Home / Kalbar

Kamis, 12 April 2018 - 07:40 WIB

Indonesia – Malaysia Nyaris Tak Ada Pembatas

Ilustrasi – Jalan tikus di perbatasan Indonesia – Malaysia di Kabupaten Sanggau yang kerap digunakan untuk kegiatan ilegal (Foto Agus Alfian)

PUTUSSIBAU, LANDAKNEWS – Masuknya sejumlah barang ilegal dari negara tetangga di daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat diakibatkan banyaknya jalan tidak resmi seperti sejumlah jalan perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah tersebut.

“Kebanyakan jalan perkebunan sawit bisa dilalui untuk menembus ke wilayah Indonesia dan Malaysia, karena di perbatasan itu antara Indonesia dan Malaysia sama – sama memiliki kebun sawit, sebagai tempat pelintasan ilegal,” kata warga perbatasan Agustinus Riduan kepada Antara, Rabu malam.

Ia menjelaskan selain jalan perusahaan sawit, jalan tidak resmi atau jalan tikus itu juga ada bekas aktivitas illegal logging sekitar tahun 2000 yang hingga saat ini masih ada akses jalan tersebut.

Baca juga  Polisi Bonti Libas 6 Mesin PETI

Baca juga: Pana khawatir narkoba beredar lewat jalur tikus

Menurut Agustinus, sejumlah titik ruas jalan tikus itu sudah dijaga oleh pihak TNI dengan adanya sejumlah pos, namun masih banyak jalan tikus yang bisa ditembus melalui jalan perusahaan, tanpa adanya pengawasan langsung.

” Kami tidak jalan tikus di jadikan alasan pihak tertentu yang mengatasnamakan kepentingan masyarakat, jika itu benar masyarakat yang mana, bukankah justru jalan perusahaan sawit nyaris tidak terawasi,” ujar Agustinus.

Dirinya meminta agar semua pihak serius untuk mengatasi jalan tikus dan harus ada ketegasan, sehingga masyarakat tidak menjadi korban karena kepentingan tertentu.

Baca juga  Deteksi Awal Covid-19 dengan GeNose di SMAN 1 Sungai Raya

Baca juga: Pamtas Amankan Miras Dari Jalur “Tikus” Perbatasan

Sementara itu, Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Imam Riyadi pernah mengatakan kondisi perbatasan Indonesia – Malaysia di wilayah Kapuas Hulu nyaris tidak ada pembatas.

Batas negara kata Imam, hanya dibatasi patok batas, selebihnya antara Indonesia – Malaysia sama – sama memiliki perkebunan kelapa sawit, yang bisa dimanfaatkan pihak tertentu melakukan tindak kejahatan melalui jalur – jalur tidak resmi.

” Harus ada langkah konkrit yang kita lakukan bersama mengatasi jalan tikus, sebab saat ini tidak bisa lagi mengedepankan ego sektoral,” kata Imam.

Sumber: Antara Kalbar

Share :

Baca Juga

Kalbar

Lokakarya Pelestarian Hutan Adat, Karolin : Pemda Harus Proaktif Mengusulkan Hutan Adat

Kalbar

PDKK Pusat Damai Doakan Dua Tahun Meninggalnya Melianus Ferly

Kalbar

TNI Salurkan Air Bersih ke Rumah-Rumah Warga, di Perbatasan RI-Malaysia

Kalbar

Karolin – Gidot Bidik Sektor Kebudayaan Dan Parawisata Untuk Dongkrak PAD

Kalbar

Pelantikan Bupati – Wakil Hasil Pilkada di Kalbar 26 Februari 2021

Kalbar

Idul Fitri, Cornelis : Toleransi Harus Tetap Kita Pelihara di Kalbar

Kalbar

Sertijab Pengurus GOW Kabupaten Sekadau

Kalbar

Penyelenggara Pilkada Harus Profesional
error: Content is protected !!