Taman Bacaan yang sudah selesai pengerjaannya. (Foto: One)
NGABANG – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Landak Erani mengakui hingga kini pekerjaan pembangunan mengunakan dana DAU hampir rampung sekitar 80-90 persen.
“Seperti pembangunan di daerah Tubang Raeng. Sedangkan dana DAK pembangunannya sudah rampung 100 persen, karena mulai lebih awal,” kata Erani beberapa waktu lalu di Ngabang.
Kemudian, drainase, jalan lingkar dalam kota Ngabang, Ketua Asosiasi PSSI Landak 2015-2019 ini kembali menjelaskan mengharapkan ada kucuran dana dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Karena pemetintah provinsi Kalbar megalami devisit, akhirnya tertunda.
“Kita menyadari dalam Kota Ngabang banyak jalan rusak , banyak jalan berlobang dan tergenang air. Dana ini cukup besar Rp. 10 miliar, ” jelas Erani.
Erani menambahkan, kemudian air bersih, Cipta Karya (CK), kedepan mengunakan dana DAK, dana besar ini bisa mentunaskan ruas jalan, terutama aksen jalan menuju parawisata.
“Seperti jalan Semuntik Muara Ilai tahun ini dana hampir Rp.6 miliar itupun belum tuntas. Termasuk Jalan Sempatung Rp.15 miliar, tahun depan akan dilanjutkan pembangunannya, ” harap Erani.
Pihaknya juga, ditahun 2018, telah menyelesaikan dan sedang membangun taman-taman bermain, seperti Taman Bacaan di Jalur Dua Ngabang, Taman Tugu Intan simpang Jalan Gor KM 3 Ngabang, dan Taman Kota Intan (TKI) di KM 2 Ngabang.
Penulis: hi74
Editor: One













