NGABANG – Hujan mengguyur Kota Ngabang sejak dua hari lalu. Menyebabkan beberapa sekolah harus meliburkan aktivitas belajar dan mengajarnya karena sebagian ruang belajar mereka terendam banjir.
Seperti pantuan media ini, Senin (18/02/19) pagi di SMKN 1 Ngabang ada 17 ruang belajar terendam banjir. Otomatis aktivitas belajar dan mengajar terhenti total.
Air yang berasal dari sungai Landak ini, pelan tapi pasti sejak mulai Sabtu (16/02/19), telah mulai menenggelamkan ruang belajar SMKN 1 Ngabang. Yang paling parah adalah ruang praktek ATP dan TKJ.
“Yang paling parah adalah ruang paling belakang sekolah yaitu ruang praktek ATP dan TKJ. Didalam saja air sudah mencapai 1,5 meter. Jika dari tanah juga sekitar 1,5 meter, ” kata Kepala SMKN 1 Ngabang Dominikus Dasit, kepada media.
Terkait masalah ini, mantan guru SMAN 1 Ngabang tersebut sudah menyampaikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Kalbar, melalui Kasi kurikulum SMK, Kabid SMK dan Kabid GTK, untuk minta ijin anak belajar di rumah hari Senin dan Selasa.
“Saya berharap dan mohon doa masyarakat mudah-mudahan air cepat surut agar Kegiatan Belajar Mengajar berjalan seperti biasa,” harap Domi.
Hal yang sama juga dialami SDN 03 Raja Kecamatan Ngabang terletak di Desa Raja. Halaman sekolah ini sudah tergenanggi air sungai Landak yang meluap. Sehingga oleh Kepala SDN 03 Ngabang Utin Linda Wati, dengan terpaksa meliburkan siswanya dari Kegiatan Belajar Mengajarnya.
“Besok (hari ini red), saya mau ke dinas untuk melaporkan masalah ini. Mohon ijin selama banjir sekolah diliburkan, ” kata Utin kepada media ini.
Ditempat berbeda suasana yang hampir sama dialami SDN 47 Pesayangan Kecamatan Ngabang. Sejak Minggu (17/02/19), air sudah menggenani sekolah. Diperkirakan air mencapai 1,5 meter.
“Halaman sekolah tergenang air, ruang belajar dan kantor ikut tergenang. namun, barang-barang sekolah sudah kita amankan ke tempat lebih tinggi, ” kata Kepala SDN 47 Pesayangan Wan Mustadi.
Akibat banjir ini, seluruh murid diliburkankan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Perihal masalah ini sudah dilaporkan ke dinas. Mudah-mudahan airnya cepat surut, ” doa Wan Mustadi.
Penulis: One
Editor: HI







