Home / Nasional

Minggu, 13 Mei 2018 - 20:33 WIB

Kata Jokowi Pelaku Bom Surabaya Gunakan Anak-anak

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menggelar konferensi pers di Surabaya, Minggu (13/5) sore. (Foto: Desca Lidya Natalia)

SURABAYA, LANDAKNEWS – Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa pelaku pengeboman gereja di Surabaya menggunakan dua anak kecil dalam melakukan aksi bom bunuh diri.

“Pelaku menggunakan dua anak berumur kurang lebih 10 tahun yang digunakan juga untuk pelaku bom bunuh diri,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menggelar konferensi pers di Surabaya, Minggu sore.

Presiden selepas mendapatkan laporan terkait pengeboman tiga gereja di Surabaya langsung membatalkan dua agendanya di Jakarta dan seketika bertolak ke Surabaya.

Baca juga  YLBHI: 239 Perempuan Jadi Korban Kekerasan dalam Setahun Terakhir

Ia pun mendatangi dua lokasi gereja yang mendapat serangan aksi terorisme tersebut yakni GKI di Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya di Jalan Arjuna.

Selanjutnya Presiden juga mengunjungi korban luka yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. Presiden pun menyesalkan bahwa aksi pengeboman itu telah menelan banyak korban di antaranya adalah anak-anak yang tidak berdosa. Keprihatinan tersebut disampaikan Presiden mengingat seharusnya tidak terjadi atau jatuh korban yang begitu banyak terlebih adalah anak-anak kecil.

“Tindakan terorisme kali ini sungguh biadab dan di luar batas kemanusiaan yang menimbulkan korban anggota masyarakat, anggota kepolisian, dan juga anak-anak yang tidak berdosa,” ujarnya.

Baca juga  WHO Ingatkan soal Bahaya "Disease X" Bisa Jadi Pandemi Baru, Apa Itu?

Presiden menegaskan bahwa terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan tidak ada kaitannya dengan agama apapun, semua ajaran agama menolak terorisme dengan alasan apapun.

Pada kesempatan itu Presiden didampingi sejumlah pejabat di antaranya Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menko Polhukam Wiranto, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.(*)

Sumber: ANTARA

Share :

Baca Juga

Nasional

Video TKW Ditagih Denda Rp9 Juta usai Beli Gamis Rp200 Ribu Viral, Pihak Bea Cukai: Penipuan

Nasional

Hari Hepatitis Sedunia: Dua Serangan Virus Menjangkiti Dunia

Nasional

ARSSI Imbau RS Taat Aturan Tak Potong Insentif Nakes

Nasional

Mengapa Gempa Cianjur Memiliki Daya Rusak Besar?

Nasional

Apakah Pemilih Perempuan Pilih Caleg Perempuan?

Nasional

Penutupan Muktamar Muhammadiyah: Merespon Teknologi, Toleransi dan Sikap Jelang 2024

Nasional

Pegawai Bea Cukai Kualanamu Diperiksa Usai Bongkar Borok Instansinya, KPK: Tak Sesuai Janji Whistleblowing System

Nasional

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemerintah Tunda Vaksin Booster
error: Content is protected !!