Home / Parlementaria

Selasa, 27 Maret 2018 - 20:06 WIB

Bayi Calista yang Dianiaya Ibu Kandungnya Meninggal Dunia

Calista, bayi berusia 1 tahun 6 bulan yang mengalami koma di RSUD Karawang selama dua pekan akibat penganiayaan ibu kandungnya akhirnya meninggal dunia, Minggu (25/03/18).

KARAWANG, LANDAKNEWS – Calista, bayi berusia 1 tahun 6 bulan yang mengalami koma di RSUD Karawang selama dua pekan akibat penganiayaan ibu kandungnya, akhirnya meninggal dunia, Minggu (25/3/2018).

Selama dalam perawatan, Calista menggunakan alat bantu pernapasan untuk memacu jantungnya akibat luka kepala bagian belakangnya.

“Barusan saya mendapat kabar jika bayi Calista meninggal dunia sekitar pukul 9.55 Wib. Kita semua sudah berupaya memberikan yang terbaik untuk Calista namun takdir sudah digariskan kita hanya bisa berdoa.” kata Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan, Minggu (25/3/2018).

Hendy mengatakan kasus penganiayaan yang dialami Calista terus diproses dengan tersangka ibu kandung korban, S. Polisi sampai saat ini masih memeriksa sejumlah orang yang mengetahui kasus tersebut.

Baca juga  Anggota DPRD Landak Menghadiri Rapat Koordinasi Kerjasama Antara Kabupaten Landak Dengan LPPM Universitas Muhammadiyah Pontianak

“Sudah enam orang kita mintai keterangan dan tersangknya satu orang yaitu ibu kandungnya,” katanya. Bayi Calista diketahui mengalami penganiayaan secara terus menerus oleh ibu kandungnya, S. Intensitas penganiayaan mulai sering dirasakan Calista sejak Februari hingga mencapai puncaknya pertengahan Maret.

Puncak penderitaan Calista ketika sang ibu kandung membanting anaknya ke tembok dan kemudian terpental menabrak rak piring. Calista mengalami luka yang cukup parah ketika kepala bagian belakang mengalami pendarahan hebat. S, ibu kandung korban, baru menyadari tindakan kerasnya kali ini sudah melampaui ambang batas ketika melihat putrinya diam tidak berdaya.

Biasanya, Calista akan menangis jika mengalami penganiayaan oleh ibunya, tapi kala itu Calista terdiam tanpa gerak. Melihat hal tersebut, S segera melarikan anaknya ke rumah sakit RSUD. Sampai di RSUD, dokter langsung membawa ke ruang perawatan intensif karena kondisi Calista ternyata sudah koma. Tim dokter yang memeriksa Calista mulai mencium gelagat mencurigakan melihat luka yang dialami Calista.

Baca juga  Ketua DPRD Landak Mengikuti Kegiatan Gerak Jalan Sehat dan Senam Masal Dalam Rangka HUT Pemerintah Kabupaten Landak ke-23

Luka yang dialami Calista adalah luka cubitan, pukulan, dan luka di bagian kepala bagian belakang. Dokter rumah sakit yang menangani Calista segera melaporkan dugaan penganiayaan ke Polres Karawang.

Mendapat laporan dari RSUD, Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan langsung mendatangi RSUD dan melihat langsung kondisi kesehatan Calista. Melihat luka yang dialami Calista, Hendy segera perintahkan anak buahnya untuk mencari pelaku penganiaya Calista. Tak butuh waktu lama akhirnya polisi menetapkan ibu kandung Calista, S sebagai tersangka.

Sumber: Sindo

Share :

Baca Juga

Parlementaria

DPRD Landak Bahas Raperda Penyerahan PSU Perumahan dan Permukiman

Parlementaria

DPRD Landak gelar Rapat Paripurna Penyampaian Jawaban Bupati Landak atas Pandangan Umum Seluruh Fraksi

Parlementaria

DPRD Landak Gelar Rapat Paripurna Ke-2 Masa Sidang III Tahun 2023 DPRD Landak Dalam Rangka Penyampaian Pidato Pengantar Raperda Tentang Perubahan Ke Tiga Atas Perda Kab. Landak No 5 Tahun 2016 Tentang Pembentukkan dan Susunan Perangkat Daerah Kab. Landak Oleh Pj. Bupati Landak

Parlementaria

KOMISI C DPRD Kabupaten Landak Menghadiri Rapat Pembentukkan Kepengurusan dan Anggota IAKMI Kabupaten Landak

Parlementaria

Ketua DPRD Landak Mengikuti Upacara Hari Pahlawan di Halaman Kantor Bupati Landak

Parlementaria

Anggota DPRD Landak Menghadiri Rapat Koordinasi Kerjasama Antara Kabupaten Landak Dengan LPPM Universitas Muhammadiyah Pontianak

Parlementaria

Heri Saman Menutup Turnamen Sepak Bola Merdeka Cup dan Sekaligus Menyerahkan Piala Kepada Pemenang di Tamang, Kecamatan Ke ok

Parlementaria

Komisi A DPRD Landak dan BPJS Ketenagakerjaan RDP Dengan Pemdes, Camat Dan Kades Se-Kabupaten Landak
error: Content is protected !!