Home / Pemda Landak

Jumat, 30 November 2018 - 19:13 WIB

Setuju Kebijakan Presiden,  Kementerian PUPR Beli Karet  Petani

NGABANG – Supendi Ketua Asosiasi Petani Karet Seluruh Indonesia (APKRINDO) Kabupaten Landak mengakui harga karet dipasaran dikarenakan tidak ada pihak yang back up pasar industri karet petani di Indonesia ini.

“Tapi jangan pula dengan situasi seperti itu, lalu dikaitkan dengan situasi politik,” ujar Supendi.

Ia berharap, tentunya ada kesejahteraan para petani karet di Landak dengan situasi harga karet yang setiap tahun merosot, terutama menjelang hari raya Natal tahun 2018 ini.

“Jangan pula hal ini berdampak kepada para petani kita yang akan menghadapi Natal,” harapnya.

Supendi mengatakan, harga karet memang bisa mahal apabila ada pihak yang memback up pasar industri karet tersebut.

“Ada rencana kebijakan Presiden yang meminta Kementerian PUPR untuk membeli karet petani guna pembangunan jalan,” ucapnya.

Ia sangat setuju dengan kebijakan Presiden tersebut. Kalau Kementerian PUPR bisa membeli karet dengan harga tinggi untuk pembangunan jalan, tentu akan mensejahterakan petani.

Baca juga  Bupati Landak Serahkan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan dan Kartu CSR Petani

“Tapi saya meminta kepada para petani karet lainnya supaya tetap meningkatkan kualitas hasil pengolahan karet yang akan dijual itu,” pintanya.

Ia mengakui, untuk saat ini harga jual karet ke para pengepul memang bervariasi.

“Kemarin lalu harganya masih sepuluh ribuan. Sekarang menjadi Rp. 6 ribu hingga Rp. 7 ribu. Terakhir tadi pagi (kemarin,red) mencapai tujuh ribu lebih,” akunya.

Supendi menilai harga karet tersebut memang jauh turun.

“Harganya tidak seimbang dengan harga beras. Dua kilo karet baru dapat membeli sekilo beras saja. Inilah masalah petani karet sekarang lagi. Belum lagi dengan cuaca hujan yang saat ini terus terjadi. Tentu bisa mempengaruhi produksi karet,” jelasnya.

Diakuinya juga, dengan keadaan yang demikian, memang sangat susah untuk memprediksi penghasilan dari para petani.

Baca juga  Wabup Landak Beri Motivasi Peserta Seleksi Terbuka JPT Pratama

“Kadangkala kalau petani noreh dimusim penghujan ini, penghasilannya hanya habis begitu saja. Ujung-ujung petani mengolah karetnya menjadi karet setengah jadi yang dibekukan. Harga jualnyapun kecil,” akunya.

Ia menambahkan, jika petani bisa mengolah karet dengan cuaca yang bersahabat, petani tentunya tidak banyak rugi dalam mengolah karetnya.

“Tapi saya berharap para petani jangan mengambil jalan pintas dengan menebang pohon karet melihat keadaan yang sekarang ini terjadi. Kita berharap para petani jangan mengambil jalan demikian. Sebab, ada masanya fluktuasi harga karet bisa naik lagi,” ungkapnya.

Penulis: Tim Liputan
Editor: One

Share :

Baca Juga

Pemda Landak

Dinkes Landak Temukan 1 Orang Diduga Reaktif OTG

Pemda Landak

Karolin di IPDN Kalbar: Birokrat Harus Berpegang pada Aturan dan Data, Siapkan SDM Berdaya Saing Global

Pemda Landak

Malam Kenal Pamit, Kapolsek Ngabang Pindah Ke Kabag Ops Polres Landak

Pemda Landak

Sunardi Terpilih Menjadi Ketua Paguyuban Jawa Kecamatan Ngabang

Pemda Landak

Pj. Bupati Landak Serahkan Bantuan Banjir di Nahaya dan Pak Mayam

Pemda Landak

Bhabinkamtibmas Polsek Ngabang Menjadi Pembina Upacara di SDN 07 Tubang Raeng

Pemda Landak

Bupati Landak : 1 PDP Meninggal Dunia, Tetap Patuhi Protokol Dari Pemerintah

Pemda Landak

Bupati Landak : Wisudawan menjadi kader Pendidikan Masyarakat
error: Content is protected !!