Seperti saya tegaskan tadi, penyebab kecelakaan masih diselidiki. Kami masih menunggu hasil investigasi. Saat ini kami fokus membantu pemakaman korban,” tegas Muchtar.

Kejadian tragis yang banyak merenggut korban jiwa ini mengundang simpatik masyarakat. Namun yang menjadi sorotan adalah penggunaan mobil pikap untuk mengangkut penumpang, padahal sudah dilarang keras.

Penulis: Antara
Editor: Heri

Share :

Baca Juga

Kalbar

Ruas Tayan-Sanggau Mulus, PH : Terima Kasih Pak Gubernur Cornelis

Kalbar

Tujuh Kabupaten/Kota Kalbar Mendapat Opini WTP

Kalbar

Realisasi Imunisasi MR 11 Persen

Kalbar

Tim Tenis Rindam XII/Tpr Tumbangkan Tim Tenis Polda Kalbar

Kalbar

17 Calon TKI Illegal, Hendak Ke Malaysia Diamankan Polda Kalbar

Kalbar

Umat Katolik Kampung Baru Kompak dan Bersatu

Kalbar

Pesona Bukit Padakng Pakumbang Tempat Wisata Bak Negeri Diatas Awan

Kalbar

inDriver Kembali Beroperasi Penuh di Pontianak
error: Content is protected !!