Home / Kalbar

Minggu, 6 Mei 2018 - 23:14 WIB

Berpakaian Kebaya dan Pesa’an di Acara Debat, Karolin-Gidot Buktikan Pemimpin untuk Semua Golongan

MEMPAWAH,  LANDAKNEWS – Tampil mengenakan pakaian adat pada acara debat publik kedua Pilgub Kalbar di Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (5/5/2018) malam, Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 2, Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot ingin menunjukkan penghargaannya kepada etnis yang ada di Indonesia, khususnya di Kalbar.

Bermahkotakan sanggul dan bergaun kebaya merah songket Sambas, penampilan ayu Karolin sangat khas perempuan Indonesia. Demikian pula Gidot yang mengenakan baju pesa’an dan celana gomboran bermahkota odheng, gagah bak laskar sakera Madura.

Karolin mengatakan, selain bentuk penghargaan terhadap budaya Indonesia, penampilannya dan Gidot mengenakan pakaian adat sebagai bukti bahwa pasangan Karolin-Gidot adalah pasangan untuk semua etnis yang ada di Kalbar.

“Ini merupakan ajakan kami kepada seluruh masyarakat Kalimantan Barat untuk menjaga suasana penuh kekeluargaan. Ketika kami terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, kami adalah Gubernur untuk semua warga Kalimanatan Barat, apapun sukunya apapun agamanya,” ujar Karolin saat bertemu warga Dusun Barak, Desa Anjungan, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Mempawah, Minggu (6/5/2018).

Baca juga  Warga Pontianak Keluhkan Biaya Pendidikan,  Karolin: Ini Prioritas Kami

Menjadi pemimpin provinsi, Karolin menegaskan dirinya siap melindungi segenap masyarakat Kalbar. Setiap orang berhak untuk mencari penghidupan, mendapatkan pendidikan dan kesehatan yang layak serta rasa aman.

“Walaupun bapak ibu tidak tidak bisa menonton debat publik tadi malam, dari panggung debat kami menyerukan suara perdamaian untuk Kalimantan Barat, dan kesiapan kami menyatukan seluruh wilayah Kalimantan Barat agar tetap aman, damai seperti 10 tahun terakhir ini,” katanya. Diketahui, sebagian masyarakat di Mempawah tidak dapat menyaksikan secara langsung acara debat tadi malam di PONTV.

Karolin-Gidot berkomitmen melanjutkan program dan kinerja pemerintah sebelumnya, Cornelis-Christiandy Sanjaya. Tidak hanya pembangunan di berbagai infrastruktur yang maju secara pesat, tapi juga yang terpenting, dalam 10 tahun pemerintahan keamanan di Kalbar sangat terjamin.

Baca juga  Songkok Chapter Sekadau Menilai Karolin-Gidot Paslon Pilihan Anak Muda

Jika dibandingkan dengan paslon lain, pasangan Karolin-Gidot terbanyak melakukan kampanye dialogis bersama masyarakat. Sudah banyak banyak daerah hingga perbatasan dan pedalaman Kalbar, telah keduanya datangi.

Karolin menjelaskan, dirinya ingin mengetahui langsung apa yang menjadi keinginan masyarakat kepada dirinya apabila terpilih menjadi gubernur mendatang. Di samping itu, sebagai pemimpin tidak boleh sungkan untuk bertemu seluruh konstituen.

“Saya ada di lapangan untuk menunjukkan, pertama bahwa saya serius untuk memimpin Kalimantan Barat. Kedua, saya adalah pemimpin yang tidak takut untuk bertemu dengan rakyat,” terangnya.

Penulis: Tim Liputan
Editor: One

Share :

Baca Juga

Kalbar

LAZISNU dan Bank Mega Syariah Salurkan Paket Lebaran Untuk Guru Ngaji dan Dhuafa

Kalbar

Pemkab Santuni Keluarga Korban Tenggelam

Kalbar

Tokoh Adat Di Melawi Ingin Karolin Lanjutkan Pembangunan Menuju Kalbar Hebat

Kalbar

Kapolsek Kuala Behe Hadiri Kegiatan Musrenbang Kecamatan diaula Kantor Camat

Kalbar

Dengan Semangat Anggota Polsek Kuala Behe, Bersama Masyarakat Mendukung HUT RI Yang Ke 73

Kalbar

TNI Tangkap Dua Warga Asing Bawa Munisi di Perbatasan, Berbuah Senjata Api

Kalbar

PDI Perjuangan Tetapkan Pasangan Calon Pertengahan Desember

Kalbar

Komunitas Tawak Borneo Gawai Bersama Project Film Nyai Jirah
error: Content is protected !!