Home / Internasional

Minggu, 25 Maret 2018 - 08:50 WIB

Demo Besar Landa 700 Kota di AS Tuntut Kontrol Senjata

Demonstrasi besar-besaran March For Our Lives oleh pelajar dan kelompok advokasi kontrol senjata berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat. Foto/REUTERS/Aaron P Bernstein

WASHINGTON, LANDAKNEWS – Demo besar-besaran terjadi di sekitar 700 kota di seluruh wilayah Amerika Serikat (AS), termasuk Washington untuk menuntut pengontrolan senjata. Demo dukungan “March For Our Lives” ini juga terjadi di 37 negara.

Demo besar di banyak kota di AS ini dimulai pada hari Jumat waktu setempat atau Sabtu (24/3/2018) WIB. Aksi massa turun ke jalan didominasi anak-anak muda, termasuk kalangan pelajar. Momen langka tersebut dipicu penembakan massal yang menewaskan 17 siswa di Marjory Stoneman Douglas High School, sebuah SMA di Parkland, Florida bulan Februari lalu. Salah satu remaja yang selamat dari pembantaian massal di SMA tersebut telah bersuara dalam gerakan anti-senjata dan memimpin kritik terhadap Presiden AS Donald Trump.

“Setiap orang yang berbicara masih muda. Kami tidak memiliki siapa pun di atas usia 20 tahun, karena ini adalah kisah kami, ”kata korban selamat dalam penembakan massal di Parkland, Cameron Kasky, kepada NPR. “Generasi kami harus berurusan dengan ini sepanjang waktu. Sudah waktunya kita bicara. Anda tahu, Anda dapat mengirim pemikiran dan doa Anda. Ini adalah pemikiran kami. Anda harus mendengarkan sekarang,” lanjut Kasky.

Baca juga  G20 Pertimbangkan Resolusi yang Kutuk Invasi Rusia

Puncak demo besar-besaran diprediksi terjadi hari Sabtu waktu AS atau Minggu (25/3/2018) WIB. Massa anak muda ini menyerukan larangan penggunaan jenis senjata serbu dan magazine berkapasitas tinggi yang sering digunakan dalam penembakan di sekolah.

Mereka juga ingin Kongres menutup celah yang memungkinkan orang yang tidak layak untuk lulus dalam pemeriksaan latar belakang terlibat dalam jual beli senjata. ”Kami adalah orang-orang yang duduk di sana dan berdoa, ketika kami mendengar ketukan di pintu kami dan kaca pecah, itu bukan penembak, itu adalah polisi,” kata Alexland yang selamat dari tragedi pembantaian di Parkland ketika berbicara di sebuah acara di Universitas Harvard.

”Saya pikir gerakan ini tidak akan mungkin jika kami bukan remaja.” Aksi turun ke jalan telah dijadwalkan berlangsung di sekitar 700 kota di seluruh negeri AS, dengan lebih dari 10.000 orang diperkirakan beraksi di New York dan 50.000 orang di Los Angeles. Ada lebih dari 140 demo dukungan digelar di 37 negara, termasuk Kanada, Australia, Selandia Baru, Islandia, Jepang dan seluruh Eropa.

Presiden Trump tidak berada di Washington DC menjelang demo besar. Presiden meninggalkan Gedung Putih menuju resor Mar-a-Lago miliknya di Florida setelah penandatanganan rancangan undang-undang (RUU) anggaran pengeluaran USD1,3 triliun.

Baca juga  Ledakan Serentak Kembali Terjadi di Lebanon, Menhan Israel Puji Kerja Intelijen

Trump telah disalahkan warga AS setelah pembantaian di Parkland. Dia dikritik karena pelaku pembantaian Nikolas Cruz, 19, yang bermasalah pada kesehatan mental mendapat izin untuk memperoleh senjata.

Cruz didakwa awal bulan ini dengan 17 tuduhan pembunuhan berencana tingkat pertama dan 17 tuduhan percobaan pembunuhan tingkat pertama.

March For Our Lives merupakan aksi massa terbaru dalam serangkaian gerakan protes anti-senjata di AS baru-baru ini. Awal bulan ini, siswa sekolah di AS keluar dari ruang kelas sebagai bagian dari protes terhadap kekerasan bersenjata. Belum lama ini, lebih dari 3.000 sekolah terdaftar untuk ikut serta dalam aksi

“Enough! National School Walkout”. Menurut laporan Gun Violence Archive, ada 49 penembakan massal di AS sepanjang tahun ini. Dari hampir 9.000 orang yang tewas atau pun terluka dalam tiga bulan pertama tahun 2018, sekitar 596 orang di antaranya berusia antara 12 hingga 17 tahun.

Sumber: Sindo

Share :

Baca Juga

Internasional

Mengapa Erdogan Selalu Menang dalam Pemilu Turki?

Internasional

Vaksinasi Penuh, Syarat Berkunjung ke Restoran, Tempat Kebugaran di San Francisco

Internasional

Puluhan Ribu Orang Beri Penghormatan pada Paus Benediktus

Internasional

Survei Terbaru: 52% Warga AS Pesimis dengan Kondisi Demokrasi

Internasional

Ledakan Gedung di Ibu Kota Bangladesh, 18 Tewas dan Puluhan Terluka

Internasional

Paus Kutuk Sikap ‘Irasional’ terhadap Senjata Nuklir

Internasional

Para Pejabat AS Perdebatkan Mandat Masker, Vaksinasi, dan Lonjakan Varian Delta

Internasional

Zelenskyy Lanjut Bersih-bersih Kabinet, Pecat Pejabat Senior Keamanan
error: Content is protected !!